“BBM di Malaysia Naik, Tetap Paling Murah!” plus 2 more

Selasa, 03 September 2013

“BBM di Malaysia Naik, Tetap Paling Murah!” plus 2 more


BBM di Malaysia Naik, Tetap Paling Murah!

Posted:

Kuala Lumpur, KompasOtomotif – Setelah Indonesia menaikkan harga bahan bakar bersubisidi beberapa waktu lalu, Malaysia menyusul. Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkannya Senin (3/9), bensin RON95  dijual 2,10 ringgit (Rp 7.070) dan RON97 2,70 ringgit (Rp 9.090). Sementara bahan bakar mesin diesel 2,73 ringggit (Rp 9.100).

Menurut Perdana Menteri, langkah itu dilakukan untuk mengurangi defisit keuangan, membantu pemerintah menghemat 1,1 miliar ringgit atau setara Rp 3,7 triliun. Harga baru itu sudah termasuk subsidi 0,63 ringgit (Rp 2.100) untuk RON 95 dan 0,93 ringgit (Rp 3.100) untuk diesel.

Meski naik, harga bahan bakar di Negeri Jiran masih termurah di antara negara-negara ASEAN (lihat tabel). Inilah salah satu alasan mengapa banyak biker di negara-negara ASEAN atau bahkan biker lokal turing di sana. "Di sini minyak (bahan bakar) murah, kami bisa melakukan turing di pelosok negeri dengan biaya tak banyak untuk minyak," kata Roslizan Nekmat, salah satu biker kawan KompasOtomotif di satu kesempatan turing bersama.

Harga bensin di beberapa negara ASEAN

Negara

RON92

RON95

RON97

RON98

Diesel

Indonesia

Rp 9.200

Rp 10.200

 

 

Rp 6.500, Rp 10.700 Pertadex

Malaysia

 

2,10 ringgit (Rp 7.070)

2,70 ringgit (Rp 9.090)

 

2,73 ringggit (Rp 9.100)

Philipina

53,90 peso (Rp 13.400)

 

 

 

43.40 peso (Rp 10.800)

Thailand

 

47,45 baht (Rp 16.335), Gasohol RON95 39,93 baht (Rp 13.746)

 

 

29.90 baht (Rp 10.300)

Singapura

2.20 dolar Singapura (Rp 19.065)

2.24 dolar Singapura 19.412

 

2.40 $SIN (Rp 20.700)

1,71 $SIN (Rp 14.825)

Laos

RON 91 9,840 kip (Rp 13.600)

11.180 (Rp 15.500)

 

 

8,910 kip (Rp 12.300)

Vietnam

23.756 dong (Rp 12.400)

 

 

 

21.471 dong (Rp 11.200)

 Diolah dari berbagai sumber

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Sehari Mengencani Ducati Hyperstrada di Bali

Posted:

Nusa Dua, KompasOtomotif – Setelah didekralasikan sebagai jagoan baru di Gran Melia Hotel & Resort, Nusa Dua, Bali, keesokan harinya Ducati Indonesia mempersilakan jurnalis mengencani Ducati Hyperstrada. Klaim mesin yang galak, posisi berkendara yang nyaman dan kestabilan luar biasa, membuat KompasOtomotif penasaran.

Disediakan 16 unit hasil kawin silang Hypermotard dan Multistrada itu untuk digeber jurnalis, blogger dan presiden klub. Menurut Davide Delorenzi, Area Manager Ducati Asia, setang ditinggikan 2cm dari varian Hypermotard, jarak jok dengan tanah lebih rendah 4cm. Ducati mengakomodasi postur  orang Asia, rata-rata lebih pendek ketimbang orang Eropa.

Percaya Diri

Tanpa ragu KompasOtomotif menungganginya! Ternyata  tidakbegitu tinggi. Meski jinjit sedikit  - tinggi 172 cm - tetap bisa duduk mantap dan nyaman di jok. Posisi malah lebih nyaman dibandingkan Hypermotard. Juga lebih ringan, hanya 181 kg. Sebagai pembanding, Kawasaki Z800, berbobot 229 kg. Cukup menambah percaya diri!

Saat di perkotaan, tetap nyaman karena adanya dukungan tiga mode berkendara, disesuaikan dengan kondisi jalan dan karakter penunggang. Lepas dari Nusa Dua, mode "Urban" dipakai karena lalu-lintas cukup padat di akhir pekan. Untuk mengubah mode, pencet tombol di setang sebelah kiri, pilih mode yang diinginkan dan tahan 3 detik.

Di mode ini, mesin V-Twin 821cc Testastretta 11 derajat generasi kedua, dipatok hanya bisa menghasilkan tenaga 76 PS. Biar lebih jinak. Tapi sejinak-jinaknya, tetap galak juga. Sesekali digeber pakai gigi 2, wow, sangat menghentak. Tubuhnya ramping, membuat kencan di perkotaan dengannya semakin nikmat. Jika sudah meluncur, rasa menunggang moge seperti hilang karena mudah diajak dengan bermanuver-lincah. 

Semakin Galak

Setelah beberapa puluh kilometer, akhirnya masuk jalanan menanjak meliuk-liuk menuju Kintamani. Dari sini, pemimpin konvoi, AS Nugroho, Presdir Ducati Indonesia memberi kode ganti mode ke "Touring". Tenaga semakin liar, diklaim hingga 101 PS. Selain itu, setelan ABS dan kontrol traksi bekerja. 

Tidak ada loss power, tanjakan dilahap dengan gampang.  Bodi yang dibuat techno polymer dan aluminium  serta ranmgka dari pipa, membuat moge enteng dan  stabil. Sesekali "rebah" terasa makin mantap. Apalagi dengan menggunakanban Pirelli Scorpion Trail yang mencengkeram di segala medan.

Jalanan kadang berkerikil, belok melewati pasir, rusak, lubang, hingga tanah. Koordinasi suspensi, ABS dan kontrol traksi mampu menutup rasa khawatir melewati berbagai kontur jalan. ABS bekerja dengan responsif: tarik rem depan sedikit saja dengan satu jari, ban tidak mengunci.

Ketagihan! 

Secara umum, rute yang dilewati cukup mewakili karakter semua jalan. Setelah beristirahat sembari menikmati pemandangan Danau Batur dari atas, perjalanan dilanjutkan turun menuju Ubud, lalu meluncur ke daerah Benoa.

Suasana kencan berbeda pun  muncul di depan mata ketika rombongan diperbolehkan menjajal jalan tol baru Benoa-Nusa Dua. Di benak muncul, segera pindah  ke mode "Sport" untuk memperoleh tenaga 110 PS dan melesat! Kode "pembebasan" diberikan dan tak ada lagi patwal. Semua boleh berakselerasi karena jalan terasa milik sendiri! Tenaga dan responsnya semakin edan!. Sembari menunduk dekat setang, kecepatan ditambah mencapai 150 kpj di gigi 4.

Setelah mencapai persimpangan, ada lagi jalur lurus dan gas kembali digeber. Kali ini menyentuh 170 kpj menggunakan gigi 6! Nyali mulai ciut. Angin laut sangat kencang seakan menampar dari samping bertubi-tubi, badan terasa melayang. Justru yang berboncengan mengaku tembus 205 kpj, karena secara teori lebih stabil.

Jalan tol yang berdiri di atas laut rupanya membuat angin dengan bebas menerjang. Bahkan nantinya, akan ada peraturan, sepeda motor tidask boleh melewati tol jika kecepatan angin di atas 40 knot. Masuk akal, moge saja melayang apalagi sepeda motor ber-cc kecil.

Lantas apa kelemahannya? KompasOtomotif tidak bisa menemukannya. Namun Jade Bunny, Presiden Ducati Desmo Owners Club Indonesia (DDOCI) mengatakan, kalau ada jeda sedikit sat gas ditarik dibandingkan dengan Panigale 1199. Entahlah, yang pasti,  kencan dengan Hyperstrada bikin ketagihan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Toyota: CSI JD Power Tetap Menjadi Acuan

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan menilai skeptis dengan metode perhitungan survei lembaga peneliti independen, J.D. Power. Kendati demikian, Toyota tidak menjadi juara tahun ini, hasil Indeks Kepuasan Pelanggan (CSI) tersebut tetap jadi acuan setiap merek untuk memberikan layanan maksimal.

"JD Power tetap jadi referensi kita. Namun Toyota juga punya indikator sendiri untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan tahun ini  nilainya naik," jelas Johnny di Jakarta Pusat, hari ini (3/9/2013). 

Berdasarkan hasil Customer Service Index (CSI) JD Power Asia-Pacific 2013, makin banyak ATPM bersama jaringan dealernya memberikan layanan yang makin memuaskan atau di atas rata-rata. Nilai rata-rata tahun ini 755 atau naik15 poin dari skala 1.000 yang diberikan oleh lembaga tersebut.

Ford, kini berada di top dengan poin 772, disusul Isuzu (764), Chevrolet (763), Kia (760), Mazda (760), Honda (759), Nissan (759), Mitsubishi (758) dan Toyota (755). Ada tiga ATPM yang dinilai JD Power memberikan layanan servis purna jual masih di bawah nilai rata-rata industri, yaitu Hyundai, Daihatsu dan Suzuki, masing-masing 752, 750 dan 745. 

Studi pada tahun ke-13 ini mengukur kepuasan pemilik kendaraan yang mengunjungi pusat layanan resmi untuk merawat dan memperbaiki kendaraannya dalam 12-24 bulan pertama setelah dimiliki. Studi ini ini menilai tingkat kepuasan, yaitu kualitas servis, waktu memulai pengerjaan, fasilitas servis, pengambilan kendaraan dan layanan teknisi . 

"Kita harus tetap menghargai (hasil JD Power). Kita menghormatinya, tetapi tetap berpegang teguh pada penilaian internal dan ini dilakukan dan dianalisa setiap tahun," tutup Johnny. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 15.29  

0 komentar:

Poskan Komentar