“Bagaimana APM Mengatur Harga KBH2 (LCGC)” plus 2 more

Senin, 09 September 2013

“Bagaimana APM Mengatur Harga KBH2 (LCGC)” plus 2 more


Bagaimana APM Mengatur Harga KBH2 (LCGC)

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Harga duet Toyota Agya dan Daihatsu Ayla sebagai LCGC - kini di- Indonesiakan menjadi Kendaraan Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) sudah dipatok secara resmi. Untuk Agya di rentang Rp 99,9- 120,75 juta, sementara Ayla Rp 76,5 - 107 juta (on the road) Jakarta. 


Banyak cibiran soal harga ini karena dinilai masih belum terjangkau oleh konsumen. Pemerintah mengatur, harga acuan KBH2 Rp 95 juta. Bagaimana cara agen pemegang merek (APM) menetapkan harga?

Widyawati Soedigdo, GM Corporate Planning and Public Relation Division TAM, menjelaskan, tidak ada ambang batas atas harga LCGC, meski harus melalui persetujuan pemerintah. "Memang, harga acuannya Rp 95 juta. Tapi produsen bebas menambah kelengkapan sesuai kebutuhan dan dihitung ulang melalui persetujuan pemerintah," jelasnya.

Dia pun membeberkan, misalnya penambahan kantung udara, harganya ditambah 10 persen (dari Rp 95 juta), lalu ditambah lagi teknologi seperti transmisi matik atau yang lainnya 13 persen, plus inflasi 5 persen. Persentase penambahan itu lalu dikalikan dengan harga dasar. Jika ada perubahan, pemerintah wajib diberi tahu dan audit terus dilakukan.

Meski tidak ada ambang batas atas, Widyawati menyebut tetap ada harga psikologis bahwa ada segmen di atasnya yang tidak boleh ditabrak. "Kalau misalnya sampai Rp 150 juta, berarti tidak bisa mengikuti harga acuan Rp 95 juta tadi. Saya rasa tidak mungkin lebih mahal dari segmen di atasnya, tetap ada batas," bebernya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Daihatsu Siapkan Generasi Baru Ayla di IIMS

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Baru saja dipasarkan secara resmi hari ini (9/9/2013), ternyata PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sudah menyiapkan generasi penerus Ayla. Hebatnya, konsep penerus tersebut akan diperlihatkan  di Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 19 September mendatang. Tidak tanggung-tanggung. Daihatsu menampilkan tiga konsep Ayla sekaligus dalam satu area bertajuk "Ayla World".

"Kami menyiapkan tiga konsep Ayla, yakni Ayla Luxury untuk yang suka gaya mewah, Ayla GT untuk anak muda yang suka tampil gaya dan Ayla XTrack bergaya crossover," jelas Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM.

Sudirman Maman Rusdi, Presiden Direktur ADM menjelaskan, Daihatsu Indonesia makin memantapkan diri sebagai produsen mobil kompak dan hemat bahan bakar di Indonesia.

"Kedepan Daihatsu akan terus jadi pioner sebagai perusahaan manufaktur dan menyiapkan generasi selanjutnya, mengembangkan LCGC," beber Sudirman.

Untuk mewujudkan ini, ADM semakin mantap karena sudah melalui empat tahapan penting dalam siklus usahanya. Pertama, meresmikan pabrik kedua di Karawang Timur, berkapasitas 120.000 unit per tahun.

Kedua, meresmikan pusat riset dan pengembangan Daihatsu pertama di Indonesia. Ketiga, berhasil mencapai produksi 3 juta unit sejak pertama kali beroperasi sejak 1978.

"Keempat, sudah eluncurkan LCGC, Ayla dan Agya di Indonesia. Seluruh pencapaian ini membuat kami  semakin mantap melangkah," beber Sudirman. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Agya Datang, Etios Tergencet?

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - PT Toyota Astra Motor (TAM) kini punya tiga model di kelas hatchback. Pilihan paling tinggi Yaris, di tengah Etios Valco, dan paling bawah Agya. Dengan demikian, mungkinkah segmen tengah (Etios) bakal tergencet? Bisa jadi, konsumen cenderung memilih Yaris karena tanggung, atau melirik Agya karena lebih murah.

Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran TAM mengatakan bahwa segmen dari ketiga hatchback itu sudah punya pasar masing-masing. "Mestinya tidak saling makan. Kalau pun ada, mungkin sangat sedikit. Masing-masing orang punya pilihan," katanya kepada KompasOtomotif di sela-sela peluncuran Agya di Senayan, Jakarta, hari ini (9/9/2013).

Dijelaskan, peluncuran Agya sudah melalui tahapan panjang, termasuk survei konsumen. Hasil menunjukkan bahwa masing-masing punya kekuatan dan nilai jual. Segmennya berbeda, jadi punya banyak pilihan. Etios sendiri tetap jadi salah satu kekuatan.

Target penjualan Toyota hingga akhir tahun mencapai 400.000 unit. Agya dengan target 15.000 unit hingga akhir tahun memang tak terlampau besar. Tapi jika digabungkan dengan perolehan Yaris dan Etios, Toyota punya kekuatan di segmen hatchback di Tanah Air.

Editor : Aris F. Harvenda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar