“Pasar Nasional Tidak Terganggu Akibat Kenaikan PPnBM Mobil CBU” plus 2 more

Jumat, 23 Agustus 2013

“Pasar Nasional Tidak Terganggu Akibat Kenaikan PPnBM Mobil CBU” plus 2 more


Pasar Nasional Tidak Terganggu Akibat Kenaikan PPnBM Mobil CBU

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi mengatakan, keputusan pemerintah menaikkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) menjadi 150 persen dari 75 persen dipastikan tidak berpengaruh besar terhadap penjualan mobil nasional. Pasalnya, jumlah anggota asosiasi yang menggantungkan "nasib" pada mobil CBU relatif kecil.

"Pasti ada pengaruhnya, jumlahnya kecil. Jadi tidak akan berdampak terhadap penjualan mobil secara nasional. Hanya beberapa merek, terutama dari Eropa dan Amerika Serikat," jelas Sudirman kepada KompasOtomotif, sore ini (23/8/2013).

Dijelaskan, berdasar data Gaikindo Januari-Juli 2013, impor mobil CBU hanya 76.000 unit. Sedangkan kinerja (CBU) dari Indonesia 92.000 unit. Namun, ekspor kendaraan Indonesia di dominasi oleh model kendaraan multi guna (MPV), sementara impor didominasi mobil mewah atau jip 4x4.

"Nilai ekspor mobil kita lebih kecil ketimbang impor. Nilai harus dihitung lagi," terang Sudirman.

Duo Jerman
Sudirman melanjutkan, ada dua anggota Gaikindo dari Jerman yakni, Mercedes-Benz dan BMW yang memasarkan mobil CBU. Data Gaikindo menunjukkan, penjualan semua model Mercedes-Benz di Indonesia hanya mencakup 0,3 persen terhadap total pasar. Sedangkan BMW lebih kecil lagi, 0,2 persen saja.

"Masalahnya, tidak semua mobil yang dipasarkan itu dikenakan pajak PPnBM tertinggi. Hanya tipe-tipe tertentu, bermesin 3.000 cc ke atas. Ini yang akan kami konfirmasi ke merek yang bersangkutan," tukas Sudirman.

Mengacu pada peraturan yang berlaku, jenis kendaraan CBU yang dikenakan beban PPnBM tertinggi (75 persen) meliputi, sedan, kendaraan 4x2 dan 4x4 dengan mesin bensin 3.000 cc ke atas atau diesel 2.500 cc ke atas.


 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

PPnBM Naik, Moge "Bodong" Mengacam Lagi!

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Wacana Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Kepresidenan hari ini (23/8/2013) menaikkan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi maksimal 150 persen dari 75 persen, dipertanyakan pelaku pebisnis sepeda motor impor. Salah satunya PT Supermoto Indonesia (Ducati Indonesia), APM Ducati di Indonesia.

Menurut AS Nugroho, Presiden Direktur Ducati Indonesia, rencana itu tak jelas arahnya. "Jika tujuannya memperbaiki perekonomian, yang mana? Apakah ingin mendapatkan pajak sebanyak-banyaknya dari barang impor atau sekadar solusi prematur populis?" cetusnya kepada KompasOtomotif (23/8).

Sepeda Motor "Bodong"
PPnBM 75 persen untuk barang mewah yang diimpor, lanjutnya, sudah sangat tinggi. Harga kendaraan CBU tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Pasalnya, selain PPnBM, masih ada lagi pajak, yaitu bea masuk, uji laik, uji tipe dan Pajak Kendaraan Bermotor itu sendiri.

"Masa mau ditambah lagi? Berarti risikonya, moge-moge akan lebih susah dijual. Orang pasti berpikir lagi, justru ini memicu orang untuk membeli sepeda motor bodong (tanpa izin, pajak dan identitas resmi). Terus kalau begini, apakah pemerintah dapat untung?" gerutu Nugroho.

Tak Pengaruh
Pendapat sederhana Nugroho adalah, perekonomian makro tidak bergantung pada impor barang mewah karena pasarnya sangat sedikit. Orang membeli mobil atau sepeda motor CBU hanya untuk identitas dan bukan sebagai kebutuhan utama, berbeda dengan sepeda motor ber-cc kecil jumlah yang sangat banyak. 

"Industri otomotif kita sedang berkembang dan sangat berpotensi. Seharusnya impor barang mewah diturunkan menjadi 40 persen agar harga bisa lebih rendah. Menurut saya, justru efek positifnya jauh lebih besar," pungkasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

PPnBM Naik, Importir Umum Tiarap

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Wacana yang dilontarkan Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk menaikkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari 75 persen menjadi maksimal 150 persen di Istana Merdeka, hari ini (23/8/2013), langsung membuat cemas pengusaha Importir Umum (IU). Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI), Tommy R Dwiandana memastika kebijakkan ini dikeluarkan akan membrangus bisnis mereka.

"Kondisi ini justru akan memicu pebisnis mobil CBU lari ke luar Indonesia, termasuk memboyong modal usahanya," jelas Tommy kepada KompasOtomotif, hari ini (23/8/2013). Kebijakkan serupa pernah dilakukan pemerintah sebelumnya dan membuat beberapa anggota AIKI membuka ruang pamer di China. "Sampai sekarang usahanya semakin besar saja," lanjut Tommy.

Dijelaskan, dengan kondisi pasar CBU tahun ini masih lesu dari tahun sebelumnya, pengusaha akan terkena beban berlipat. Kebijakkan ini, menurutnya, paling berpengaruh pada kendaraan dengan rentang harga Rp 500 juta - 1 miliar. 

"Mobil di atas 3.000 cc semula dibanderol Rp 900 juta, nantinya bisa menjadi Rp 1,2 atau 1,3 miliar. Tentu konsumen akan berfikir ulang," terang Tommy.

Protes
Tommy berharap pemerintah bisa memikirkan ulang kebijakkan ini sebelum ditetapkan. Dalam waktu dekat seluruh anggota AIKI akan bertemu menyatakan sikap ke pemerintah, terutama Kementerian Keuangan. "Rabu depan kami akan bertemu dan menyampaikan pendapat ke pemerintah. Semakin cepat, makin baik," tegas Tommy.

Pemerintah, lanjutnya, diharapkan bisa menghargai upaya IU yang sudah membayar pajak!  
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.00  

0 komentar:

Poskan Komentar