“Nyetir Pakai Google Glass Dilarang” plus 2 more

Senin, 12 Agustus 2013

“Nyetir Pakai Google Glass Dilarang” plus 2 more


Nyetir Pakai Google Glass Dilarang

Posted:

New South Wales, KompasOtomotif - Google Glass, kacamata canggih yang dikembangkan Google dengan sejumlah fungsi smartphone ini terus dibicarakan sejumlah media massa gadget. Sehingga, tak jarang calon konsumennya bersiap untuk urusan kocek.

Bagaimana tidak canggih. Dengan mengedip, penggunanya bisa langsung memotret apa yang sedang dilihatnya. Perangkat berbingkai yang hanya dipasangi satu kaca kecil di mata kanan sebagai layar ini pun bisa menampilkan informasi mengenai navigasi Google Maps, yang sekiranya cocok saat pengendara mencari jalan alternatif.

Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, pernah mempraktikkan pada April 2013 lalu. Ia mengendarai sebuah sedan Tesla model S berkelir pink dan belogo Batman, yang sekiranya dilakukan untuk April Mop, hari membuat lelucon tanggal 1 April.

Namun belum juga dijual secara umum, lembaga pemerintahan untuk urusan jalan raya di sejumlah negara sudah siap-siap menjegalnya dengan berbagai aturan. Setelah Inggris dan AS, kini New South Wales (NSW) di Australia siap melakukan hal yang sama.

Mengapa dilarang?
Seperti juga pelarangan menggunakan ponsel saat berkendara, konsentrasi pengemudi mudah terganggu. "The Centre for Road Safety (lembaga pemerintahan urusan jalan di NSW) memonitor semua produk baru, terutama teknologi baru, yang dapat digunakan dalam berkendara dan mengevaluasi dampak potensial terhadap keselamatan di jalan," ujar Duncan Gay, juru bicara lembaga tersebut.

Belum ada keterangan lebih jauh mengenai peraturan yang dapat menjegal penggunaan Google Glass saat berkendara. Menanggapi persoalan ini, seorang juru bicara Google memberi sanggahan seperti juga disampaikan perwakilan perusahaan ini di Australia dan Selandia Baru.

"Kami sangat hati-hati dalam merancang Google Glass. Teknologi baru tentu selalu menimbulkan masalah baru. (Goggle Glass) saat ini rencananya hanya diluncurkan di AS, untuk menggapai orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan akan memastikan bahwa pengguna kami menjadi peserta aktif terhadap masa depan teknologi ini," ujarnya.

Sebenarnya pun Google Glass masih kurang maksimal ketika digunakan untuk berkendara. Sean Hollister dari The Verge pernah menuliskan ulasannya.

"Ketika saya coba mengikuti arahan dari Google Maps via kacamata itu, tampilannya kurang terang jika sambil melihat jalan melalui kaca depan mobil (saat siang hari). Saya harus telungkupkan tangan di atas mata kanan, tempat layar (Google Glass) itu supaya informasi digitalnya bisa terlihat," ujarnya, merujuk pada aksi yang sebenarnya merepotkan saat menyetir, dan lebih jauh bisa membahayakan keselamatan. (Dimas Wahyu)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Mobil Fiksi Audi Terbaru di Film “Ender’s Game� (Video)

Posted:

Ingolstadt, KompasOtomotif – Audi lagi kerancingan menyertakan mobil main di film layar lebar, lebih khusus lagi film fiksi ilmiah. Baru saja usai premiere The Wolverine dengan Audi R8, kini sudah disiapkan mobil yang dirancang secara khusus untuk fiksi ilmiah "Ender's Game". Film yang diadopsi dari novel terlaris dengan judul yang sama ini, trailernya banyak ditayangkan di YouTube, khususnya sejak Agustus ini.

Menurut Audi, inilah mobil pertama mereka yang diperkenalkan secara visual di bioskop. Tampilan mobil ini memang futuristik, progresif dan canggih. Desainnya diklaim visioner dan akan menjadi "tokoh" utama di "Ender's Game"

Untuk ini Audi berkolaborasi dengan sutradara Gavin Hood. Tim produksi harus menggunakan teknologi terkini agar bisa menyatukan persepsi perancang Audi secara digital dengan film yang menggambarkan masa depan.

Dunia canggih Ender's Game direfleksikan pada desain Audi. "Audi hadir di bioskop sebagai protagonist (peran utama)," jelas Florian Zitzlsperger, yang bertanggung jawab membentuk kerjasama Audi AG dengan perusahaan lain, termasuk film. "Audi kini adalah bagian dari dunia fiksi," tambahnya.


"Desain Audi sama dengan permintaan. Kami mengadaptasi sesuai kebutuhan dunia di "Ender's Game. Pada saat yang sama, kami harus  mejaga nilai merek kami," jelas Frank Reimilu, Chief Desainer untuk proyek film. "Kami bisa mengotimalkan proyek dengan filosofi desain kami ke dunia fiksi bioskop."

Linda McDonough, produsen film  Ender's Game menambahkan, "Audi sangat maju, ilusi desainer mereka menyatu secara organisk di film kami."

Remaja Pemalu

Film Ender's Game mengisahkan petualangan epik atau kepahlawanan dengan sutradara Gavin Hood dengan bintang-bintang Asa Butterfiled, Hailee Steinfeld, Ben Kingsley dan Viola Davis dengan Abigail Breslin dan Harrison Ford.

Ceritanya, dalam waktu dekat, para alien atau atau makhluk dari planet lain berpacu menyerang bumi. Untuk menghadang mereka, manusia di bumi melakukan persiapan. Penduduk bumi melatih pelajar terbaik untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Ender Wiggin, remaja belasan tahun pemalu namun punya strategi hebat, harus "cabut" dari sekolahnya untuk mengikuti para elit berlatih di Battle School.

Ternyata, Ender dengan mudah menjadi master di sekolah tersebut. Ia pun menonjol dibandingkan rekan-rekan lain dan ditahbiskan untuk memimpin tentara masa depan dan prajurit ke pertempuran epik yang menentukan depan Bumi sekaligus menyelamatkan ras manusia.

Film hasil kerjasama Summit Entertainment dan OddLot Entertainment  ini akan dirlis di Amerilka. Di Jerman, akan premiere pada 24 Oktober tahun depan.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Red Bull Lebih Condong Pilih Kimi

Posted:

KompasOtomotif - Musim liburan panjang F1 banyak dimanfaatkan oleh para tim untuk memperbaiki performa mobil. Namun, tidak demikian dengan Infiniti Red Bull Racing. Pimpinan tim Chrisan Horner bersama pemilik Red Bull merangkap penasihat Dietrich Mateschitz dan Kepala Teknik Adrian Newey memanfaatkan rehat ini memikirkan calon pengganti Mark Webber.

Dari sekian banyak nama yang beredar, akhirnya mengerucut pada Kimi Raikkonen (Finlandia) kini membela tim Lotus-Renault dan Daniel Ricciardo (Australia) dari Toro Rosso. Sementara Sebastian Vettel sendiri, menurut Horner, tidak menyebutkan siapa nama pebalap yang mendampinginya tahun depan.

"Saya tidak berpikir Sebastian memiliki konsentrasi akan lawan-lawannya, dan dia juga belum menyuarakan preferensi ke arah itu. Dia tahu Kimi, juga Daniel," ungkap Horner.

Baik Kimi maupun Daniel, lanjut Horner, sama-sama tergolong pebalap cepat dan akan merupakan tantangan baginya. Tetapi, Vettel tidak tampak untuk mempengaruhi tim dengan cara apapun. Horner juga telah menepis anggapan akalu dirinya bakal kelawahan mengatur dua pebalap sama-sama menyandang juara dunia.

"Kedua pebalap mendapat kesempatan yang sama," tegasnya. Semua itu, tinggal tergantung saat berada di lintasan. Siapa yang unggul dan tidak. Ia menjadi pebalap utama berdasarkan poin yang terbanyak dimilikinya.

Bila disimak dari ungkapan Horner, tampaknya Red Bull lebih condong ke Kimi. Meski belakangan, nama Fernando Alonso mencuat masuk bursa gosip. peluang Daniel sangat kecil, meski pebalap muda berbakat ini telah menunjukkan performanya saat mengikuti program uji pebalap muda bersama Red Bull di sirkuit Silverstone, Inggris, beberapa waktu lalu.

"Kami ingin dua pebalap tercepat dan terkuat untuk berada dalam kokpit mobil tahun depan. Daniel dan Kimi akan mewakili pilihan yang sangat baik," tegasnya Horner.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar