“Tarakusuma Pasarkan 175 Varian Helm” plus 2 more

Sabtu, 15 Juni 2013

“Tarakusuma Pasarkan 175 Varian Helm” plus 2 more


Tarakusuma Pasarkan 175 Varian Helm

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Setelah 33 tahun beroperasi, PT Tarakusuma Indah mengukuhkan dirinya sebagai produsen helm nasional dengan menjual varian terbanyak di Indonesia. Produsen beberapa merek ini, antara lain, AGV, INK, KYT, MDS, BMC, dan Hiu ini menyabet penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

"Kami berkomitmen untuk menjadi produsen helm yang bukan hanya fokus pada keselamatan, juga teknologi terkini untuk keselamatan," jelas  Henry Tedjakusuma, Direktur Pemasaran PT Tarakusuma Indah di PRJ, Jakarta Pusat, kemarin (14/6/2013).

Dijelaskan, produk-produk Tarakusuma dikenal dengan berbagai teknologi baru. Mulai dari perkenalan helm bergaya modular sejak 2004, helm serat karbon dan karbon total menyusul pada 2008. Selanjutnya, pada 2012 muncul helm dengan "air system", ukuran bisa disesuaikan dengan kepala penggunanya mengunakan bantalan udara. Sejak beroperasi dari 1980 sampai 2013, sudah 175 varian helm dipasarkan.

"Fitur paling digemari  saat ini adalah anti-maling. Dinilai konsumen sangat berguna ketika ditinggal parkir bersama sepeda motor. Semua teknologi ini kami ciptakan berdasarkan masukan dari konsumen," lanjut Henry.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Tiga Helm KYT dengan Sentuhan Personal

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - PT Tarakusuma Indah meluncurkan tiga helm terbaru, KYT Forever, Mine dan INK Metallico di PRJ, Jakarta Pusat, kemarin (13/6/2013) petang. Produk pengaman kepala ini ditawarkan dengan kelengkapan baru "Alphabet System" yang memungkinkan sentuhan personal bagi masing-masing pemiliknya.

"Pada setiap varian baru ini konsumen bisa membubuhkan nama, inisial, atau angka tertentu sesuai keinginan. Kualitasnya mirip dengan emblem pada mobil," komentar Hendry Tedjakusuma, Direktur Pemasaran PT Tarakusuma Indah disela peluncuran.

Tersedia ruang untuk 9 huruf bagi pengguna yang ingin mempersonalisasikan helm ini. Paket huruf tempel, dijual terpisah dan bisa langsung dipasang waktu pembelian di toko resmi KYT dan INK. Helm tampil dengan desain baru, khusus  untuk INK dengan logo timbul.

Harga, mulai Rp 320.000 sampai Rp 430.000 per unit dan Rp 120.000 untuk paket huruf tempel.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Rekreasi Bersama Kia All-New Carens

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Sebagai mobil keluarga generasi baru, All-New Carens diklaim oleh Kia Mobil Indonesia (KMI) punya beragam kelebihan. Untuk membuktikannya, 32 wartawan diajak mencoba langsung 11 unit mobil keluarga 7-penumpang dengan rute rekreasi keluarga, dari kantor pusat KMI, Sunter, Jakarta ke Sentul, Bogor dengan tujuan Gunung Pancar dan Jungle Land.

Penumpang
KompasOtomotif mendapat jatah Carens transmisi manual bersama 2 rekan wartawan lain. Pada perjalanan awal, memilih sebagai penumpang belakang. Jok tengah dirancang dengan konfigurasi 60-40. Bagian pendek, berada di sisi kiri. Padahal, untuk melipat jok tengah yang berukuran lebih pendek, biasanya dilakukan dari kiri, sesuai kebiasaan orang Indonesia yang kerap naik dari kiri. Menurut KMI cara tersebut dilakukan untuk memudahkan akses bagi penumpang ke jok baris ketiga.

Ruang jok paling belakang lebih pas untuk anak-anak. Kendati demikian bisa juga ditepati orang dewasa dengan postur 170 cm. Syaratnya, harus berbagi ruang dengan penumpang di depan. Caranya, memajukan jok baris kedua agar ruang kaki cukup.

Saat duduk di baris kedua, terasa sangat nyaman dengan material empuk dan sandaran yang bisa diatur. Posisi duduk juga tidak terlalu ambles sehingga posisi paha bisa datar. Udara segar bisa dirasakan hingga belakang dengan bantuan saluran AC di bagian belakang konsol tengah.

Dengan muatan 4 orang, ayunan suspensi saat melewati jalan bergelombang cukup empuk. Meski demikian saat pengemudi menggeber di jalan bebas hambatan dan melakukan aksi berpindah lajur, tidak terasa limbung.

Setir
Kembali ke Jakarta, KompasOtomotif mengambil alih kemudi. Tindakan pertama, mengatur tekanan putaran setir yang bisa dipilih dalam 3 mode, Normal, Comfort dan Sport. Saat parkir, dipilih mode Normal. Hasilnya, setir terasa ringan bahkan terbilang sangat ringan. Masih mencoba parkir, dengan mode Comfort, tetap ringan, namun tekanannya di atas Normal. Ketika melaju pada 60 kpj, mode dipindahkan ke Sport dan putaran setir terasa sedikit lebih berat. Tujuannya agar mobil lebih mudah dikendalikan atau demi keamanan.

Tenaga
Karena keterbatasan jarak dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, untuk sekedar merasakan performa mesin 2,0 liter, 154 PS terasa sulit. KompasOtomotif tak kehabisan akal, tetap berusaha mencoba tenaga mobil keluarga ini. Setelah berusaha berpindah ke posisi paling belakang, mobil diarahkan ke lajur yang berbeda, setelah jalan kosong, pedal gas langsung ditekan hingga mentok.

Start dari gigi 2 pada kecepatan 20 kpj dan putaran mesin 2.000 rpm. Akselerasi baru terasa responsif ketika mesin bekerja pada 3.000 rpm.  Kecepatan 100 kpj bisa dicapai dalam waktu cukup cepat. Tongkat transmisi bisa dioperasikan dengan mudah dan tringan. Begitu juga dengan kopling, termasuk lembut. Hanya, begitu gigi dipindahkan ke posisi lebih tinggi, putaran mesin turun sampai 2.000 rpm! Menandakan perbandingan gigi tidak begitu rapat.

Meski dianggap kurang akurat oleh sebagian kalangan, begitu tiba di tujuan akhir, konsumsi bahan bakar yang tertera di layar informasi 8,0 l/100 km. atau 12,5 kpl. Rute yang ditempuh cukup beragam, tanjakan, turunan, berliku, jalan bebas hambatan hingga kemacetan khas dalam kota. Sebagai gambaran, saat menuju lokasi finis di Sunter, kemacetan sudah menghadang sejak interchange Cawang hingga turun di Sunter Podomoro.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar