“Pola Sentuhan "Head Unit" pada Toyota All-New Vios” plus 2 more

Senin, 03 Juni 2013

“Pola Sentuhan "Head Unit" pada Toyota All-New Vios” plus 2 more


Pola Sentuhan "Head Unit" pada Toyota All-New Vios

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Salah satu daya tarik Toyota All-New Vios adalah fitur-fitur pada head unit dengan monitor layar sentuh. Selain digunakan sebagai radio dan dvd player, dengan menggunakan sistem operasi android (hampir mirip dengan smartphone atau tablet), juga bisa digunakan untuk internet. Kendati demikian, agar bisa internet harus tersedia Wi-Fi atau hotspot atau router bergerak (bisa router atau smartphone androit, iPhone dan sekarang juga BlackBerry).

Fitur lain yang sudah tersedia adalah konektor USB dan Bluetooth (untuk telepon). Aplikasi bawaan yang ditanamkan hanya M-Toyota. Menurut Toyota Astra Motor, head unit tidak bisa lagi ditambah dengan aplikasi lain. Alasannya, keamanan.

Aplikasi M-Toyota adalah info tentang Toyota Indonesia, msalnya alamat dealer dan bengkel terdekat, panduan mengganti ban bocor, mengaktifkan beberapa kelengkapan baru, berita terkini dan Tweeter Toyota.

Jari
Cukup adalah metode pengoperasian layar monitor sentuh. Satu jari, geser ke samping - kanan-kiri - untuk mencari frekuensi radio. Atas-bawah mencari frekuensi radio yang sudah disimpan di memori atau lagu di CDdan USB.

Dua jari, kanan-kiri, memperbesar dan memperkecil volume. Ya,... masih banyak lagi sentuhan tangan yang mewakili perintah cepat. Lengkapnya  dilihatpada buku panduan yang disediakan!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Sprinter Dibandingkan dengan Kompetitor Tanpa ESP dan ABS

Posted:

Bogor, KompasOtomotif — Seusai meluncurkan mikrobus Sprinter dan sasis bus O 500 R1836, Mercedes-Benz Indonesia (MBI) memperlihatkan ketangguhannya bersama wartawan, di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2013) siang. Varian yang dipakai adalah A2 dengan kapasitas 12 kursi. Untuk mengendalikan setir, dipercayakan kepada pengemudi profesional untuk melakukan aksi ekstrem.

Stabilitas
Tes pertama membuktikan bahwa mikrobus yang dibanderol mulai Rp 799 juta - Rp 1,039 miliar (off the road) ini mampu melewati lintasan licin yang berupa terpal dibasahi air sabun. Pengemudi melewati jalan tersebut pada kecepatan 30 kpj. Kondisi pertama, kontrol stabilitas (ESP: Electronic Stability Program) dimatikan untuk memperlihatkan efek yang terjadi. Saat menikung, buritan mikrobus itu menyusul bagian depan hingga nyaris berputar arah (oversteer).

Kondisi kedua, ESP diaktifkan! Manuver yang dilakukan berjalan lancar, tidak seperti sebelumnya. Pada demonstrasi tersebut dijelaskan, ketika ban kehilangan daya cengkeram, sensor secara otomatis memerintahkan mesin untuk mengurangi kecepatan dan mengatur kerja rem sesuai dengan kebutuhan. Uji coba tak hanya dilakukan sendiri, tetapi juga melibatkan wartawan sebagai penumpang. Hasilnya, tak jauh berbeda saat tanpa penumpang.

Rem
Tes kedua, menguji kinerja rem yang sudah disertai dengan ABS, EBD, dan BA. Metode yang digunakan yaitu melaju pada 60 kpj, selanjutnya mengerem secara mendadak. Untuk mengetahui kinerja rem, pengujian awal memperlihatkan kompetitor yang belum dilengkapi fitur tersebut. Hasilnya, saat direm mendadak, mobil cenderung mengunci dan nggelosor. Berbeda dengan Sprinter yang cukup terampil dan pakem dengan jarak tidak terlalu jauh (sembilan langkah pria dewasa).

Hal lain yang tidak bisa dilakukan oleh rival yaitu mengerem sambil menghindar. Dikatakan, kondisi tersebut hanya bisa dilakukan oleh kendaraan dengan tiga kelengkapan tersebut. Diklaim, hanya Sprinter yang memiliki ketiga kelengkapan tersebut di Tanah Air.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Beginilah Bentuk Busi Masa Depan

Posted:

Detroit, KompasOtomotif - Dalam waktu dekat, bentuk elektroda busi yang menghasilkan percikan bunga api akan berubah. Federal Mogul (busi dengan merek Champion) telah memperlihatkan contoh busi masa depan yang diberi nama Advanced Corona Ignition System (ACIS) atau sistem pengapian korona. Menurut majalah Society Automotive Engineering (SAE), kemungkinkan busi ini akan diproduksi pada 2016 – 2018.

"Kami sedangkan melakukan diskusi teknik dengan 20 lebih perusahaan otomotif dan industri. Dites sampai 9 tahap sebelum melakukan rekayasa produksi," kata Kristopher Mixel, Direktur Federal Mogul yang khusus menangani ACIS kepada majalah SAE.

Empat Titik
Tidak seperti busi konvensional yang membangkitkan nyala kecil di celah elektroda tengah, ACIS menghasilkan aliran ion dari empat (ujung) elektroda. Nyala yang dihasilkan dari keempat ujung digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.

Dijelaskan, busi dengan 4-elektroda ini dikembangkan karena mesin-mesin sekarang harus dilengkapi dengan exhaust gas recirculation (EGR) untuk mengurangi emisi. Karena EGR tersebut, komposisi bahan bakar di ruang bakar jadi sedikit atau miskin. Akibat selanjutnya,untuk memicu pembakaran jadi sulit.

Koil Biasa

Salah satu cara agar pembakaran bisa berlangsung dengan optimal, intensitas pengapian ditingkatkan. "Karena bahan bakar semakin kurus, makin sulit disulut atau dinyalakan. Proses proses pembakaran jadi lama. Khususnya bila hanya menggunakan satu titik," jelas Mixell.

"Kami menggunakan arus DC 12 volt dari sistem kelistrikan mobil. Lantas menaikkan ke tegangan DC sedang, sekitar 150 volt DC. Tegangan diteruskan ke amplifier (penguat) frekuensi tinggi yang menghasilkan tegangan sampai 70 kV pada 1MHz.

Konsumsi tenaga rata-rata ACIS pada setiap silinder dapat dikalibrasi sesuai dengan energi pengapian yang dibutuhkan. Sekarang dirancang , maksimal untuk mesin 8 silinder. Insinyur Federal Moguls juga mengantisipasi menggunakan koil dengan kontrol elektronik seperti sekarang ini.

Kemungkinan ditambahkan dengan kotak khusus untuk memasok tegangan yang dikontrol secara elektronik. "Kami tidak menggunakan material eksotik untuk komponen busi ini," kata Mixell.

Sedikit Modifikasi
Pada tes yang telah dijalankan - sebagai pengganti busi konvensonal - ACIS tidak memerlukan perubahan rancang ulang mesin yang berarti. "Kustomer yang sedang mencoba teknologi kami tidak melakukan banyak modifikasi di kepala silinder, arsitektur mesin dan sistem kelistrikan," tambah Mixell. Namun diakui, juga tidak bisa dipasang dan langsung digunakan (plug & play).

Kendati CIS difokuskan untuk mesin bensin injeksi langsung, Federal Mogul, juga kompaitbel dengan campuran etanol dan metanol atau BBG dan jenis bahan bakar lainnya.

Selama dites pada mesin 1,6 liter, 4-silinder plus turbocharger, hasil yang didapat, konsumsi bahan bakar  lebih irit 10 persen.

Kendati demikian, para insinyur masih menghadapi tantangan, yaitu membuat komponen yang harus dapat menghasilkan medan magnet listrik pada frekuensi tinggi. Pasalnya, bunga api atau ionisasi harus terjadi berulang-ulang dan dapat dikontrol.   

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar