“Mobil Khusus untuk Anak-anak” plus 2 more

Selasa, 18 Juni 2013

“Mobil Khusus untuk Anak-anak” plus 2 more


Mobil Khusus untuk Anak-anak

Posted:

Tokyo, KompasOtomotif – Terdengar aneh, tapi begitulah kenyataannya. Toyota memperkenalkan mobil khusus anak-anak dengan nama Camatte - masih konsep - di International Tokyo Toy Show pada 13-16 Juni lalu.  Mobil dilengkapi dengan tiga jok, depan untuk anak, dua di belakang untuk kedua orang tua.

"Tidak berbeda dengan mobil umum. Kendaraan ini digerakkan oleh motor listrik, punya pedal gas, rem, dasbor dan kabin seperti mobil sungguhan. Hanya, ukuran lebih pendek, proporsional untuk anak," terang Kenji Tsuji yang dikutip cbsnews.

Dengan ukuran dua pertiga dari mobil sungguhan, Camatte bisa dikendalikan oleh anak-anak dengan tinggi 120 cm. Kecepatan maksimal pada speedometer 70 km per jam. Namun kenyataan, hanya mampu melaju 45 kpj. Khawatir terlalu kencang, tersedia pembatas kecepatan sehingga orang tua bisa mengontrol manuver anaknya.

"Kami menampilkannya pada pameran mainan. Kami ingin orang tua dan anaknya berinteraksi di dalam mobil. Dengan ayah atau ibu di belakang, anak di depan, mereka akan bermain bersama sebagai keluarga," tegas Kenji.

Namanya juga mainan, mobil ini kaya warna. Modelnya bermacam-macam, ada yang tanpa atap, klasik, bahkan sedan sport. Bodi terdiri atas 57 panel yang disambungkan dengan pin untuk memudahkan bongkar-pasang. Warna panel juga bisa diganti dengan pilihan merah muda pastel, hijau atau motif boneka.

Regenerasi
Tujuan Toyota membuat mobil ini agar anak-anak bisa mewujudkan mimpi punya mobil sungguhan. Namun misi utama adalah regenerasi konsumen setelah penjualan mobil di Jepang turun drastis. Generasi muda tak lagi ingin mengemudikan mobil sendiri untuk bepergian. "Dengan menanamkan bahwa mobil sangat menyenangkan, kami akan merebut kembali hati konsumen," lanjut Kenji.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Mereka Berbicara Soal Kompetisi AS-SRIC

Posted:

Lombok, KompasOtomotif - Kompetisi Safety riding yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) di bekas bandara Selaparang, Mataram, Nusa tenggara Barat (NTB), 17-18 Juni, berlangsung sukses dan lancar. Aldea Hendry yang menjuarai kelas puncak Instruktur Honda akan menjadi duta Indonesia dalam laga tingkat internasional di Jepang, Oktober mendatang. Mampukah ia melampaui prestasi yang sudah diukir Budi Darma dari Lombok yang tahun lalu berhasil naik podium ketiga di kelas menengah (400 cc)?

Paling tidak, semua peserta mengaku puas dengan event ini. Meski, pada hari pertama kompetisi sempat diguyur hujan dan berlangsung kondisi terang dan gelap (selesainya malam).

Seperti diakui Hariyanto,29, asal Papua. Karyawan bagian klaim dan Safety Riding Promotion ini mengaku senang bercampur grogi. "Ketika latihan, waktu saya cukup baik, tapi begitu lomba langsung turun. Ada semacam pressure karena ditonton oleh jago-jago safeti riding seperti Budi Darma dan Ersat dari Lombok serta Ngurah dari Bali," ujarnya.

Lain lagi komentar Aldea. Dirinya sudah yang keempat ikut kompetisi ini. Hanya, yang pertama wakil komunitas dari Kharisma dan juara tiga. Sedang di tingkat instruktur dua kali gagal pada 2011 dan 2012. Baru sekarang juara," bangga ayah satu anak ini.

Diakuinya, selama berlomba, saat hujan (hari pertama)paling berat. Dalam kondisi begitu, kuncinya harus sabar. "Salah mengatur putaran mesin, emosi, dan posisi berkendara kurang pas, akan mempengaruhi laju di setiap rintangan," urainya.

Sementara Novara Dita, gadis cantik dari Aceh mengaku tertarik mengikuti event ini. "Ternyata, tak semua orang tahu akan teknik berkendara yang aman dan benar. Itu mulai dari duduk sampai saat jalan, semua ada caranya," ungkap dara 24 tahun jebolan Ilmu Perbankan Akuntansi ini.

Pengalaman Febi Suprianty, saat di lintasan ingin mengegas saja. "Kebiasaan wanita, kalu ngegas pelan dan ngerem suka mendadak. Nah, di sini kekeliruan itu bisa jadi tahu. Seperti menarik tuas rem harus pakai keempat jari dan pengendalian diri. "Dengan semua ilmu yang saya dapat akan ditularkan ke komunitas klun, terutama kepada perempuannya," tutup wanita 28 tahun ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Aldea Hendry Juarai "Safety Riding Honda"

Posted:

Lombok,Kompasotomotif - Setelah dua hari berkompetisi, akhirnya "Astra Honda Safety Riding Intructors Competition" (AH-SRIC) yang digelar di bekas bandara Selaparang, Mataram, NTB (17-18/6) melahirkan tiga instruktur terbaik di tiga kategori. Mereka adalah Aldea Hendry dari Bandung menjuarai kategori Instruktur Honda dengan nilai tertinggi 3640, Alan Darma Saputra dari Surabaya di kelompok Komunitas mengantongi nilai 1957, dan Novara Dita wakil dari Aceh di kelompok wanita.

"Kunci saya meraih kemenangan ini sabar, tenang, dan ikhlas,"ujar Aldea Hendry, 28 tahun. Karyawan dari dealer Honda Daya Adicipta Mustika, Jabar, ini mengaku hanya tiga hari mempersiapkan diri. Mantan pebalap nasional Ahmad Jayadi, diakuinya banyak memberi peran dalam kemenangannya, terutama dalam hal semangat dan ketenangan.

Jangan asal menjual

Event AS-SRIC yang tahun ini menginjak gelaran ketujuh (sejak 2007) diikuti 106 peserta, yakni 46 peserta dari komunitas klub (wakil sport 19, matik 16, dan bebek 11), 54 peserta hasil seleksi dealer Honda yang berasal dari Aceh sampai Papua, serta 6 srikandi, yakni Novara Dita (Aceh), Mariani Oley (Manado), Febi Supriati (Bandung), Lisa Arjuna (Riau), Eka Yolahati (Medan), dan Febrina Valentine (Pontianak). Inilah yang membedakan dengan 6 event sebelumnya, PT Astra Honda Motor selaku penyelenggara menampilkan kelas khusus instruktur wanita, meski sifatnya eksebishi.

"Tampilnya instruktur wanita karena pengendara wanita cukup banyak. Bila pada 2004 kontribusinya tercatat 14 persen, sekarang ini (2013) jumlahnya sudah mencapai 28 persen," Jelas Agustinus Indraputra selaku GM Marketing Planning & Analysis AHM. Selain itu, lanjut Indra, khusus tahun ini Honda meningkatkan kemampuan pada perangkat lunak (software) peserta pada alat peraga atau riding trainer yang digunakan, di antaranya pilihan sepeda motor dan simulasi pengereman.

Kasubdit Dikyasa Dirlantas NTB AKBP Lalu Adnan SH  menyambut baik event ini. Karena, katanya, angka kecelakaan di Mataram cukup tinggi. "Bila selama 2012 angka kecelakaan tercatat 400 jiwa, sekarang ini, sampai pertengahan tahun, jumlahnya sudah sama dengan tahun lalu," paparnya. Makanya, saya berterima kasih kepada Honda karena latihan seperti ini belum pernah dilakukan merek lain.

"Jangan cuma menjual saja. Ibarat penjual kue yang tidak memikirkan sampahnya. Beda dengan Honda, selain menjual juga memikirkan faktor keselamatan berkendara," ungkap Adnan.

Indra pun memastikan bahwa AHM punya prinsip "No Sales without Safety" sebagai bukti tanggung jawab perusahaan terhadap masalah keselamatan berkendara. Makanya, acara ini rutin diadakan setiap tahun dengan melibatkan peserta para instruktur hasil penyaringan main dealer dan kominitas Honda.

Sistem penilaian

Dalam kompetisi ini, peserta mengikuti ujian coaching skill (teori) berupa penyampaian materi edukasi keselamatan berkendara secara baik dengan bantuan alat simulasi, yakni Honda Riding Trainer. Selesai teori, diuji kemampuan berkendara dengan mengendarai Honda CB150R meliputi ketrampilan mengerem (Braking Skill), menjaga keseimbangan dalam kecepatan lambat (Narrow Plank), mengendalikan setang dengan akselerasi yang benar (Slalom Pylon), pengendalian setang dengan posisi berkendara yang benar (Slalom Course).

"Setiap peserta, dalam uji kemampuan dikasih modal 1.000 poin. Bila melakukan kesalahan, modalnya akan berkurang," terang Anggono Iriawan, GM Safety Riding & Motorsport AHM kepada KompasOtomotif.

Ia mengambil contoh, sebelum start, peserta tidak melihat kondisi di kiri dan kanan akan didenda 500. Lalu, saat menikung, pijakan kaki menyentuh aspal, juga mengurangi nilai. Termasuk, menarik tuas rem tangan dengan dua jari. Seharusnya dengan keempat jari, karena putaran gas akan membalik penuh. "Sangat berbahaya jika menggunakan dua jari, grip gas masih tertahan, membuat putaran mesin tinggi, sehingga kemungkinan jauh ada," urainya.

Hasil kompetisi

Juara Grup
1. Astra International-HSO Bengkulu
2. Astra International-HSO Yogyakarta
3. Astra Internasional-HSO Denpasar

Juara Instruktur Honda
1. Aldea Hendry -Daya Adicipta Mustika, Jabar
2. Juwito -Astra International - HSO Mataram
3. Ibnu Fachrizal - Astra International -HSO Balikpapan

Juara instruktur Komunitas
1. Alan Darma Saputra - Mitra Pinasthika Mulia - Jatim
2. Hasbi Ansyori - Astra International - HSO - Bengkulu
3. Suryo Putranto -Astra International - HSO - Semareang

Juara instruktur wanita
1. Novara Dita - Capela Dinamika Nusantara - Aceh
2. Mariani Oley -Daya Adicipta Wisesa -Manado
3. Febi Suprianty - Daya Adicipta Mustika - Jabar

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.00  

0 komentar:

Poskan Komentar