“Rosberg Rebut "Pole Position", Duo Mercedes di Depan” plus 2 more

Sabtu, 25 Mei 2013

“Rosberg Rebut "Pole Position", Duo Mercedes di Depan” plus 2 more


Rosberg Rebut "Pole Position", Duo Mercedes di Depan

Posted:

Monaco, KompasOtomotif - Apa yang diprediksi oleh Fernando Alonso bahwa Mercedes sangat kuat di trek Monaco, terbukti benar. Kedua mobilnya menguasai kualifikasi dengan menempatkan Nico Rosberg di "pole position", Sabtu (25/5). Pebalap Jerman tersebut mengukir waktu terbaik 1 menit 13,876 detik yang diraihnya masuk injury time dan ini untuk ketiga kali direbutnya dan keempat bagi Mercedes sampai seri VI ini.

Sementara rekan setimnya, Lewis Hamilton kalah cepat 0,091 detik. Dengan terpaut waktu yang ketat menunjukkan kalau kedua Mercedes W04 sangat kencang. Hanya, jangan seperti kejadian di Barcelona lalu, yang kian lama performa mobil terus mengendur.

Di belakang mereka membayang Sebastian Vettel. Pebalap Red Bull yang kini memimpin klasemen sementara dengan 89 angka tercepat ketiga dengan waktu 1:13,980. Di sebelah Vettel adalah rekan setim Mark Webber.

Nasib kurang baik dialami Fernando Alonso. Di masa injury time ia coba tampil maksimal, namun tidak didukung tenaga mobil yang baik. Akhirnya, ia berada di baris ketiga bersama Kimi Raikkonen.

 
Kualifikasi I :Massa kena penalti

Pebalap Ferrari Felipe Massa terkena penalti 5 grid karena ganti girboks setelah mengelami kecelakaan hebat di latiha terakhir. Bahkan ketika kualifikasi sudah dimulai, teknisi Ferrari masih sibuk mempersiapkan mobilnya.

Di luar dugaan, rintik hujan turun dan mulai membasahi bagian tertentu lintasan. Kondisi ini cukup membingungkan pebalap dalam pemakaian ban, antara ban kering atau intermediate. Bendera kuning pun dikibarkan karena ada pebalap Marussia mengalami kerusakan mesin dan mobilnya derada di lintasan.

Tidak sedikit mobil saat menikung agak ke luar, apalagi di mulut tikungan bagian depan berrgerak liar. Namun para pebalap tetap mengandalkan ban kering kompon lunak dan terus berada di lintasan mengingat catatan waktu terus makin mengecil.

Sisa waktu 10 menit, lap demi lap rekor waktu tercepat terus silih berganti diukir pebalap. Dimulai dari 1:32 detik, terus dipertajam oleh Maldonado, kemudian Alonso, Vettel dengan 1:31 dan Webber ,elampuainya dengan 1:27,228 detik.

Sisa waktu 3 menit, Massa belum juga masuk lintasan, dan ternyata ia tetap mendekam di pit. Sesi I ini menjadi milik Pastor Maldonado dari Williams dengan waktu terbaik 1:23,452 detik.

Kualifikasi II : Ban intermediate

Takut-takut rintrik hujan turun, Vettel, diikuti Rosberg, Vettel, Webber, Maldonado, dan Hamilton. Semuanya memakai ban intermediate dan rintik kecil mulai membasahi tikungan tertentu.

Tak disangka, Sergio Perez dari McLaren melejit ke depan dengan waktu terbaik sementara 1:25,809, tapi dapat dipatahkan oleh Grosjean dan terus bergantian saling menggesere oleh Button, diikuti Rosberg dengan 1:22,119 detik.

Sisa waktu 3 menit, Vettel menjajal ban kompon super lunak, diikuti oleh Alonso, Kimi, Grosjean, dan Rosberg. Sesi ini dikuasai Vettel dengan waktu terbaik 1:15,998 detik. 

Hasil kualifikasi
1. Nico Rosberg Mercedes 1m13.876s
2. Lewis Hamilton Mercedes 1m13.967s + 0.091s
3. Sebastian Vettel Red Bull-Renault 1m13.980s + 0.104s
4. Mark Webber Red Bull-Renault 1m14.181s + 0.305s
5. Kimi Raikkonen Lotus-Renault 1m14.822s + 0.946s
6. Fernando Alonso Ferrari 1m14.824s + 0.948s
7. Sergio Perez McLaren-Mercedes 1m15.138s + 1.262s
8. Adrian Sutil Force India-Mercedes 1m15.383s + 1.507s
9. Jenson Button McLaren-Mercedes 1m15.647s + 1.771s
10. Jean-Eric Vergne Toro Rosso-Ferrari 1m15.703s + 1.827s


Q2 cut-off time: 1m17.748s Gap **
11. Nico Hulkenberg Sauber-Ferrari 1m18.331s + 2.343s
12. Daniel Ricciardo Toro Rosso-Ferrari 1m18.344s + 2.356s
13. Romain Grosjean Lotus-Renault 1m18.603s + 2.615s
14. Valtteri Bottas Williams-Renault 1m19.077s + 3.089s
15. Giedo van der Garde Caterham-Renault 1m19.408s + 3.420s
16. Pastor Maldonado Williams-Renault 1m21.688s + 5.700s
Q1 cut-off time: 1m26.095s Gap *


17. Paul di Resta Force India-Mercedes 1m26.322s + 2.870s
18. Charles Pic Caterham-Renault 1m26.633s + 3.181s
19. Esteban Gutierrez Sauber-Ferrari 1m26.917s + 3.465s
20. Max Chilton Marussia-Cosworth 1m27.303s + 3.851s
21. Jules Bianchi Marussia-Cosworth
22. Felipe Massa Ferrari

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Lagi-Lagi Nico Rosberg Unjuk Keperkasaan Mercedes

Posted:

Monaco, KompasOtomotif - Tampaknya tim F1 Mercedes akan menuai angka penuh di F1 Monaco yang menjadi seri VI, Minggu (26/5). Indikasi ini dibuktikan oleh pebalap Nico Rosberg yang jelang berlangsung kualifikasi kembali menjadi yang tercepat dalam latihan bebas ketiga (terakhir).

Pebalap Jerman itu mengukir waktu terbaik 1:14,370 dan hanya dirinya yang bisa tembus di bawah 15 detik. Dari penampilan tiga latihan bebas ini, diprediksi Rosber akan mampu merebut posisi start terdepan.

Tercepat kedua direbut oleh Romain Grosjean. Sebelum dipatahkan oleh Rosberg, pebalap Lotus ini sempat tercepat dengan 1:15,051. Namun, upayanya coba melampaui Rosberg kandas. Pebalap Perancis itu kembali menghajar dinding pembatas untuk kedua kali.

Kejadian pertama dialami Grosjean di menit belasan. Kedua roda depan lepas begitu membentur dinding. Coba tampil lagi, ia mampu mengagetkan lawan dengan melejit paling cepat, sebelum berhenti akibat kecelakaan.

Insiden bukan hanya dialami Grosjean saja. Pebalap Ferrari felipe Massa pun yang melesat dengan cepat melakukan kesalahan dengan mengerem keras dekat mulut tikungan. Akibatnya, bagian depan mobil nyelonong dan menabrak dinding pembatas dengan keras.

Setelah Massa, giliran Adrean Sutil dari tim Force India juga menyender di dinding pembatas. Ia tak bisa menguasai kemudi membuat mobil bergerak liar dan mencium pagar pembatas.

Jika dalam babak kualifikasi nanti Rosberg tampil sama seperti di ketiga latihan bebas, dirinya menemnpati posisi start terdepan. Tapi, salah sedikit, Vettel yang dpada latihan terakhir ini di urutan ketiga dan Alonso keempat bisa merebut "pole position" 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Pemakaian Tepat Ban "Tubeless" Sepeda Motor

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Barangkali,  banyak pemilik sepeda motor belum paham pemakaian ban tubeless.  Masih ada yang punya penafsiran keliru, katanya tubeless lebih baik. "Bukan begitu. Semua tergantung penggunaannya. Tidak selamanya ban tubeless lebih bagus, kalau pemakaiannya salah, justru merugikan. Ada beberapa yang direkomendasikan pakai ban tubeless," ujar Raymond Sinaga, pemilik toko ban Jaya Abadi, di Jl. Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan.

Satu lagi yang menurut Raymond banyak orang salah kaprah, yakni ban tubeless tidak bisa bocor. Yang benar adalah ban tubeless tidak langsung kempes kalau terkena "ranjau". Sebaiknya langsung dibawa ke tukang tambal ban.

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih, pakai tubeless atau tidak:
1. Ban tubeless lebih keras dibanding ban biasa karena struktur lapisan karet lebih tebal dan padat. Jika Anda sering melewati jalan rusak atau tidak rata, lebih baik menggunakan ban biasa. Memaksa pakai tubeless justru dalam jangka waktu tertentu, pelek dan ban cepat rusak karena benturan. "Lihat motocross, mana ada yang pakai ban pacul tubeless?" sambar Raymond.

2. Ban tubeless lebih cocok dipakai di perkotaan dengan jalan mulus. Untuk bermanuver atau menikung, ban ini lebih "nge-grip" dan stabil pada kecepatan tinggi. Beda dengan ban biasa yang enak dipakai pada jalanan padat dan macet yang butuh selap-selip.

3. Ban tubeless hanya bisa dipasangkan untuk pelek racing, lebih cocok lagi  peleknya butuh ban tapak lebar. Pelek jari-jari hanya bisa untuk ban biasa.

4. Lihat juga jenis sepeda motor. Bebek atau skutik sebenarnya lebih cocok menggunakan ban biasa, karena bobot ban tubeless akan jauh mengurangi performa. Beda dengan sepeda motor sport yang tenaganya sudah jauh lebih besar.

5. Pertimbangkan harga. Kalau tidak terlalu menjadi kebutuhan, ban tubeless yang lebih mahal ketimbang ban biasa lebih baik dihindari. Karena menggunakan ban biasa pun  banyak nilai lebihnya. Rata-rata, beda harga antara ban biasa dengan tubeless antara 30-50persen. Misalnya ban IRC tube type (biasa) ukuran 70/90-14 Rp 110 ribu, sementara Tubeless dengan ukuran sama dibanderol Rp 155 ribu. Lalu ban Corsa semi-slick ukuran 90/80-17 biasa Rp 156 ribu,  tubeless Rp 216 ribu.

Pilihan kini kembali ke Anda. Tidak ada salahnya mencoba ban tubeless. Selain lebih tahan bocor, juga stabil untuk kecepatan tinggi, tapi umurnya lebih pendek karena biasanya menggunakan compound lebih lunak. Ban biasa pun juga oke, selain murah, lebih awet dan lincah, meski harus waspada ketika tiba-tiba ranjau paku menyerang.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.21  

0 komentar:

Poskan Komentar