“Pengguna Ganja Boleh Mengemudikan Mobil di Michigan” plus 2 more

Selasa, 28 Mei 2013

“Pengguna Ganja Boleh Mengemudikan Mobil di Michigan” plus 2 more


Pengguna Ganja Boleh Mengemudikan Mobil di Michigan

Posted:

Lansing, KompasOtomotif – Aturan aneh baru saja dikeluarkan oleh pengadilan Michigan Supreme Court, Michigan, Amerika Serikat, kemarin (27/5) yang menyatakan bahwa pemakai ganja legal untuk medis, tidak melanggar hukum ketika mereka tertangkap berkendara setelah menggunakannya.

Keputusan itu sekaligus membatalkan kasus yang menimpa Rodney Koon, saat dia diberhentikan polisi pada 2012 karena tancap gas melewati batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan. Koon ditengarai menghisap asap lintingan ganja legal untuk medis, dan hasil tes darahnya, positif.

Memakai marijuana ilegal di Michigan. Namun pengadilan tertinggi setempat membuat pengecualian untuk ganja legal buat medis, sejak ganja dilegalkan untuk obat-obatan sejak 2008. "Ada perlindungan khusus untuk pasien dari tuntutan penggunaan marijuana," kata hakim dikutip USAToday.

Masalahnya, untuk bisa mendakwa, polisi dan penegak hukum harus bisa menunjukkan bahwa pengemudi berkendara di bawah pengaruh ganja. Nah, kata-kata "di bawah pengaruh" inilah yang rancu. Bagaimana membuktikannya?

Akhirnya muncul saran dari pengadilan kepada pembuat hukum - parlemen - untuk memberi batasan pengaruh ganja, seperti kandungan alkohol dalam darah. Dengan begitu, batasan menjadi lebih jelas, khususnya bagi pengguna ganja legal yang sedang mengemudi mobil.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

CB750 Racing, Dari Tamiya Menjadi Betulan

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Dari sepeda motor produksi massal, dipakai balapan, dibikin replika mainan dan berakhir di ranah modifikasi. Itulah siklus Honda CB750 Racing yang memenangi balap Daytona 200 pada 1970 ini.

Honda yang satu ini tidak hanya sukses untuk penjualan, juga di lintasan balap. Tamiya membuatnya dengan skala 1:6. Setelah itu menjalar ke  modifikator, menginspirasi penggila balap klasik, termasuk Nugroho untuk menghidupkan kembali sang legenda.

Dia membangun versi modifikasi dibantu oleh Donny Ariyanto dari Studio Motor di Jalan Kesehatan Raya, Bintaro, Jakarta Selatan. "Saya melihat mainan replika Honda CB750 cafe racer saat jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Langsung terbayang, kalau saya mengendarainya, pasti jadi pusat perhatian," ujar Nugroho.

Rongsokan
Modal awalnya, Honda CB750 buatan 1972 dengan kondisi cukup mengenaskan. Bahkan hampir menjadi rongsokan karena tak pernah dirawat dengan benar. Untung, mesin nyaris asli, memudahkan proses modifikasi dan penyetelan mesin.

Rangka orisinal sedikit diubah, khusus di bagian belakang. Untuk membuat fairing dan buntut, dipilih pelat galvanil 1 mm. Sedangkan untuk tangki pakai pelat yang sama, 1,2 mm. Desainnya dibuat semirip mungkin dengan versi balap maupun replika Tamiya.

Sokbreker depan asli dicopot, diganti copotan dari Suzuki Bandit 400 yang lebih besar. Pelek orisinal 19 inci dipertahankan, tapi kini dibalut ban lebih fashionable, yaitu Firestone Deluxe Champion 4.00-19 di depan dan 4.00-18 di belakang. "Biar klasiknya makin keluar. Kalau diganti pelek aneh-aneh, penampilannya malah rusak," imbuh Donny, sang modifikator.

Kini saatnya menghidupkan mesin. Setelah berfungsi dengan baik, hampir semua bagian mesin dilabur hitam dof agar berkesan bersih. Pada proses pengerjaan terakhir, dipilih peranti-peranti pendukung seperti setang, lampu, pijakan kaki. Modelnya disesuaikan dengan aura balap klasik. Empat pipa gas buang asli dicopot, dibuat kustom garapan Asky Muffler.

Klasik Mewah
Tongkrongan yang mulai kentara dibalur cat warna red candy dengan corak garis (stripping) putih. Sentuhan akhir menggunakan pernis dari Spies Hecker agar selalu kelihatan "basah". Warna ini sedikit lebih tua dari versi aslinya yang mengarah ke oranye tua. Namun kini, kesan mewahnya justru lebih kentara. Jika pada replika fairing-bernomor "2", Nugroho memilih  "28", tanggal lahirnya.

Sepeda motor ini pun mendapat perhatian khusus dalam ajang Kustomfest yang diselenggarakan di Yogyakarta Oktober 2012 silam. Tampilannya paling nyeleneh di kelas Japan Main Head. Bravo!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Leaf Menguntungkan Sebagai Taksi

Posted:

London, KompasOtomotif - Penjualan Nissan Leaf boleh saja tidak "meledak" untuk konsumen umum. Namun untuk armada perusahaan taksi di Eropa, justru semakin disukai!

Buktinya, sejak dipasarkan pada akhir 2009 lalu, perlahan tapi pasti, semakin banyak terlihat seliweran di jalan utama negara-negara Eropa dengan argometer. Model kebanggaan Carlos Ghosn ini mulai menggantikan keberadaan taksi-taksi bermesin diesel yang selama ini digunakan di beberapa negara, seperti Inggris, Spanyol, Portugal, Jerman, Swiss dan Belanda. Kini, jumlah negara yang menggunakannya terus bertambah.

"Leaf sangat lapang! Para pengemudi taksi menyukai sensasinya Kelengkapan fitur di setir juga membuat pengemudi merasa lebih nyaman," jelas Alexander Hurst, Direktur Pelaksana perusahaan Phoenix Taxi di Inggris, dilansir Inautonews, kemarin (27/5/2013).

Tanpa harus beli solar, Phoenix Taksi menghemat sampai 5.000 pound (Rp 73,9 juta) per tahun! Lumaya!  Akhirnya, Alexander memastikan akan menambah unit Leaf untuk armadanya 15 unit  lagi sampai 2014.

Taxu-E, perusahaan taksi di Amsterdam, salah satu pemakai Leaf yang gencar mengampanyekan penggunaan Leaf sebagai taksi. Perusahaan ini punya 13 unit Leaf untuk taksi dan sudah digunakan sampai 700.000 km. Setiap hari, Leaf harus mengisi ulang baterainya dua sampai tiga kali karena tidak pernah sepi penumpang.

"Amsterdam saat ini dipadati 3.000 taksi dan mobil yang kami gunakan ikut membantu mengurangi gas emisi buang. Ke depan masih besar potensinya," beber Rud Zandvliet, pendiri Taxi-E.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: 'You Say What You Like, Because They Like What You Say' - http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/731-you-say-what-you-like-because-they-like-what-you-say.html

Diposkan oleh iwan di 15.25  

0 komentar:

Poskan Komentar