“Mobil Listrik Menristek Diperkenalkan Bulan Depan” plus 2 more

Jumat, 12 April 2013

“Mobil Listrik Menristek Diperkenalkan Bulan Depan” plus 2 more


Mobil Listrik Menristek Diperkenalkan Bulan Depan

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, kemarin (11/4), melihat langsung mobil listriknya di Bengkel Signal Kustom, Bandung.

"Pak Menteri sudah melihat langsung kondisinya. Beliau minta segera diselesaikan agar bisa diperkenalkan bulan depan," ujar Abdul Hapid, Koordinator Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat dihubungi KompasOtomotif siang tadi.

Saat ini, lanjut Hapid, sedan tersebut sudah 80 persen dan masuk tahap penyelesaian akhir. LIPI dan Signal Kustom berusaha ngebut untuk mewujudkan permintaan tersebut.

Mobil itu akan diberi nama Hevina Sedan, sama dengan mobil listrik hasil buatan LIPI sebelumnya, Hevina Bus. "Memang belum resmi, tapi sebelum ada nama pengganti, kita pakai nama Hevina," ungkapnya.

Setelah semua siap, sebelum diperkenalkan ke publik, LIPI akan melakukan serangkaian uji coba. Pertama, uji sasis dan dyno di LIPI, Bandung, Jawa Barat. Setelah yakin aman, uji coba dilanjutkan dengan jalan di dalam dan luar kota.

Komponen yang menjadi perhatian utama adalah perangkat keselamatan, kelistrikan, dan daya tahan motor listrik bersama baterai. Karena akan digunakan sebagai mobil dinas dan dipakai sehari-hari, semua harus berjalan dengan baik.

"Untuk daya tahan baterai dan motor listrik, kita sudah lama mencobanya. Bahkan, salah satu mobil Kijang lama, yang kita ganti dengan motor listrik, sampai saat ini masih aktif, malah bisa digeber hingga 120 kpj di jalan tol," tutup Hapid.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Ingin Empuk atau Keras, Ganti Per!

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif — Setiap mobil punya karakteristik yang berbeda-beda soal peredaman suspensi. Akibatnya, banyak pemilik mobil mengeluh dengan kinerja suspensi. Misalnya, terlalu keras atau sangat empuk dengan goncangan besar. 

Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Bila masa garansi mobil sudah habis, maka datang saja ke spesialis suspensi, minta carikan suspensi sesuai dengan keinginan.  

Berikut kami siapkan tips untuk mengetahui karakteristik suspensi—khususnya per—seperti yang dijelaskan oleh Alex Karnadi, punggawa bengkel Ceper Baru, spesialis suspensi di Jakarta Selatan.

Per keong
Sebelum mengganti, tanyakan dulu ke bengkel, per apa yang cocok untuk mobil Anda. Utamanya, ukuran mangkok dan tinggi per. Pasalnya, ukuran yang tidak pas akan menimbulkan bunyi-bunyian saat mobil melintas di jalan bergelombang dan rusak. Cari per yang sama tingginya dengan as sokbreker. Tujuannya untuk mencegah goyang atau mangkok lepas. 

Setelah memperoleh beberapa pilihan, tentukan per yang akan dipasang. Untuk menentukan per keras atau empuk, lihatlah secara fisik. Pertama, perhatikan diameter batang per; kalau besar, berarti keras. Lantas, amati jarak lilitan; kalau lebih renggang, berarti keras. 

Lainnya, material per, baja murni atau tidak. "Kalau baja, lebih lentur. Semua mobil sekarang sudah pakai bahan yang sama, kandungan baja cuma setengah," papar Alex yang biasa dipanggil Babe.

Manfaatkan per di mobil Anda sebagai patokan.

Per daun
Per ini sudah jarang dipakai, kecuali pada minibus dengan basis mobil barang. Agar empuk, lembaran per dikurangi. Untuk mendapatkan hasil maksimal, bagi yang masih memakai sokbreker oli, ganti dengan yang model gas. Tujuannya untuk membantu memperoleh gaya pantulan ke atas (rebound). Bila ingin memperkeras bantingan, bisa dengan menambah lembaran per. Ukurannya harus sesuai kuping yang mengikat lembaran di rangka atau sasis mobil.

Proses penggantian per paling lama 2 jam. Harganya Rp 800.000-Rp 1,3 juta untuk mobil Jepang, sedangkan untuk mobil Eropa lebih mahal sekitar 50 persen.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Wuih, Nissan GT-R untuk Perang

Posted:

New York, KompasOtomotif - Nissan GT-R tampil lagi di film Holywood. Setelah dua kali di Fast and Furious (Fast5 dan Fast6), kini giliran film fiksi ilmiah, Elysium. Mobil sport tersebut diandalkan Max Da Costa - diperankan oleh Matt Damon - untuk membasmi  zombie.

GT-R yang digunakan adalah model terbaru dan sudah dimodifikasi. Berbeda dengan Fast6 dimodifkasi dulu agar tampil keren dan sangar, di Elysium dirombak menjadi mobil perang. Kaca depan dilengkapi tameng besi di kaca depan, samping dan belakang dan lampu sorot di atap. Juga ada kabel-kabel untuk menyetrum zombie.

Merek lain yang ikut adalah Bugatti, bukan mobil, tetapi  pesawat ruang angkasa! Inilah cuplikannya!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.05  

0 komentar:

Poskan Komentar