“Honda Brio Kian Melejit” plus 2 more

Selasa, 02 April 2013

“Honda Brio Kian Melejit” plus 2 more


Honda Brio Kian Melejit

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - PT Honda Prospect Motor berhasil mencatatkan rekor penjualan wholesale  tertinggi di Maret lalu mencapai 11.497 unit, naik 20 persen dari bulan sebelumnya hanya 9.529 unit. Upaya memenuhi pesanan beberapa model unggulan seperti Jazz, Freed, Brio dan CR-V sejak akhir tahun lalu menjadi salah satu alasan terjadinya lonjakan.

Model terlaris Honda masih disumbang Jazz dengan kontribusi 3.668 unit, disusul Brio 2.843 unit, CR-V 2.817 unit dan Freed 1.096 unit. Di segmen sedan, City masih paling besar sumbangannya dengan 499 unit, selanjutnya Civic 436 unit dan Accord 13 unit. Segmen mobil hibrida CR-Z berhasil terjual 96 unit sedangkan Odyssey 29 unit.

Dari semua model, Brio menjadi model paling melejit penjualannya hampir dua kali lipat (97 persen) dibanding bulan sebelumnya hanya 1.440 unit. "Freed yang baru diluncurkan bulan bulan lalu, pesanan langsung menumpuk, termasuk Jazz, Brio dan CR-V. Pasokan diperbesar karena memang ada permintaan dari konsumen," komentar Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM kepada KompasOtomotif, kemarin (1/4/2013).

Naiknya pesanan konsumen karena Honda menambah varian beberapa model baru seperti Jazz. Freed juga ditawarkan dengan fitur lebih lengkap untuk setiap varian. "Secara keseluruhan, penjualan model Honda menunjukkan tren positif sepanjang kuartal pertama tahun ini. Kami berharap tren kenaikan terus berlanjut pada bulan-bulan selanjutnya," tutup Jonfis.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Kenali Filter Udara dan Cara Merawatnya

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Saringan udara (filter) pada sepeda motor menjadi bagian penting dari mesin pembakaran biasa. Ketika udara yang disaring tidak sepenuhnya bersih, akibatnya bisa fatal, mengotori proses pembakaran. Lebih parah menggores dinding silinder serta piston, akibatnya membuat performa menurun.

Makanya, saat melakukan servis berkala, komponen tersebut harus dibersihkan. Bahkan, setiap menempuh 15.000-20.000 km harus diganti. "Tapi kalau tinggal di daerah yang banyak debu, pabrik, atau proyek tentu lebih cepat kotor dan sering diganti.  Harganya murah, antara Rp 30-80 ribu. Kalau yang lebih mahal banyak juga, bisa di atas Rp 100 ribu," ujar Maryadi, pemilik bengkel Subur Jaya, Palmerah Barat.

Nah, untuk sepeda motor, ada tiga jenis filter. Cara merawatnya juga berbeda. Berikut jenis dan tipsnya:

1. Tipe konvensional, berbahan busa. Biasanya terdapat pada sepeda motor dengan tahun pembuatan lama, sebelum 2005. Membersihkannya cukup dengan menyiram atau merendamnya dengan campuran air dan sabun. Setelah itu dikeringkan dan disemprot udara bertekanan tinggi. Untuk lebih maksimal lagi, lapisi dengan oli dan diratakan untuk menangkap kotoran. Jika busanya sudah mengeras, atau pori-porinya mulai tampak tidak rapat, tandanya perlu diganti.

2. Filter Kertas (kering). Banyak yang bilang sebagai fiter "dry element", mempunyai bahan lebih tebal sehingga tidak cepat rusak saat menyaring udara. Untuk membersihkannya juga mudah, tinggal semprot dengan udara bertekanan tinggi dari arah berlawanan dengan arah udara masuk. "Sebaiknya filter jenis ini diganti setiap kelipatan 8.000 km," saran Maryadi.

3. Filter Kertas (basah). Biasanya terdapat pada sepeda motor matik, atau sepeda motor tahun pembuatan baru. Bahan kertasnya secara kasat mata sama dengan filter kertas kering, tapi jika diraba, terasa ada lapisan pelumas khusus untuk menangkap kotoran. Tipe ini tidak boleh dicuci. Membersihkannya cukup dipukul-pukul ringan. Tapi lebih disarankan ganti setiap 15.000 km.

Maryadi menambahkan, semua tipe sebenarnya bisa diolesi dengan oli, asal tahu cara yang benar. Ada minyak khusus untuk penyaring udara ini. Tapi jika darurat pun, bisa diolesi dengan oli encer (baru), dan tidak perlu sampai basah kuyup.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Meski Belum Naik Podium, Perez Dipuji

Posted:

Waking,KompasOtomotif - Dari dua seri F1 2013 yang sudah dilangsungkan (Australia dan Malaysia), pebalap Sergio Perez baru mengoleksi 2 angka. Kendati begitu, Martin Whitmarsh, bos McLaren mengaku terkesan dengan sikap pengganti Lewis Hamilton tersebut di tengah awal start yang sulit dialami skuad Inggris musim balap 2013.

Penggemar F1 tentu berharap penampilan pebalap asal Meksiko bisa lebih hebat dibanding semasa dirinya bersama Sauber di dua musim. Kenyataannya, harapan itu belum muncul setelah dua seri.

Perez sendiri pernah mengutarakan akhir tahun lalu bawah ia tidak melihat alasan mengapa tidak bisa langsung menggebrak (naik podium) bersama McLaren. Kendati, ia telah berhasil menyumbangkan angka.

Whitmarsh sendiri memuji pendekatan Perez terhadap problem dialami McLaren. Dikatakannya, pebalap barunya itu belum menempatkan salah kaki."Dia telah melakukan pekerjaan yang solid. Sangat gampang membingunkan Anda ketika datang ke tim seperti McLaren tidak mempunyai mobil yang cukup cepat," ungkap Whitmarsh.

Perez, menurutnya, tergolong pria yang cerdas dan sangat muda. "Dalam pikiran saya, dia belum menempatkan salah kaki." Ditambahkannya, suatu berkah tim memiliki dua pebalap seperti Perez dan Jensson Button. "Saya sangat, sangat diberkati pada momen ini dengan pebalap kita punya sikap dan pendekatan," tutup Whitmarsh.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar