“Hino Tingkatkan Kandungan Lokal Komponen” plus 2 more

Sabtu, 13 April 2013

“Hino Tingkatkan Kandungan Lokal Komponen” plus 2 more


Hino Tingkatkan Kandungan Lokal Komponen

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) terus menaikkan kandungan komponen dalam negeri (TKDN) seperti connecting rod, cilinder head, crank shaft, cylinder block dan cam shaft yang semula masih diimpor dari Jepang. Tujuannya, untuk meningkatkan daya saing

"Untuk Dutro dari semula 50-60 persen akan naik lebih besar lagi. Namun, angka pastinya harus dihitung lagi," komentar Husnul Rofik, Welding Dept HMMI di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin (12/4/2013).

Kapasitas produksi HMMI di kawasan industri Kota Bukit Indah, Purwarkarta, Jawa Barat, mencapai 75.000 unit per tahun. Fasilitas produksi terbagi dalam tiga bagian utama, yakni merakit truk kecil, medium dan gudang truk menengah (medium).

"Total luas pabrik mencapai 25,5 hektar dengan rincian, pabrik truk kecil 12.352 meter persegi, truk menengah 16.880 meter persegi dan gudang truk menengah 10.640 m2," komentar Assistant Manager Product Certificate and License Corporate Affair Division Hadi Setiawan disela Kunjungan Media ke Pabrik Hino.

Sejak mulai beroperasi 2003, HMMI telah menggelontorkan dana total 112,5 juta dolar AS atau Rp1,09 triliun sampai akhir Januari 2013. Dana ini termasuk investasi baru investasi 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 286 miliar, Agustus tahun lalu untuk membangun pabrik baru komponen mesin Dutro. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Pasar Truk Domestik Masih Lesu

Posted:

Sukabumi, KompasOtomotif - Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengatakan, total pasar truk domestik masih lesu, khususnya untuk kategori III (truk medium). Harga sejumlah komoditas pertambangan, khususnya batu bara yang lesu membuat penjualan unit baru masih tertahan.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan truk kategori II (truk ringan) sepanjang kuartal pertama tahun ini tercatat naik menjadi 31.085 unit, naik dari periode yang sama 2012 hanya 27.754 unit. Sedangkan kategori III total penjualan tercatat 4.479 unit, naik 14 persen dari sebelumnya 3.914 unit.

"Pertumbuhannya harusnya bisa lebih besar lagi, tapi karena pertambangan lesu jadi tertahan. Namun, pasar bisa dialihkan ke sektor lain seperti bidang distribusi barang konsumsi atau infrastruktur," komentar Santiko di sela Media Gathering Hino, di Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, kemarin (12/4/2013).

Pencapaian Hino

Posisi Hino di segmen truk ringan masih terus berupaya mengejar dominasi pemimpin pasar yang masih didapuk Mitsubishi. Tiga bulan pertama, Hino berhasil menjual 3.628 unit, naik 8,7 persen dari sebelumnya 3.336 unit. Hino hanya menguasai pangsa pasar 11,6 persen dari total penjualan. Di kelas ini, Hino mengandalkan model Dutro yang bersaing dengan Mitsubishi Canter, Toyota Dyna, dan Isuzu Elf.

Sedang dikategori medium, dominasi Hino masih belum tergoyahkan dengan penjualan 2.080 unit, naik 27,2 persen dari tiga bulan tahun lalu tercatat 1.634 unit. Mengandalkan Ranger, Hino menguasai pangsa pasar dengan 46,4 persen dari total penjualan dan bersaing dengan merek lain seperti Mitsubishi Fuso, Isuzu Giga dan UD Truck.

"Untuk tahun ini target penjualan kami secara total ditetapkan 40.000 unit, akan disumbang oleh Ranger 32.000 unit dan Dutro 18.000 unit," jelas Santiko.

Pasar truk kategori III, lanjutnya, diharapkan akan kembali naik lebih besar lagi sepanjang semester kedua tahun ini. Salah satunya mengandalkan, beberapa proyek infrastruktur yang berlimpah termasuk barang konsumsi yang terus naik penjualannya tahun ini.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Hino Bakal Pasarkan Profia "Heavy Duty"

Posted:

Sukabumi, KompasOtomotif - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMI) menginformasikan sedang menyiapkan model baru untuk memperkuat truk kategori 5 (heavy duty) di Indonesia. Produk ini rencana diluncurkan semester kedua tahun ini untuk mempeluas portofolio Hino khususnya di sektor pertambangan.

"Namanya Profia, tetapi kami belum bisa mengatakan kapan pasti peluncurannya dilakukan, tunggu saja," komentar Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Pemasaran HMSI di Sukabumi, Jawa Barat, kemarin (12/3/2013).

Profia akan dipasarkan dalam dua varian, yakni ZY1E dengan bobot bersih (GWVR) 50 ton, dibekali mesin E13CTR bertenaga 410 PS dengan sistem penggerak 8x4 roda. Model kedua, ZS1E, GWVR 51 ton, bermesin sama, tapi tenaganya lebih besar mencapai 460 PS dengan sistem penggerak 6x4.

Mengacu data Gaikindo, sepanjang kuartal pertama tahun ini total penjualan truk kategori 5 mencapai 3.332 unit. Hino sendiri baru menjual 21 unit, jauh di bawah pemimpin pasar Mitsubishi dengan 2.500 unit. "Sepanjang tahun lalu kami berhasil menjual 160 unit truk di kelas ini, dan tahun ini target kami naikkan menjadi 400 unit," beber Santiko.

Walau masih jauh dari target yang ditetapkan, Santiko mengaku optimis bisa mengejar target penjualan. Salah satunya dengan meluncurkan model baru untuk bersaing di kelas ini.

Profia sendiri semula hanya di jual di Jepang sejak 1992, melanjutkan model Super Dolphine (1981-1992). Model ini kini sudah masuk ke generasi ketiga.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.39  

0 komentar:

Poskan Komentar