“Edan, Datsun "Burnout" Sampai Terbakar [Video]” plus 2 more

Jumat, 05 April 2013

“Edan, Datsun "Burnout" Sampai Terbakar [Video]” plus 2 more


Edan, Datsun "Burnout" Sampai Terbakar [Video]

Posted:

Sydney, KompasOtomotif - "Burnout" (spin ditempat)  Mayhem merupakan salah satu event besar otomotif dan terfavorit  di Australia.  Tahun ini perhelatan tersebut digelar di Sydney, akhir Maret lalu dan dinilai beberapa kalangan termasuk  paling heboh yang pernah diselenggarakan.

Peserta  menampilkan mobil-mobil bermesin besar dan ekstrem dengan tenaga dahsyat. Di antaranya ada Datsun 1200 keluaran 1973 milik tim SKUD mempertontonkan kemampuan mesinnya. Saking asiknya, aksi burnout  sampai mengeluarkan api dari ban belakang. Namun atas keahlian pria 43 tahun yang berada di balik kemudi, api tersebut tidak sampai menjalar dan membakar mobil. Untuk memastikan bahwa api telah padam, beberapa petugas ikut menyemprotkan pemadam api ringan.

Silahkan lihat aksi Datsun tersebut di video berikut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

"Baby Bird" Heritage Retro berwajah Klasik-Modern

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Bambang Witono baru dua tahun "main" sepeda motor. Kendati demikian, seleranya tak mau dianggap kalah dengan pemain lama modifikasi. Bermodal Harley-Davidson Heritage Softail Classic lansiran 2004, pemilik restoran Tekko di kawasan Batu Tulis, Jakarta Pusat itu ingin menyulapnya sefantastis mungkin.

Ide awal muncul, dengan bayangan konsep retro. Setelah dirinya datang ke Imagineering Custom di Gading Kirana Barat VI, Kelapa Gading, Jakarta Utara, milik Tedja Widjaja, pemikiran itu semakin dimatangkan. "Saya suka klasik, dan sepeda motor ini harus jadi ikon klasik," jelas Bambang.

Tedja sebagai pemodifikasi lantas menggali keinginan Bambang dengan wawancara singkat. Dari pertemuan itu, disepakati modifikasi mengarah ke klasik-modern, khas moge retro Amerika. Karena sepeda motornya Heritage Softail, aliran ini pun dinamai Heritage Retro, penegasan karena dua-duanya mengandung arti harfiah klasik.

"Saya mengajukan konsep retro, karena cocok dengan sosok Bambang yang kalem, gemar main saksofon dan piano, penggemar mobil klasik. Pas kalau mengadopsi aliran retro. Tapi sepeda motor jenis ini harus tetap tampak modern," jelas Tedja.

Makin Pendek
Karena harus bisa dipakai sehari-hari, sebisa mungkin rasanya tak jauh beda dengan versi awal. Sasisnya asli, tapi bodi harus rombak total. Tangki, sepatbor, jok, hingga buritan dikustom dengan bahan komposit fiber (campuran fiber dengan bahan lain) kecuali tangki yang memakai pelat galvanish.

Dari samping tak lagi datar, bodinya seolah turun dari depan ke belakang, membuat joknya semakin rendah. Jarak antara jok ke setang juga lebih panjang. "Menyesuaikan tiga bagian ini (tangki, jok, sepatbor belakang) lama benar. Harus pas supaya tidak fals," ucap Tedja.

Setelah bagian tengah ke belakang ditemukan pakemnya, bagian depan dioprek. Demi mengimbangi dimensi baru, sudut kemiringan kaki depan direbahkan menjadi 40 derajat. Secara keseluruhan, panjang sepeda motor tambah 1 meter, apalagi knalpot Samson model buntut ikan menjulur jauh melebihi roda belakang.

Bunglon
Sebagai finishing pengerjaan bodi, dipilih cat bunglon cokelat Posh Limited Edition yang cocok dipajang malam hari. Kombinasi krom pada hampir semua bodi membuatnya semakin kinclong.  Pelek Arlen Ness 23 inci depan dan 17 inci belakang menambah kesan retro-modern semakin kental.

Selebihnya pemasangan kelengkapan seperti lampu depan model Road King, jok La Pera Product, hingga spion Paul Yafee. Butuh enam bulan untuk membangun motor yang dijuluki Baby Bird ini. "Itu panggilan anak saya. Dia sudah mengklaim kalau motor ini miliknya," ujar Bambang seraya tertawa.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Agya-Ayla Tak Jelas, Mobkas di Bawah Rp 100 Juta Diburu

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Belum adanya kepastian dipasarkannya si kembar mobil murah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla, membuat konsumen yang sudah menaruhkan uang tanda  jadi Rp1-Rp5 juta mulai gerah. Begitu juga peminat yang memiliki uang tidak lebih dari Rp100 juta (belum memberi DP), tapi punya ketertarikan tinggi, sepertinya sudah hilang kesabaran. Akhirnya, mobil bekas (mobkas) pun jadi sasaran. 

KompasOtomotif sempat bertandang ke beberapa pedagang mobkas untuk mengetahui kendaraan apa yang diburu. Ternyata, pilihan mereka mobil dengan harga di bawah Rp 100 juta.

"Banyak yang datang ke kita mencari mobil irit, awet, perawatan mudah dan tidak mahal, masih berumur muda serta harganya di bawah Rp 100 juta," jelas Ekky, pengelola ruang pamer Sagung Motor di Jakarta Timur.  Menurutnya, konsumen yang mencari mobil ke tempatnya banyak mengeluhkan ketidakpastian Agya dan Ayla.

Di lain pihak, Jamal,  penjual mobkas di Jakarta Selatan punya cerita lain. Disebutkannya, beberapa mobil berumur lebih dari 10 tahun masih dicari dan harganya pun cukup mahal. "Karena, model masih enak dilihat, mudah dimodifikasi jadi lebih elegan. Hal lainnya BBM tetap irit serta perawatannya gampang dan murah," tambahnya. Mobil yang dimaksud adalah Toyota Corolla dan Soluna keluaran 2000 - 2002.

Sementara Firman, pedagang di Fatmawati, Jakarta Selatan  mengatakan ada mobil-mobil MPV legendaris yang masih tetap dicari meski berumur tua karena terbukti tahan banting dan muat banyak. Seperti Toyota Kijang dan Isuzu Panther.

Berikut daftar mobkas dengan banderol di bawah Rp 100 juta yang masih laris manis.

 

Merek

Model

Tahun

Kisaran Harga

Toyota

All New Corolla

2000 - 2002

Rp 70 - 90 jutaan

 

Soluna

2000 - 2002

Rp 70 - 80 jutaan

 

Kijang LGX EFI

2000 - 2002

Rp 90 jutaan

Daihatsu

Xenia 1.0L dan 1.3L

2004 - 2008

> Rp 95 jutaan

 

Sirion

2007 - 2008

Rp 90 jutaan

 

Granmax 1.3L dan 1.5L

2008

Rp 80 - 90 jutaan

Honda

Jazz iDSi

2003 - 2004

> Rp 95 jutaan

Suzuki

Karimun

2003 - 2006

Rp 80 jutaan

 

Karimun Estilo

2007 - 2008

Rp 90 jutaan

Kia

Picanto

2004 - 2008

Rp 90 jutaan

Isuzu

Panther

2001 - 2002

Rp 90 jutaan

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar