“Begini Kerja Vettel di Infiniti” plus 2 more

Rabu, 03 April 2013

“Begini Kerja Vettel di Infiniti” plus 2 more


Begini Kerja Vettel di Infiniti

Posted:

Rhineland-Palatinate, KompasOtomotif - Sebagai ikon Infiniti dengan jabatan Director of Performance, Sebastian Vettel mulai menjalankan tugas barunya, selain pekerjaan utamanya membalap bersama tim Red Bull Racing yang disponsori merek premium Nissan. Selain menjelaskan soal keunggulan produk, pebalap asal Jerman yang menyandang juara dunia 3 kali itu bertugas menguji performa dan kestabilan model Infiniti  di beberapa sirkuit seperti Nurburgring (Jerman) dan Circuit de Catalunya (Spanyol).

Hasil ujicoba tersebut didiskusikan langsung kepada para teknisi untuk mendapat masukan guna memberikan mobil berkualitas kepada konsumen di masa depan. Salah satu bentuk hasil kerjasama yang sempat digarap adalah FX Vettel Edition dan Q50.

Nah mau tahu bagaimana pebalap asal Jerman ini melakukan pekerjaannya, serta interaksinya dengan para teknisi? Saksikan video berikut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

"Recall Mirage", KTB Rugi Minimal Rp 4,43 Miliar

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Pengumumam recall alias "Field Fix Campaign" yang baru saja dilakukan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) terhadap 1.775 unit Mirage Exceed berdampak signifikan, terutama pada neraca pengeluaran perusahaan. Agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mitsubishi di Indonesia ini ditaksir mengalami kerugian minimum Rp 8 miliar untuk menanggung pembelian suku cadang dan proses perbaikan.

Dari penelusuran KompasOtomotif  mekanik bengkel yang spesialis menangani model-model Mitsubishi, disebutkan bahwa komponen Kabel Sensor Roda Depan (Front Wheel Speed Sensor) yang bermasalah dibanderol Rp 2,5 juta per unit. Kabel ini berfungsi menginformasikan pada komputer untuk mengaktifkan ABS dalam tingkat kecepatan tertentu dan ini tidak berfungsi. Sensor itu terdapat di masing-masing roda depan, dan bila harus diganti keduanya, harus merogoh kocek Rp 5 juta.

"Untuk biaya jasa penggantian ada tambahan Rp 300.000 lagi, itu diluar harga komponen," ujar Kepala Mekanik salah satu bengkel umum yang biasa menerima pelanggan Mitsubishi di Jakarta, kepada KompasOtomotif, hari ini (3/4/2013).

Berarti, untuk kampanye perbaikan ini, KTB harus mengeluarkan biaya Rp 4,43 miliar (1.775 unit x @ Rp 2,5 juta). Jika yang bermasalah pada kedua sensor, maka  jumlahnya Rp 8,86 miliar.

Ketika coba dikonfirmasi, Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran Eksekutif KTB masih memilih untuk tidak menjelaskan nilai kerugian yang ditanggung konsumen. "Nilainya saya tidak tahu, harus dihitung dulu, nanti akan diumumkan kalau sudah jelas," beber Rizwan menjawab konfirmasi KompasOtomotif, hari ini.


 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Ducati Roda Tiga Pesaing Can-Am Spyder?

Posted:

Bologna, KompasOtomotif – Akhir-akhir ini, Ducati bak selebritis yang banyak diterpa gosip. Setelah diberitakan kalau merek sepeda motor asal Italia itu bakal pakai mesin 3.000cc bekerjasama dengan Volkswagen Group, kali ini dikabarkan bakal punya sepeda motor roda tiga yang dikembangkan bareng Audi dan diberi nama Stryker Cabriolet.

Modelnya, dua roda di depan seperti Can-Am Spyder buatan Bombardier Recreational Product asal Kanada. Diproduksi untuk menyaingi si muka laba-laba (julukan Can-am Spyder), khususnya untuk pasar Amerika.

Mesinnya akan disetarakan Ducati Multistrada dan Diavel berkapasitas 1198cc Testastretta 11°. Stryker Cabriolet punya beberapa kelengkapan unggulan dipasok dari teknologi Audi seperti ASR dan ESC, kontrol traksi, hingga ABS dari BOSCH dan mode pengendalian Ducati yang bisa mengatur besaran tenaga dari 80 hingga 100 PS.

Di AS, Can-Am menjadi pemimpin pasar dan hampir tidak ada pesaing. Stryker Cabriolet diharapkan bisa dijual di bawah 20.000 dollar AS (Rp 194-an juta) dengan bidikan seperampat pembelinya adalah orang yang belum pernah naik sepeda motor.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar