“Pelek "Classic Stlye" untuk Skutik” plus 2 more

Sabtu, 30 Maret 2013

“Pelek "Classic Stlye" untuk Skutik” plus 2 more


Pelek "Classic Stlye" untuk Skutik

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Bosan dengan tampilan skutik biasa-biasa saja? Bisa dibuat menarik dengan mengganti pelek palang 18 bergaya klasik dari Power. Tersedia untuk Mio, Mio J, Xeon, Vario dan Vario 125 dengan tiga warna pilihan: putih, silver dan hitam.

Sepasang dibanderol Rp 750.000 - Rp 825.000 dengan lebar 2.15 depan dan 2.50 (belakang). Untuk mendapatkannya, bisa slangsung ke Inti Jaya Motor, Jalan Kebon Jeruk 5 Nomor 260A, Jakarta Barat, 11160, telepon 021-6012360, 08129529693.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Yamaha X-Ride Menguji Nyali di Kaki Merapi

Posted:

Cangkringan, KompasOtomotif - Dua hari sebelum peluncuran yang dilakukan hari ini (30/03/2013), Yamaha langsung mengajak belasan wartawan Ciri khas skutik ini, setang yang lebih lebar yang bisa dilihat langsung (tidak ditutup seperti skutik biasa). Sein depan dipasang pada breket, berada di bawah tuas rem. 

Jok dua warna dengan tekstur kesat dirancang untuk menjaga tubuh pengendara dan boncengan tidak mudah bergeser saat melalui medan buruk. Kunci kontak skutik ini punya tiga fungsi, fungsi, yaitu untuk membuka bagasi, menghidupkan mesin dan mengunci. Sedangkan tangki bensin di bawah jok kapasitasnya 4,8 liter.

Mesin yang digunakan, berkapasitas 113 cc, 4 langkah, 2-katup, SOHC, berpendingin kipas (sama dengan Soukt GT), menghasilkan tenaga 10,5 PS @8.500 rpm dan torsi 8,5 Nm @7.000 rpm. Yamaha mengklaim, tenaganya 2 persen lebih besar dari Soul GT.

Medan Tes
Trek untuk mengetes skutik terdidari berbagai medan, aspal mulus, rusak, jalan tanah, pasir sampai bebatuan dengan berjarak7 km. Suspensi X-Ride dua sentimeter lebih tinggi dari skutik lain standar membuatnya terasa mudah melahap medan yang kurang mulus..

Suspensi belakang menggunakan sokbreker tabung ganda berukuran koil dengan jarak tidak sama. Waktu melintasi jalan tanah, pasir maupun bebatuan, suspensi dapat meredam getaran dengan baik, meskipun beberapa kali terasa sampai ke lengan. Juga cukup nyaman saat melibas batu berukuran dua kali lipat tapak ban. Dengan setang 2,5 cm lebih tinggi dari skutik biasa, pengendalian terasa lebih mudah. 

Dibutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak selip saat melintas jalan berbatu. Kebetulan saat dites, ban yang digunakan untuk jalan aspal. Di Kali Gendol, lintasan lahar dingin Gunung Merapi, ketangguhan X-Ride dijajal habis. Pada medan seperti ini, tenaga dari mesin standar dirasa maih belum mantap!

Yamaha Indonesia menyempatkan mampir ke Desa Petung Kepuharjo untuk menyerahkan 1.000 bibit pohon sengon (secara simbolis) kepada penduduk setempat untuk penghijauan kaki Gunung Merapi, sebagai dari tangung jawab sosial perusahaan (CSR). 

Kesimpulan

Bagi mereka yang ingin kendaraan roda dua yang praktis (serba otomatis), namun jalan yang harus dilalui sangat bervairasi,  termasuk non-aspal, kini Yamaha X-Ride kini bisa dijadikan pilihan utama!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Para �Asisten� All-New Mazda6 Bikin Tenang

Posted:

Seminyak, KompasOtomotif – Untuk bertarung di segmen sedan medium, All-New Mazda6 melengkapi diri dengan sistem keamanan yang lebih banyak. Maklum, konsumen di segmen ini lebih peduli dengan kelengkapan keamanan, mereka pun berani membayar lebih mahal. Andalan Mazda adalah kelengkapan keamanan yang tergabung dalam i-ACTIVESENSE.

Dengan i-ACTIVSENSE, All-New Mazda6 memberikan kemudahan pengendara dengan banyak "mata" untuk lebih siaga dengan lingkungan di sekitarnya. Tujuannya, untukmenghindari bahaya dan mencegah kecelakaan. Pada test drive media bertajuk Six and The City di Bali, KompasOtomotif merasakan semua "bantuan" itu.

Rem Otomatis
Pertama, Smart City Brake Support (SCBS). Rem akan bekerja otomatis ketika pengemudi lalai mengerem bila ada  obyek di depan. Syaratnya, sistem bekerja pada kecepatan minimal 4 kpj dan maksimal 30 kpj.

PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menyediakan papan bergambar mobil. Dengan melaju pada kecepatan 20 kpj, KompasOtomotif memberanikan diri tidak menginjak rem sampai mendekati papan bergambar. Mobil mengerem otomatis ketika jarak dengan papan diperkirakan 30 cm.

Bantuan kedua, dari Lane Departure Warning System (LDWS). Dengan sistem ini, pengemudi yang mengantuk mendapat peringatan. Salah satu kemungkinan pengemudi ngantu, mobil pindah lajur. Jika ini terjadi, LDWS mengeluarkan sinyal bunyi cukup keras di kabin serta indikator pada panel instrumen menyala.

Pengecualian, LDWS tidak bekerja jika mobil  melaju di bawah 60 kpj atau sensor tidak mendeteksi marka jalan (marka jalan tidak ada).

RVM
Nah, yang satu ini sangat sering aktif, yakni Rear Vehicle Monitoring (RVM) System. Fitur ini mendeteksi dan menginformasikan ke pengemudi jika ada mobil mendekat dari jarak 50 meter di belakang kiri dan kanan mobil. Selain muncul suara, peringatan warna oranye akan muncul pada spion kanan-kiri sesuai keberadaan mobil lain. Indikator bekerja pada kecepatan 30 km/jam atau lebih tinggi.

Suara tersebut bisa saja mengganggu pengamudi dan penumpang yang belum terbiasa. Namun semua layanan asisten itu sangat membantu. Jika memang merasa tidak perlu menggunakannya, bisa dimatikan. Tersedia tombol di kanan bawah roda kemudi untuk me-nonaktifkannya.

Bantuan Malam
Mengemudi di malam hari harus ekstra hati-hati. Mazda melengkapi lagi sedannya yang satu ini dengan Adaptive Front-Lighting System (AFS), pengemudi dapat melihat tikungan dalam cangkupan lebih luas.

Mobil akan membaca sudut tikungan dari input setir dan kecepatan. Setelah itu, mengarahkan lampu sesuai dengan arah mobil. Jika keadaan sangat gelap, lampu  akan menerangi bagian yang biasanya tidak tersorot lampu, terutama saatbelok.

Terakhir, High Beam Control (HBC) System, memungkinkan pengemudi melihat lebih jauh di malam hari dengan lampu dim, namun otomatis kembali ke lampu dekat saat berpapasan dengan mobil lain. Saat papasan selesai, lampu dim kembali menyala. Ini juga berlaku jika ada kendaraan lain berada di depan. HBC hanya akan bekerja di lingkungan sangat gelap dengan posisi saklar lampu di "auto" dan "high beam" (dorong tuas ke depan).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar