“Menyetir Cerdas Bersama Outlander Sport” plus 2 more

Sabtu, 16 Maret 2013

“Menyetir Cerdas Bersama Outlander Sport” plus 2 more


Menyetir Cerdas Bersama Outlander Sport

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Menyetir mobil? Banyak yang menguasai. Tapi untuk menyetir cerdas atau smart driving, tidak semua orang tahu dan mampu. Itulah sebabnya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memberikan edukasi kepada konsumen Mitsubishi Outlander Sport untuk belajar menyetir aman dan cerdas, dalam Outlander Sport Smart Driving Experience, di Parkir Barat JIExpo, Kemayoran, Jakarta, (16-17 Maret).

Tercatat 60 konsumen berkesempatan belajar lebih banyak tentang teori smart diriving yang disampaikan pereli Rifat Sungkar, dan sisanya praktik langsung. Ada dua kurikulum yang disampaikan Rifat, berupa mempelajari sekitar  kondisi jalan, hingga karakter mobil. Kurikulum keduanya mempertajam teknik mengemudi,

"Mengemudi di Jakarta sudah tidak lagi mengandalkan kecepatan. Tapi kita harus pandai mencari celah. Mungkin harus masuk jalan tikus, gang-gang sempit yang membutuhkan keahlian berkendara yang baik. Dan lebih penting, sadar keselamatan melalui teknik yang dimiliki," jelas Rifat.

Dalam praktiknya memang tak segampang berbicara. KTB menyulap parkir Barat JIExpo menjadi trek dadakan menggunakan kun dengan sejumlah karakter tikungan, bahkan ruang sempit.

"Gampang-gampang susah. Kita harus menguasai kaca spion dalam berkendara. Jangan melihat ke belakang. Kita juga harus presisi dalam mengambil tikungan-tikungan. Kelengkapan keselamatan dalam mobil hanya mendukung,"beber Echa, instruktur dalam acara ini.

Ini adalah acara pertama untuk konsumen Mitsubishi Outlander Sport. KTB sudah mengadakan acara serupa melibatkan konsumen Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Mirage. "Karakter Pajero lebih ke pembuktian kekuatan, sementara Mirage lebih ke mobil irit. Outlander lebih condong dipakai untuk berkendara di dalam kota," terang Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran KTB.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Kualifikasi Ditunda, Nico Tercepat Sesi I

Posted:

Melbourne,KompasOtomotif - Kualifikasi Grand Prix F1 Australia tidak bisa berlangsung sampai tuntas, hari ini (16/3).Pasalnya, hujan deras terus turun sejak pagi hingga pukul 18.45 waktu setempat, sehingga hanya bisa melangsungkan sesi I di bawah curah hujan.

Pada sesi pertama ini dikuasai Nico Rosberg yang berhasil mengukir waktu terbaik 1:43,380 detik. Pebalap Mercedes ini tampil sebagai yang tercepat di menit terakhir mematahkan waktu Fernando Alonso 1:43,850 yang harus puas di urutan kedua.

Sedangkan Romain Grosjean yang begitu perkasa di lintasan basah saat latihan resmi terakhir (pagi) menduduki urutan ketiga. Pebalap Lotus itu kalah cepat 0,904 dari Rosberg dan dibelakangnya membayang debutan Mclaren Sergio Perez dari Meksiko yang sebelumnya sempat terpuruk di urutan ke-16.

Kualifikasi (Q) I : Hujan tunda 30 menit
Di luar dugaan, sesi kualifikasi disertai dengan turunnya hujan, sama seperti ketika berlangsung latihan resmi terakhir (3), tadi pagi. Bahkan cuaca yang mendung pekat membuat pandangan pebalap tidak bisa jauh, tentu ini sangat berpengaruh pada pengembangan kecepatan. Bahkan, direktur perlombaan menunda kualifikasi 10 menit.

Pebalap Lotus Romain Grosjean menjadi yang tercepat dalam latihan terakhir dengan waktu 1:26,929. Dan hanya pebalap perancis yang yang mengukir 1:26, lainnya 1:27. Mampukah Ia mengulangnya dalam kualifikasi ini?

Sesuai jadwal, sesi kualifikasi dimulai pukul 17.30 waktu setempat dengan duo Mercedes sudah di mulut pintu pit, diikuti pebalap lain, termasuk sebastian Vettel membuat lintasan dipenuhi mobil balap. Akibatnya, percikan air daro roda mobil telah mengganggu pandangan pebalap.

Baru mengambil catatan waktu pertama dengan hasil yang kurang baik 1:50, Hamilton melintir dan bagian belakangnya membentur dinding pembatas, tapi masih bisa jalan. Sebelumnya, rookie Van Der Garde (Caterham) menyeruduk dinding pembatas.

Korban trek licin menimpa Felipe Massa. Di salah satu tikungan patah, mobil mengganggsing lalu bagian depan menghajar dinding pembatas membuat sayap depan hancur. Pebalap tuan rumah Webber sempat ke luar lintasan, beruntung masih bisa masuk lintasan.

Jelang lima menit terakhir, posisi tercepat direbut silih berganti mulai dari Rosberg, kemudian diambil Vettel, direbut Button, dan akhirnya kembali dimiliki Rosberg dengan 1:43,380.

Q II : Dilanjutkan besok

Kualifikasi ini kembali ditunda 30 menit akibat turun hujan cukup deras. Petugas lapangan sibuk membersihkan serpihan dari mobil Sauber yang dikemudikan Guiterrez yang menghajar dinding pembatas dengan keras di akhir kualifikasi I. Para pebalap yang berada di dalam kokpit langsung ke luar dan menanggalkan helm.

Direktue perlombaan Charlie Whiting tidak yakin 100 persen kalau sisa dua kalifikasi lagi bisa kelar sampai pukul 18.30. Jika tidak akan dilanjutkan besok pagi.

Namun, begitu mobil medis mengitari sirkuit, panitia kembali menunda start menjadi pukul 18.50, karena curah hujan masih turun, meski tidak lebat. Panitia, akhirnya memutuskan sesi kualifikasi II dan III dilanjutkan besok pagi
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Monster Siap Taklukkan "Pike's Peak" dengan Toyota 86

Posted:

Fukushima, KompasOtomotif - Legenda adu kecepatan tanjak bukit Pike's Peak, Nobuhiro "Monster" Tajima, kembali tampil dengan merek baru. Lepas dari jok Suzuki, pegiat motorsport berusia 62 tahun itu membesut Toyota 86. Sayangnya, hingga kini belum ada update dari situs timnya, Monster Sports, mengenai spesifikasi dari tunggangan baru itu. Walau demikian, jelas bahwa sponsornya masihlah produk fotografi GoPro, seperti juga pada balapan lalu saat ia mengendarai Suzuki "Monster" SX4.

Predikatnya sebagai "Monster" pun terasa kurang greget jika Toyota 86-nya tidak dioprek. Hasilnya, sedan sport dua pintu tersebut beralih wujud menjadi "Super Toyota 86". Posisi duduknya terlihat masih di tengah atau memusat, seperti pada mobil-mobil Tajima pada ajang-ajang Pike's Peak sebelumnya.

Yang khas juga pada urusan perampingan bodi sehingga Super-Toyota 86 ini jadi kurus untuk mendukung efisiensi gerak. Lainnya adalah sayap besar di belakang untuk memaksimalkan daya tekan ke bawah agar ban lebih menjejak ke lintasan, yang digerakkan oleh tenaga besar dari mesin khas balapan catatan waktu menanjak bukit ini. Sementara itu, identitas paling kental dari Toyota 86 hanya bertahan di bagian lampu depan ala mata ular dan logo Toyota di antaranya.

Sebenarnya agak janggal melihat Tajima berada di kokpit Toyota. Pasalnya, mantan pereli WRC yang pada 1981 ikut dalam Lombard RAC Rally ini lebih akrab dengan merek Suzuki dan sudah lama bercokol plus mengembangkannya. Momen-momen terbesarnya antara lain ketika ia mengendarai Suzuki Escudo V6 warna merah bermesin ganda dengan bodi super-gambot nan kekar pada 1995.

Tajima mulai menjajal Super-Toyota 86 hitam berpelek 20 inci ini pada awal Maret 2013 di suatu tempat di Prefektur Fukushima, Jepang. Walau belum ada bocoran soal isi jeroannya, suara mesin yang "krotok-krotok" saat diam saja sudah lumayan bikin minder. (Dimas Wahyu)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.00  

0 komentar:

Poskan Komentar