“Kakek Kibuli Tilang Elektronik 21 Kali” plus 2 more

Senin, 04 Maret 2013

“Kakek Kibuli Tilang Elektronik 21 Kali” plus 2 more


Kakek Kibuli Tilang Elektronik 21 Kali

Posted: 04 Mar 2013 04:41 AM PST

Saint North Geelong, KompasOtomotif - Paling ngeselin bila kena tilang! Pasalnya, harus menghadapi persidangan yang lama, antri, sampai hasutan calo di pengadilan. Faktor tersebut mendorong Mario Hili, 64, seorang pensiunan teknisi listrik asal kota St Nort Geelong, Australia menghalalkan segala cara agar tidak perlu ke pengadilan untuk membayar denda. 

Di Australia, denda tilang dikirim via pos ke rumah.pelanggar berdasarkan bukti rekaman kamera. Metode inilah yang membuat Mario berhasil lolos dari jeratan denda ratusan sampai ribuan dolar Australia: ia melaporkan, mobilnya dicuri maling. Hasilnya, denda tilang atas nama mobilnya tidak berlaku. Pintar!

Mario berhasil lolos bukan 5 dan 10 kali! Dalam 13 tahun terakhir, ia lolos 21 kali. Namun seperti pepatah,sepandai-pandainya tupai meloncat, sekali jatuh juga! Mario akhirnya dipidanakan karena tuduhan melakukan penipuan untuk mendapatkan keuntungan finansial dan dokumen palsu oleh pengadilan distrik St North Geelong.

Setelah diadili, Mario harus menerima dengan keputusan, membayar denda 2.500 dolar Australia (Rp 24,5 juta). Bagi Kepolisian Indonesia, kasus ini bisa jadi pelajaran!  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Menggenjot "Cafe Racer" CR-Z di Tol Jakarta - Cipularang

Posted: 04 Mar 2013 04:25 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif - Sesuai dengan karakteristiknya, PT Honda Prospect Motor (HPM) memberi kesempatan kepada wartawan untuk menjajal sport hibrida, CR-Z, pada 28 Februari - 1 Maret lalu dengan gaya "Cafe Racer". Ya, gaya anak muda Jepang yang suka nongkrong di kafe kerap melakukan perjalanan dengan memamerkan performa.

Untuk itu, 26 unit CR-Z dengan transmisi otomatis diuji kehebatannya di jalan Tol Cipularang dengan tujuan Bandung. KompasOtomotif mendapat unit yang diberi nomor 7 berkelir premium energetic yellow metallic.

Begitu duduk di jok pengemudi, nuansa sport langsung terasa di kabin dengan jok semibalap dan panel instrumen 3 dimensi. Posisi duduk agak rendah, dengan kaki tidak terlalu menekuk. Pandangan ke depan dan samping leluasa. Hanya saja, saat jok belakang diduduki penumpang dewasa dengan tinggi 170 sentimeter, jarak kepala dengan langit-langit 4 sentimeter.  

ECON
Karena saat berangkat dari kantor HPM di Sunter, Jakarta, sudah macet, dipilih mode mengemudi ECON (diaktifkan melalui tombol). Pengemudi dipandu menyetir dengan sabar dan efisien. Kalau mobil dikemudikan dengan efisien, indikator di panel berubah menjadi hijau. Muncul juga gambar daun di panel kanan. Makin irit konsumsi bahan bakar, jumlah daun juga bertambah, dengan batas maksimal 5 daun. 

Pada mode ECON, bukaan gas diatur oleh komputer. Karena itu, saat gas diinjak lebih dalam untuk berakselerasi, respons mesin lamban. Tambahan lain untuk mengirit bahan bakar adalah sistem auto idle stop. Mesin akan mati secara otomatis ketika pedal rem ditekan pada posisi gigi di D, suhu kerja mesin normal, dan energi di baterai cukup (tiga garis). Untuk menghidupkan mesin kembali, cukup melepas pijakan pada pedal rem.

Manuver
Kebolehan manuver CR-Z baru diuji dilakukan oleh duo pebalap Honda Racing, Alvin Bahar dan Rio Saputro, antara Rest Area Km 19 sampai Kompleks Deltamas. Ternyata mobil ini mampu melakukan manuver gesit meski di beberapa tikungan kencang terlihat adanya sedikit pergeseran bodi belakang. Gerakan naik-turun suspensi tidak terlalu besar. 

Setelah atraksi tersebut, perjalanan dilanjutkan dan peserta kembali dilepas untuk menikmati mesin 1,5 liter, SOHC, i-VTEC bertenaga 118 PS, sama dengan Jazz. Bedanya, CR-Z mendapat tenaga tambahan 20 PS dari motor listrik. Ketika memasuki Cipularang, karena jalanan masih sepi, adrenalin muncul untuk menguji plus sport system (PSS) yang diaktifkan lewat tombol S+ di setir.
 

Dirasakan perbedaan cukup besar dibandingkan dengan mode Normal dan ECON. Akselerasi lebih responsif ketika mode S+ dioperasikan. Torsi berlimpah! Tanpa terasa speedometer menunjukkan kecepatan 180 kpj.  
 

Suspensi
KompasOtomotif sempat mencoba kinerja suspensi dengan kondisi tidak terlalu ekstrem. Ayunannya sangat pas untuk mobil sport alias cukup keras. Saat membelok di tikungan tajam, bodi tidak memperlihatkan gejala bergeser pada kecepatan 100 kpj. Bisa dimaklumi, CR-Z sudah diperlengkapi dengan stabilitas kontrol yang disebut vehicle stability assist (VSC).


Kerja PSS
Saat memasuki Bandung (cuaca panas sekali), untuk memperoleh kesegaran, mobil yang belum dilapisi kaca film ini, setelan AC-nya dinaikkan menjadi 2 garis (bar) dan suhu paling dingin (di bawah 19 derajat celsius). Akibatnya, kendati mobil direm dengan posisi gigi di D (stop and go), mesin tidak mau mati.

Penjelasan dari HPM, auto idle stop bekerja jika blower AC diset pada level 1 dan 2 serta suhu paling rendah 19 derajat celsius. Namun, bila AC disetel pada level 3 (tiupan angin blower makin kencang) ke atas dan suhu di bawah 19 derajat celsius (low), sistem tidak bekerja.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

AHM Siapkan Pebalap Menuju Kelas Dunia

Posted: 04 Mar 2013 03:53 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif – Kendati tak lagi menyeponsori tim Repsol Honda di MotoGP, PT Astra Honda Motor (AHM) tetap konsentrasi di ajang balap. Tahun ini, sejumlah kegiatan balap lokal dimantapkan, dengan tujuan akhir menyiapkan jenjang pebalap muda tampil di ajang internasional, termasuk MotoGP melalui jalur wildcard Moto3.

Sejumlah event balap berjenjang dilakukan AHM mulai dari Honda Technical Racing Training, Honda Racing School, Kejuaraan Nasional 250cc, Motorprix, dan Indoprix. Di tingkat internasional, AHM mendukung FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) melalui Asia Dream Cup (ADC) sebagai arah pembinaan berjenjang menuju ke arena balap dunia.

Tahun ini juga, AHM menyiapkan landasan lain menuju balap dunia melalui keikutsertaan di ajang Suzuka Endurance 4 Hours dan All Japan Championship 2013 dan dukungan terhadap pembalap yang berpeluang lolos wildcard Moto3. "Tagline One Heart sudah menjadi kebanggan bersama dan sangat diterima masyarakat. Kami tidak memasang lagi di MotoGP dan duitnya dipakai untuk pengguna Honda di Indonesia, termasuk memajukan event balap di Indonesia," ujar Johannes Loman, Executive Vice President Director AHM dalam konferensi pers (4/3).


Balap 8 Kota

Di bawah bendera Honda Racing Championshop (HRC), AHM bersama jaringan Main Dealer Honda menggelar event one make race (OMR) Honda di delapan kota: Tangerang, Medan, Malang, Banjarbaru, Purwokerto, Makassar, Tegal, dan Cimahi. Total, HRC memberi kesempatan pebalap Honda berprestasi di delapan kelas.

Tak cuma menggelar event balap, AHM menaikkan level pembinaan berupa Honda Racing School yang tahun ini ditambah kelas. Jika sebelumnya siswa belajar balap menggunakan Honda Blade, mulai tahun ini ada kelas full frame menggunakan Honda CB150R Streetfire untuk menambah pengalaman di atas sepeda motor sport.

Moto3

AHM juga memberi kesempatan dua pebalap muda berkiprah di ajang balap international Asia Dream Cup (ADC) 2013 menggunakan Honda CBR250R. Keduaya merupakan hasil seleksi pemantauan prestasi dan aktivitas sampai 2012, yaitu M Dwi Satria (21 tahun, Jakarta), juara OMR CBR250, dan Gerry Salim (16 tahun, Surabaya) pebalap muda potensial binaan HRS Batch 1, yang juga juara MP3 dan MP4 di OMR Honda 2012.

"Keikutsertaan di ajang balap ini merupakan pintu awal menuju jenjang balap tingkat dunia. Keberhasilan pembalap di ADC akan membuka peluang untuk meraih wildcard di Moto3, yang selanjutnya akan berpeluang menjadi salah satu tim di Moto3 untuk satu musim penuh," ujar Aggono Iriawan, Manajer Safety Riding dan Motorsport AHM.

Tahun lalu, dua pebalap perwakilan Honda Indonesia berhasil unjuk keterampilan balap bersaing dengan pembalap dari berbagai negara Asia di ADC. Mereka adalah Denny Triyugo dan Iswandi Muis. Dari hasil ADC tersebut, Denny Triyugo masuk ke dalam daftar pembalap yang berpeluang memperoleh wildcard Moto3 2013.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 15.23  

0 komentar:

Poskan Komentar