“Jual Sepeda Motor "Recall", Dealer Honda Didenda” plus 2 more

Selasa, 19 Maret 2013

“Jual Sepeda Motor "Recall", Dealer Honda Didenda” plus 2 more


Jual Sepeda Motor "Recall", Dealer Honda Didenda

Posted:

Chattanooga, KompasOtomotif – Southern Honda Powersports (SHP), dealer sepeda motor Honda di Chattanooga, Tennesse, AS, terjerat hukum perdata dan didenda 125.000 dollar AS (Rp 1,2 miliar). NHTSA memperoleh bukti, SHP menjual sepeda motor yang di-recall  mencapai 329 unit sejak 2007 hingga 2012.

Pada Oktober 2012, pemilik SHP, Tim Kelly, melayangkan sanggahan. Dikatakannya, sepeda motor yang di-recall terlanjur dikirim. Konsumen juga sudah diberi tahu  kondisi tersebut untuk segera diperbaiki. Bahkan Kelly juga mengatakan sudah memecat anak buahnya yang ketahuan menjual Honda  yang di-"recall".

Semua yang dikatakan Kelly tidak terbukti. Hakim pun menaikkan denda. Sesuai keputusan pengadilan setempat, denda harus dibayarkan dengan  mencicil, 25 ribu dollar AS (Rp 243-an juta) per tahun hingga 2017.

"Keamanan adalah prioritas. NHTSA berharap semua elemen bekerjasama, baik produsen maupun dealer untuk memastikan kendaraan yang di-recall sudah diperbaiki sebelum dijual," jelas David Strickland, administrator NHTSA.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Aki �Basah� Lebih Populer Ketimbang �Kering�

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Saat ini, produsen aki gencar menggembar-gemborkan jenis maintenance free (MF) atau bebas perawatan, umum menyebutnya aki "kering". Jenis ini ditujukan untuk konsumen yang terlalu sibuk atau malas merawat aki secara berkala. Rata-rata, harganya lebih mahal 25-30 persen jika dibandingkan baterai biasa (basah).

Kendati demikian, penjualan aki kering masih jauh di bawah aki basah. Menurut Hadi, GM PT Wacana Prima Sentosa, distributor utama Massiv, aki kering hanya memperoleh 15 persen pasar nasional. "10 tahun lalu kontribusinya 10 persen. Kini naik sedikit jadi 15 persen. Aki basah tetap favorit karena harganya jauh lebih murah," jelas Hadi.

Ditegaskan, sebenarnya aki kering tetap basah. Cairan yang biasa tampak pada aki basah diganti dengan jel dan ditutup rapat sehingga tingkat penguapan kecil.

Hadi optimis aki basah Massiv yang diklaim anti virus pada 2013 diharapkan bisa terjual 300.000 unit  atau naik 20 persen dibanding penjualan tahun lalu.

Selain basah, Massiv juga punya aki kering dengan sebutan Thunder. Samua aki tersebut diproduksi di pabrik PT Trimitra Baterai Perkasa, Cilincing, yang juga memproduksi  Yuasa dan G-Force dengan kapasitas produksi 4,4 juta unit aki per tahun.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Hi Ace Primadona Niaga Baru Toyota

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Meski baru diluncurkan September tahun lalu, Toyota Hi Ace berhasil menunjukkan performa penjualan terbaik di kategori niaga. Sejak diluncurkan, sudah terjual 710 unit. Tahun ini saja, Hi Ace telah terjual 150 unit atau menguasai  86 persen pangsa pasar segmen mikrobus monokok.

Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, komitmen Toyota adalah  termenghadirkan teknologi dan produk terbaik di semua segmen. Hi Ace adalah kendaraan yang nyaman buat travel, pariwisata, rental maupun komuter bisnis.

Hi Ace pertama kali diperkenalkan pada 1967 di Jepang sebagai pikap, van dan komuter. Dalam perkembangannya, mikobus ini menjadi kendaraan andalan di sejumlah negara untuk transportasi penumpang, ambulans dan kendaraan rekreasi. "Kami bersyukur, Hi Ace diterima dengan baik, bahkan mendominasi di segmen van komersial," jelas Joko. 

Menurutnya, keberhasilan Hi Ace karena nyaman dan mewah denganmengandalkan mesin diesel 2KD-FTV Direct 4-langkah Turbo common rail 2.5 liter.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar