“Honda Lead, Skutik 125 cc mirip Spacy” plus 2 more

Jumat, 22 Maret 2013

“Honda Lead, Skutik 125 cc mirip Spacy” plus 2 more


Honda Lead, Skutik 125 cc mirip Spacy

Posted:

Hanoi, KompasOtomotif – Honda Vietnam Co. Ltd, hari ini (22/3) merilis Lead, skutik baru bermesin 125 cc, silinder dengan sistem injeksi. Sepeda motor ini, selain untuk  pasar Vietnam, juga diekspor ke Jepang. Vietnam pun menjadi negara Asia keempat yang memproduksi sepeda motor global Honda untuk ekspor setelah China, Thailand dan India.

Seperti PCX, Lead dilengkapi teknologi eSP (enhanced smart power) untuk mengurangi  gesekan mesin dan idling stop system untuk mengirit bahan bakar. 

Skuter ini juga dilengkapi bagasi 37 liter - bisa menyimpan helm full face (di Indonesia Helm-in) di bawah jok. Secara keseluruhan desainnya  mirip Honda Spacy dengan lampu depan serta garis pendukung di bagian tameng membentuk huruf "V".  Sedangkan belakang, lampu kombinasi terdiri dari LED.

Penutup tangki bensin dan jok bisa dibuka dengan tombol khusus yang berada samping lubang kunci. Panel instrumen dilengkapi jam, speedomter menayangkan kecepatan secara digital. Lead hanya diproduksi 200.000 unit per bulan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Ke Puncak Ketep dengan Chevy Spin Diesel

Posted:

Yogyakarta, KompasOtomotif — MPV harga terjangkau dengan mesin diesel... ya baru Chevrolet Spin. Hebatnya lagi, General Motors Indonesia langsung memberi kesempatan kepada wartawan mencoba peforma mesin diesel turbo 1,3 liter  yang digunakan Spin tersebut.

Untuk mengujinya, pada acara bertajuk "Spirit of Indonesia" pada Senin dan Selasa (19/3) lalu, wartawan diberi kesempatan mengemudikan dan menumpang langsung—termasuk KompasOtomotif—mencapai Puncak Ketep, Magelang, Jawa Tengah.

KompasOtomotif mendapat jatah Spin LTZ transmisi manual yang diisi 4 orang, termasuk pengemudi. Posisi mengemudi sama seperti yang pernah diulas sebelumnya. Kesempatan mengeksploitasi performa mesin bertenaga 75 PS dan torsi 190 Nm lebih besar!

Suara mesin
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Magelang cukup menyenangkan. Tenaga untuk menekan kopling tidak terlalu berat. Akselerasi terasa mantap! Suara mesin tidak terlalu terdengar di kabin, hampir tidak berbeda dengan suara mesin bensin. Tepatnya, sama dengan mesin diesel yang digunakan pada Captiva.

Alhasil, menyusul kendaraan lain tidak terlalu susah (asalkan bisa memosisikan gigi dengan tepat pada torsi maksimal 1.750- 2.500 rpm). Pada kondisi jalan kosong, MPV ini bisa dikebut hingga 150 kpj dengan waktu relatif cepat. Sebenarnya Spin bisa digenjot lebih cepat lagi, tetapi tidak dilakukan demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan lain.

Soal stabilitas, ban terasa menjejak aspal dengan baik!

Menanjak
Dari Magelang menuju Ketep, kondisi jalan sempit, rusak, dan hanya bisa dilewati oleh 2 mobil. Untung, suspensi tidak terlalu empuk sehingga memberikan kenyamanan yang cukup bagi pengemudi dan penumpangnya. 

Setelah menempuh 3 km, jalan mulai menanjak. Kendati tidak terlalu curam, jalur itu cukup panjang, 200-300 meter.  Saat itu, transmisi lebih sering dioperasikan pada gigi 2, dan sesekali gigi 3.

Selesai mendaki Puncak Ketep di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, perjalanan dilanjutkan ke Pasar Selo dengan tanjakan dan turunan disertai tikungan tajam. Bahkan terkadang, jalan rusak membuat pengemudi harus bermanuver untuk tidak kehilangan momen torsi saat menanjak. Untungnya, gerakan suspensi tidak menyebabkan mobil limbung.

Dari Pasar Selo menuju Boyolali, jalan umumnya berupa turunan. Performa rem pun diuji. ABS terasa sangat membantu menghindari lubang saat rem dioperasikan secara mendadak.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Konsumi BBM Vespa Tiga Katup 54 Kpl

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif – Piaggio mengembangkan salah satu mereknya, Vespa bermesin 150 cc, satu silinder 4-langkah dengan  teknologi 3-katup. Dengan cara tersebut, diklaim lebih "ngacir", irit, nyaman dan beremisi rendah.

Teknologi tiga katup diklaim cukup efektif mengirit konsumsi bahan bakar terbaik. Perubahan lain, kruk as atau crankshaft, bantalan nokken as atau camshaft dan untuk mengurangi gesekan digunakan roller rockers.

Sementara komputer atau Engine Control Unit (ECU) juga baru yang mengatur ulang waktu pengapian dan waktu dan lama injeksi sesuai denan kondisi terbaru. Hasilnya, kebutuhan mesin terhadap bahan bakar  berkurang atau lebih irit  30 persen.

Diklaim, konsumsi BBM Vespa 150 cc mesin 3-katup ini 54 km per liter (kpl) pada kecepatan konstan 50 kpj. "Inilah konsumsi bahan bakar paling ekonomis di segmen skutik," kata Sergi Canovas, Sales & Network Development Director Vespa Indonesia.

Lebih lanjut, Sergi menegaskan bahwa mesin tiga katup ini mampu menerima bensin dengan oktan rendah tanpa mempengaruhi kinerja mesin. Biaya perawatan juga kini bisa dipangkas, karena tengang waktu perawatan kini menjadi 5.000 km dari sebelumnya  3.000 km harus servis. Pergantian oli menjadi lebih lama, dari 6.000 km menjadi 10.000 km.

Untuk penampilan tidak ada perubahan, Vespa Indonesia hanya menambahkan tulisan "3V". 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar