“Etios Valco "Pede" Tanpa "Matik"” plus 2 more

Senin, 11 Maret 2013

“Etios Valco "Pede" Tanpa "Matik"” plus 2 more


Etios Valco "Pede" Tanpa "Matik"

Posted:

Jakarta, KompasOtomotif - Toyota Etios Valco yang mulai dipasarkan hari ini, hanya tersedia dengan satu pilihan transmisi, yaitu manual. Ini berlawanan dengan target konsumennya, sebagai mobil kota (city car) pasti banyak digunakan di kota-kota besar. Sementara tren konsumen di kota-kota besar beralih ke transmisi otomatik.

Ketika wartrawan menanyakan hal tersebut, Johnny Darmawan, Presiden Direkitur PT Toyota Astra Motor (TAM), yakin Etios masih bisa sukses di Indonesia. Tiga  tipe  yang ditawarkan yiatu, J, E dan G menggunakan transmisi manual 5-percepatan. "Ini jadi pertimbangan kami. Terpenting, masuk dulu. Disaipkan mesin baru untuk matik," jelas Johnny Darmawan. 

Sebelum diluncurkan, TAM mengaku sudah melakukan survei pasar. Disimpulkan, penjualan mobil dengan transmisi otomatik hanya kuat di Jabodetabek dengan porsi 50:50 persen. Di daerah porsi matik masih kecil, hanya 20 persen.

"Indonesia ini kan luas, jadi kami coba memaksimalkan yang ada lebih dulu. Meskin manual, perpindah gigi transmisi halus. Coba saja," tegas Johnny. 

Sementara itu, Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM menambahkan,  menargetkan penjualan Etios Valco 2.000 unit per bulan. Sebagai pendatang baru, Etios Valco cukup kompetitif dengan rentang harga Rp 135,5 juta-Rp 161,6 Juta per unit.

Dijelaskan, potensi pasar mobil kecil terus meningkat dalam empat tahun terakhir dengan pertumbuhan mencapai 175,8 persen. Khusus di kelas 1.000 - 1.200 cc, penjualan naik pesat mencapai 805 persen sejak 2009-2012.

WS mobil subkompak (semua merek)
2009: 42.866 unit
2010: 77.252 unit (naik 80,2 persen dari 2009)
2011: 96.454 unit (naik 24,8 persen dari2010)
2012: 118.244 unit (naik 22,6 persen dari2011)

Subkompak bawah (1.000-1.200 cc)
2009: 4.664 unit
2010: 16.512 unit (naik 254 persen dari 2009)
2011: 32.764 unit (naik 98,4 persen dari 2010)
2012: 42.206 unit (naik 28,8 pesen dari 2011)

sumber: TAM

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Di Balik Kemudi, Perempuan Lebih Sering Mengumpat

Posted:

London, KompasOtomotif – Berdasarkan penelitian yang dilakukan Direct Line -perusahaan asuransi - disimpulkan bahwa permpuan lebih suka mengeluarkan kata-kata kotor saat mengemudi ketimbang pria. Umpatan, langsung ditujukan ke orang lain atau dikeluarkan sendiri. 

Dilansir Daily Mail, hasil penelitian yang melibatkan 2.013 pengemudi di Inggris, mengatakan bahwa perempuan lebih cepat kehilangan kesabaran dibandingkan laki-laki. Disimpulkan, 48 persen responden yang suka mengumpat di balik setir adalah perempuan, sedangkan 40 persen laki-laki.

Pengemudi perempuan mengumpat karena jalurnya "dipotong" pengemudi lain. Terbesar kedua karena informasi dari navigasi GPS "ngaco". Selanjutnya, umpatan keluar karena kendaraan lain terlalu dekat di perempatan, tidak menyalakan lampu sein saat berbelok, mengerem mendadak tanpa sebab atau melihat pengendara lain menyetir sambil menelepon.

Lebih dalam, hasil penelitian menemukan, pengemudi berusia 20-29 tahun lebih mudah mengumpat dibandingkan berumur 40-49 tahun. "Tidak bisa dipungkiri, orang sering menggunakan kata-kata kotor saat stress. Orang yang biasa santun, akan memaki sebagai ekspresi terganggu saat menyetir," ujar juru bicara Direct Line Simon Henrick.

Nah, jika hal tersebut di atas menyebabkan pengemudi perempuan mengumpat, laki-laki justru sering mengumpat jika ada kendaraan lain melaju lambat di jalur cepat.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Empat Suzuki GSX-R Edisi Khusus

Posted:

Munchen, KompasOtomotif – Selain GSX-R1000 edisi khusus, diproduksi  hanya1.985 unit dan dipasarkan di seluruh dunia, Suzuki membuat varian terbatas lain. Di Jerman, dijual empat edisi terbatas Seri GSX-R yang menggambarkan partisipasi Suzuki di berbagai ajang balap.
 
Keempat edisi terbatas tersebut dibedakan berdasarkan grafis. Suzuki GSX-R600 2013 edisi Kevin Schwantz, motif seperti sepeda motor yang ditunggangi pebalap AS itu ketika menjadi juara dunia 500 cc pada 1993. Bagian atas dicat merah menyala, di bawahnya putih dengan batas garis emas dan hitam.

Kedua, Suzuki GSX-R750 2013, edisi Barry Sheene. Inspirasinya adalah motif tunggangan pebalap Inggris itu ketika manyabet titel juara dunia  500cc pada 1976 dan 1977, lengkap dengan angka "7" sebagai nomor keberuntungannya. Warnanya sama dengan yang dipakai Suzuki ketika terakhir mengikuti MotoGP beberapa tahun lalu.

Dua varian terakhir tidak mengacu ke legenda balap Suzuki, tapi untuk mengenang tim yang setia bersama Suzuki. Mereka adalah tim SERT Suzuki yang memenangi 12 kali balap Endurance World Champion dalam 30 tahun terakhir dan Tyco Suzuki sebagai tim utama Suzuki di ajang British Superbike (BSB) serta Road Racing. Suzuki Jerman mengeluarkan GSX-R1000 2013 dengan motif kedua tim tersebut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Diposkan oleh iwan di 18.25  

0 komentar:

Poskan Komentar