“Pasar Mobil China Kembali Melesat” plus 2 more

Senin, 11 Februari 2013

“Pasar Mobil China Kembali Melesat” plus 2 more


Pasar Mobil China Kembali Melesat

Posted: 11 Feb 2013 04:04 AM PST

[unable to retrieve full-text content]

Faktor perayaan tahun baru China (imlek) ikut mendongkrak penjualan mobil baru.


Mau Irit BBM? Teknologi dan Perilaku Harus Kompromi

Posted: 11 Feb 2013 03:33 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif – Akhir-akhir ini banyak produsen mobil atau sepeda motor mengadakan lomba irit menggunakan produknya. Tujuannya jelas, membuktikan seberapa irit kendaraan yang diniagakan. Hasilnya bisa sangat luar biasa irit, bahkan cenderung fantastis.

Tapi bukan itu esensi sebenarnya. Teknologi memang sangat membantu agar konsumsi bahan bakar bisa ditekan. Tapi irit atau tidak bisa juga sangat bergantung pada tipikal pengendara. Dua-duanya sangat mendukung.

Pertanyaan besar pun menggelayut dari banyak orang, faktor apa yang paling dominan mempengaruhi keiritan BBM? Apakah teknologi mesin atau perilaku berkendara? Nah, berikut beberapa poin yang diserap Tunjung Pangajom, Service Manager PT. Mazda Motor Indonesia, usai pengujian teknologi SKYACTIV Mazda CX-5 oleh beberapa wartawan, minggu lalu.

Menurut Tunjung, pada dasarnya secara teori, kedua hal tersebut sama bobotnya. Tanpa teknologi, sebaik apa pun perilaku berkendara tetap akan boros. Sebaliknya sebaik apa pun teknologi, jika perilaku berkendara buruk tetap akan boros. Inilah yang dimaksud dengan kompromi.

Teknologi Dominan
Namun dengan teknologi—pada Mazda disebut SKYACTIV Technology—kompromi bisa ditekan. Dan bahkan teknologi cenderung lebih memainkan peranan membuat konsumsi BBM bisa ditekan. Apalagi jika ditambah perilaku berkendara yang benar, mobil yang irit bakal lebih mudah dicapai.

Bahkan jika teknologi semakin mutakhir, kompromi bisa dihilangkan. Artinya, mesin atau teknologi akan lebih dominan. Kecenderungan ke arah itu sudah dibuktikan dalam ajang "E-Halt Challange Unleash & Believe". Berbagai perilaku berkendara masih membuat hasil konsumsi bahan bakar Mazda CX-5 di atas 10 km/ liter (paling irit 19,8 km/ liter).

"Meskipun dampak perilaku berkendara masih ada terhadap konsumsi bahan bakar, tapi sangat minim. Contohnya hasil kemarin, ternyata justru pemenangnya adalah peserta yang memacu mobil dengan kecepatan cukup tinggi (50–60 kpj, yang lain 30–40 kpj), irit tidak berarti lambat. Bisa dibuktikan bahwa SKYACTIV Technology mampu menghindari kompromi antara konsumsi bahan bakar dan keasyikan mengemudi," tegas Tunjung.

Jadi, di masa depan atau bahkan saat ini sudah diciptakan, orang akan lebih mengandalkan teknologi ketimbang perilaku eco drive. Sehebat apa pun ilmu eco drive, tanpa teknologi bakal tak maksimal. Tapi dengan teknologi, perilaku berkendara yang serabutan bisa ditutup dengan "mesin pintar" dan mampu menghemat bbm.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Hanya Satu Tuntutan Hamilton pada Tim Mercedes

Posted: 11 Feb 2013 01:42 AM PST

KompasOtomotif - Lewis Hamilton yakin dirinya memiliki dasar yang baik untuk memulai musim kompetisi 2013 dengan Mercedes W04. Hanya, mantan pebalap McLaren itu mengisyaratkan kepada tim soal daya cengkeram mobil perlu ditingkatkan.

Meski saat menjalani tes di Jerez (Spanyol) diperpendek akibat mobil kehilangan tekanan rem belakang yang membuat dirinya mengalami kecelakaan, Hamilton mengaku cukup senang dengan performa W04. Ia mengitari sirkuit 59 lap, akhir pekan lalu.

"Kami memiliki beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan, namun tidak itu bukan seperti bencana," komentar mantan juara dunia 2008. Ditambahkannya, ia tidak memulai di tempat yang buruk. "Saya merasa seperti telah memiliki platform dan dan dasar yang baik."

Selama melakukan tes, dijelaskannya, ketika baru menjalani lap pertama, ban sudah bekerja dengan baik. Padahal, suhu trek cukup tinggi. Selain menguji kecepatan mobil, juga mengenal karakter kendaraan lebih dalam sebelum lomba dimulai.

Kala ditanya mengenai jarak tempuh yang telah ditargetkan dan tidak tercapai akibat kecelakaan, Hamilton menjawab:"Saya rasa jarak akan terhitung karena dengan waktu yang ada kita coba mengejar dan kami akan melakukan 4.000 km. Nico (Rosberg) telah menyelesaikan 150 lap yang dilakukan dalam setengfah hari, sementara pebalap lain baru 80 lap," jelasnya.

Usai tes di Jerez, Hamilton bekerja dengan pabrik untuk memperbaiki kelemahan mobil. Dirinya sadar tak bisa menuntut tim lebih banyak, "Orang-orang telah melakukan pekerjaan yang besar untuk meningkatkan daya cengkeram."

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar