“Lintas 9 Negara VW Touareg Hanya Butuh 2.400 liter Solar” plus 2 more

Senin, 04 Februari 2013

“Lintas 9 Negara VW Touareg Hanya Butuh 2.400 liter Solar” plus 2 more


Lintas 9 Negara VW Touareg Hanya Butuh 2.400 liter Solar

Posted: 04 Feb 2013 03:23 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif - VW Indonesia menghadirkan Rainer Zietlow (Jerman), petualang kelas dunia, yang telah berhasil memecahkan rekor lintas 9 negara dengan waktu 17 hari menggunakan Touareg. Total jarak 23.000 km yang ditempuh dengan mengonsumsi 2.400 liter solar.

"Kami sangat bangga karena Touareg mampu menuntaskan perjalanan ini tanpa halangan berarti. Tapi bagi saya, hal paling membanggakan adalah bisa memperkenalkan pada dunia negara kepulauan kita ini," ujar Andrew Nasuri, Presiden Direktur dan CEO Garuda Mataram Motor, dalam acara ramah tamah di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, sore tadi (4/1).

Perjalanan dimulai 27 Juli 2012 dari Melbourne, Australia hingga St. Petersburg, Rusia dengan melewati 7 negara. Antara lain Timor Timur, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, China dan Kazakhstan. Dalam perjalanannya tersebut Rainer mengemban tugas mengirimkan surat dari Walikota Melbourne ke pemimpin kota St. Petersburg, dalam rangka merayakan hari jadi Melbourne yang 175 dan St. Petersburg ke 23.

Dalam petualangannya Rainer ditemani Vladimir Gagarin (Rusia) dan Marius Biela (Jerman). Beragam kondisi jalan dan budaya lalu lintas telah dilalui. Termasuk beberapa jalan di Tanah Air. "Menyusuri jalan di Indonesia selama 6 hari, bagi saya merupakan pengalaman tak terlupakan. Paling menyenangkan adalah saat melintasi Flores dengan karakter unik dan sangat menantang, baik tikungan dan juga tanjakan-turunan yang cukup ekstrem," papar Rainer.

Untuk mobilnya sendiri tidak ada modifikasi yang dilakukan. Semua masih menggunakan standar pabrik. Hanya kabin dilindungi rollcage untuk alasan keselamatan. Selain itu ada tangki tambahan dengan volume 280 liter.

Selama perjalanan, Touareg telah melakukan isi ulang 8 kali dengan kapasitas tangki terisi penuh 300 liter. Dikatakan, spesifikasi Pertamina DEX yang digunakan cukup baik dan Pertamina memberikan kemudahan untuk mendapatkannya.

"Saat itu kami harus melakukan pengisian di Flores dan di sana tidak ada DEX. Lalu Pertamina mengirimkannya khusus untuk kami," beber Rainer. Kadar bahan bakar paling buruk, lanjut Rainer, adalah saat berada di China, dan harus menambahkan aditif.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Yamaha Xeon RC Dikepung "Teroris" di Samarinda

Posted: 04 Feb 2013 02:51 AM PST

Samarinda, KompasOtomotif - Yamaha Xeon RC yang dikepung sekawanan "teroris" berhasil lolos lewat aksi penyelamatan oleh komunitas soft gun di Samarinda, Kalimantan Timur. Itulah sekelumit dari prosesi unik peluncuran skutik Yamaha yang juga disuguhi hiburan oleh salah satu personel Mahadewi, Purie di lantai dasar Mal Lembuswana, Kaltim, 2-3 Februari 2013.

Sepeda motor "pesawat tempur" Yamaha baru itu jadi favorit warga di Kalimantan, Sumatera dan Bandung.

"70 konsumen Yamaha beruntung yang mendapatkan kupon berhadiah dan diundi untuk meraih hadiah utama satu unit mobil, dua unit Jupiter Z dan dua unit Mio J Teen, peralatan elektronik, BlackBerry dan uang tunai. Konsumen yang diikutsertakan itu mereka yang membeli motor Yamaha periode 15 November 2012 sampai 15 Januari 2013," papar Paul Himawan, Asisten Manajer Yamaha Area Kalimantan.

Sementara, di MTC Giant Panam, Pekanbaru, Xeon RC disambut hangat dan meriah oleh warga setempat. Pameran motor Yamaha lainnya ikut menemani selebrasi datangnya Xeon RC. Ditambah seminar otomotif dan pengetahuan tentang teknologi injeksi untuk mencerdaskan konsumen. Yamaha juga menggelar berbagai lomba seperti fotografi, ladies fashion sport, dance competition, kontes panco dan body contest. Live music dibawakan Hello Band dari Jakarta dan band lokal Prasasti.

DP Spesial Xeon RC di Bandung

Di Niko Mall, Bandung, Xeon RC akhir pekan. Kontes fotografi, kompetisi dance "gangnam style" dan kompetisi band menyemarakkan acara. Dimeriahkan Andra & The Backbone band, diva percussion, Rockavella band, DJ perform dan band-band lokal. "Yamaha juga memberikan hadiah langsung powerbank setiap pembelian unit motor Yamaha saat event launching. Dan konsumen yang membeli Xeon RC di Bandung mendapatkan DP (down payment) spesial maksimal dikurangi 1 juta sampai 1,5 juta rupiah dari DP sebenarnya untuk pembelian motor Yamaha lainnya dalam periode waktu yang ditetapkan," jelas Yurry Pribadi, Supervisor Yamaha DDS Bandung.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Jungkir-Balik Hidupkan Datsun Lawas

Posted: 04 Feb 2013 01:17 AM PST

California, KompasOtomotif - Datsun sudah dikabarkan santer akan hadir kembali di kawasan Asia termasuk Indonesia (dengan debut di India). Namanya pernah populer sekian dekade lalu di mata dunia, khususnya di Tanah Air, karena pernah diperdagangkan sebagai mobil kelas menengah. Tidak sedikit pula yang coba-coba bernostalgia dengan menghidupkan versi lawasnya. Salah satunya Mallen Fajardo, seorang pemilik Datsun 510 "kotak" produksi 1971 asal San Bruno, California, AS.

Menghidupkan Datsun ini lumayan bikin jungkir balik. Selain karena hobi yang terbentur kondisi keuangan, modifikasinya memang asli dijungkir-balikkan, salah satunya untuk pemasangan sektor lampu depan dan muffler.

Coba lihat lampu depannya. Sadar tidak sadar, sebenarnya itu terbalik. Bendanya sendiri dicomot dari Toyota Tacoma yang alhasil mengesankan aura retro karena mirip "bingkai kucing" kacamata jadul. Lalu, muffler di sektor saluran buang sebenarnya diambil dari NISMO untuk Nissan March. Kalau tidak dibalik, pastinya muffler bakal mentok ke jalan dan bukannya menderu karena mesin galak, melainkan malah berisik akibat terseret-seret.

Balok kayu
Mallen juga jungkir balik ketika membenahi si kuning ini. Memang sih, dia senang bukan main karena mobilnya sudah dipasangi mesin KA24DE dari Nissan 240SX (1995) saat dibeli di pelelangan. Lucunya, ia tetap membeli walau wujud dan fungsinya nyaris keok dan cairan-cairannya sudah merembes tidak keruan.

"Bensinnya kayaknya juga merembes, baunya terasa waktu kali pertama mesin distarter. Air radiator juga merembes, oli juga. Pokoknya semua urusan cairan bocor," ungkapnya seraya teringat pernah melongo karena selepas bayar uang ke pembelinya, dia dikasih balok kayu yang terikat tali. Untuk apa? "Kata dia, ini buat ganti rem tangan (ganjal ban)."

Mallen turun sendiri memperbaiki yang bocor-bocor, lalu memasangkan paket rem dan suspensi dari Datsun 280ZX, pendingin oli eksternal dari Mazda RX-7 (1986), ARC Super Intake, hingga mengubah air dam di area bawah bumper depan yang akan membuat mata terpancing mendapati bahwa di atasnya terdapat radiator besar dari Volkswagen Rabbit.

Masuk ke kabin, Mallen memasangi tombol starter supaya terkesan "monster". Dia pun akan duduk di kursi Recaro LXI yang bracket-nya diperkuat Wedge Engineering, sementara setir dari Nardi Woodgrain dengan steering hub dari MOMO.

Si kuning pun makin genit setelah dipasangi roda Honda Fit (Jazz) yang dilepas dari mobil harian Mallen saat ke kantor. Velgnya merek Volk Racing TE37V (depan 15 x 8,5 +5 - belakang 15 x 8,5 inci -5) dengan balutan ban ukuran sama 195/45R15 dari Toyo Proxes.

Kurang genit? Biar makin kuat rasa Jepang-nya, tuas transmisi pun diganti dengan bonggol pedang samurai. (Dimas Wahyu)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar