“Honda Verza 150 Butuh 154 CC Bensin Menempuh Jarak 19 km” plus 2 more

Sabtu, 09 Februari 2013

“Honda Verza 150 Butuh 154 CC Bensin Menempuh Jarak 19 km” plus 2 more


Honda Verza 150 Butuh 154 CC Bensin Menempuh Jarak 19 km

Posted: 09 Feb 2013 05:16 AM PST

Surabaya, KompasOtomotif - Bersamaan dengan peluncuran Honda Verza 150, di pelataran parkir timur Plaza Surabaya, Jawa Timur, hari ini (9/2), Astra Honda Motor (AHM) dan MPM Motor (dealer utama Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur) bekerjasama menggelar lomba irit bahan bakar. Disediakan 20 unit   untuk para peserta yang merupakan media dari Jakarta dan Surabaya yang dilepas oleh jajaran manajemen AHM Koichi Mizuno (Direktur Pemasaran), Agustinus Indraputra (GM Marketing Planning & Analysis Division) serta dari MPM dan AKBP Sabilul Alif (Kasatlantas Polrestabes Surabaya).

Peserta dibagi 5 dan dilepas per 4 orang. KompasOtomotif dapat sepeda motor no.17 dan masuk rombongan keempat. Rutenya di seputaran Kota Pahlawan dengan jarak 19 km. Start dimulai jam 09.30 WIB dari Plaza Surabaya menuju jalan Yos Sudarso, Selamet, Kusuma Bangsa, Gubeng, Biliton, Kertajaya, Dharmawangsa,  Pacar Keling, Jolotundo, Tambang Boyo, Kali Kepiting, Kalijudan, Kenjeran, Karang Asem, Residen Sudirman, Gubeng dan kembali ke Plaza Surabaya.

Diuji kesabaran
Selepas gapura start, peserta langsung dihadang oleh hiruk-pikuk kendaraan  di depan area perbelanjaan ini, tapi kondisi lalu lintas tergolong lancar. Bukaan gas langsung diurut dan disesuaikan dengan momen pelepasan tuas kopling. Menurut teknisi AHM kondisi paling irit berada di kecepatan konstan 30-40 kpj. Ada sedikit kesulitan menentukan saat pergantian posisi gigi karena pada panel meter tidak tersedia petunjuk  putaran mesin (RPM).

Kesabaran diuji pada lomba kali ini, lantaran tarikan Verza yang memiliki teknologi injeksi PGM-FI ini cukup enak untuk digeber. Apalagi mesin berkapasitas 150 cc, SOHC silinder tunggal ini memiliki tenaga 13,2 PS dan diklaim mampu akselerasi 0 - 200 m dalam 11,5 detik. Tarikannya terasa ringan, dan mudah disesuaikan. Jadi untuk mengembangkan kecepatan hingga area optimal pada posisi gigi 5 (paling tinggi) sangat cepat dicapai.

Belum lagi kondisi lalu lintas yang ramai dan macet di beberapa tititk, ditambah ada beberapa permukaan jalan berlubang dan bergelombang. Strategi amat diperlukan ketika melewati pertigaan atau perempatan. Laju kendaraan diatur agar saat melewati persimpangan bersamaan dengan lampu rambu hijau. Kala melewati lalu lintas yang ramai, meski  sepeda motor sport,  untuk aksi selap-selip cukup luwes. Sedikit butuh pengawasan lebih adalah desain spion yang agak keluar (posisinya lebih panjang dari setang) agar tidak bersentuhan dengan kendaraan lain ketika merayap di antara sela-sela kendaraan

Hasil
Setelah menempuh rute selama hampir 1 jam akhirnya peserta satu persatu menyentuh garis finish. Panitia langsung mengecek segel yang telah ditempel pada tangki dan kunci. Metode yang diterapkan kali ini adalah dari posisi bensin penuh dan kembali diisi hingga penuh seperti kondisi awal (full to full) menggunakan gelas ukur. Nah, KompasOtomotif  menghabiskan bahan bakar yang digunakan Pertamax adalah 154 cc untuk jarak 19 km.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

AHM Pilih Surabaya untuk Peluncuran Verza 150

Posted: 09 Feb 2013 03:27 AM PST

Surabaya, KompasOtomotif - Setelah diperkenalkan di hadapan para media di Jakarta, bulan lalu, PT  Astra Honda Motor (AHM) justru memilih Surabaya untuk peluncuran  Verza 150 ke konsumen, di Plaza Surabaya, Jawa Timur, hari ini (9/2). "Kami pilih Surabaya sebagai peluncuran sekaligus penjualan perdana Verza karena ada unsur historikal. Dulu, GL Max  (jenis sport) sempat jadi primadona di masanya, di sini. Dan kami ingin mengulang kejayaan tersebut," jelas Judhy Gautama, Senior Manager Brand Activation Department AHM, saat memberikan sambutan di depan media.

Di lain pihak,  Agustinus Indraputra, GM Marketing Planning & Analysis Division AHM menyebutkan, segmen sepeda motor sport kelas bawah saat ini sudah ditinggalkan para pemainnya dan kini akan digairahkan kembali. "Verza dihadirkan untuk mereka yang ingin pindah dari skutik atau bebek karena beda harga yang tidak terlalu jauh," beber Indraputra.

Untuk Jakarta dan sekitarnya, sepeda motor sport ini dibanderol Rp 16,05 - 16,9 juta. Sementara untuk Surabaya Rp 17,5 - 18,4 juta. Beberapa kelebihan serta harga yang ditawarkan pihaknya menargetkan bisa menjual 15.000 unit perbulan. Sementara Surabaya punya target 2.000 perbulan.

Gelaran bertajuk "Semarak Festival Verza 150, Awal Sempurna Performa Berkelas", kerjasama AHM dan MPM Motor (dealer utama Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur) ini menyuguhkan  banyak acara, antara lain test ride, uji irit bahan bakar, tukar tambah kendaraan dengan Verza, spesial diskon motor kedua, hiburan dan pesta kembang api.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Honda Jazz Siap Merebut Tahta Raja "Hatchback" Kembali

Posted: 08 Feb 2013 05:36 PM PST

Jakarta, KompasOtomotif - Honda sedang menanti kelahiran legenda baru di Indonesia. Calonnya bukan Civic, Accord atau City yang sudah lahir lebih awal, tetapi Jazz. Sejak diluncurkan pertamakali pada 19 Februari 2004, langsung menjadi mobil hatchback sub-kompak terlaris.

Nama Jazz sangat dikenal seperti BMW Seri-3, Mercedes-Benz CLK atau bahkan Toyota Corolla karena kualitas, kebandelannya dan keberlanjutan modelnya. Berdasarkan data Gaikindo, selama delapan setengah tahun, (sampai akhir 2012), Jazz telah terjual 193.849 unit.

Awal tahun ini Honda siap-siap merayakan pencapaian penjualan bersejarah, menembus 200.000 unit. "Saya rasa dalam tiga bulan pertama  tahun ini, target tersebut  terlewati. Akan jadi legenda Honda di Indonesia nantinya," komentar Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) kepada KompasOtomotif di Jakarta Barat, belum lama ini.

Generasi Milenium
Jazz atau juga disebut Fit di Jepang, adalah produk generasi milenium Honda. Pasalnya, diluncurkan pertama kali di negara asalnya, Jepang, 21 Juni 2001 dengan konsep "Man Maximum, Machine Minimum", maknanya, Kompa dan Bertenaga!

Sejak diluncurkan, Honda Motor Company Limited sudah memposisikan Jazz sebagai produk global dan langsung dipasarkan ke 115 negara, di  Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Butuh empat tahun untuk meyakinkan Honda untuk memasarkannya di Indonesia. Saat itu, di negara asalnya, model ini sudah sampai tahap facelift pertama.

Kala itu, HPM melihat pasar hatcback di Indonesia mulai menggeliat setelah Peugeot cukup sukses memasarkan 206. Dengan paket menarik seperti, merek Jepang yang lebih melekat pada konsumen, fitur lengkap dan harga lebih kompetitif ketimbang Eropa, menjadikannya Jazz primadona baru.

Agar lebih kompetitif, HPM langsung memutuskan, Jazz dirakit pada pabriknya di Karawang, Jawa Barat. Indonesia pun langsung masuk daftar enam negara yang yang memproduksi model ini  selain di Suzuka (Jepang), Guangzhou (China), Ayutthaya (Thailand) dan Laguna (Filipina).

Tren
Kehadiran Jazz  menjadi tren mobil di kalangan anak muda. Hal tersebut dimulai dengan strategi menyasar mahasiswa-siswi dan eksekutif muda.  Jazz makin digandrungi. Untuk mengairahkan animo anak dan orang yang berjiwa mudah terhadap Jazz, HPM mengadakan kontes modifikasi yang dinamai "Jazz Tuning Contest" dari 2005 dan berlangsung setiap tahun.

Peserta kontes  terus meningkat, mulai dari 100 Jazz pada  2005, 102 pada 2007, 118 (2008), 95 (2009), 122 (2010), 98 (2011), 128 (2012), sehingga total berjumlah 763 perserta.

Andre Mulyadi dari Signal Custom, peserta Jazz Tunning Contest 2012 yang merombak tampilan Jazz dengan konsep "Future Honda" mengaku menyukai Jazz karena bisa dieksplorasi seliar mungkin.

Hasilnya tidak terbatas! Apa pun halal dilakukan karena temanya tidak membelenggu. "Jazz bisa digunakan untuk mengeksplorasi ide-ide modifikasi kreatif.  Sesuai tema, konsep mobil cerdas yang sanggup diseting jarak jauh, hingga melengkapinya dengan  black box seperti pesawat. Dapat merekam berbagai kejadian dan sejarahaktivitas dalam kabin," beber Andre kepada KompasOtomotif.

Di dunia balap, Honda satu-satunya merek yang konsisten menggelar balap satu pabrikan (one make race). Bahkan ambil bagian pada Indonesian Super Production (ISP), sejak 2006 sampai saat ini. "Honda Jazz itu bersifat sporty yang bisa digunakan untuk harian dan berlomba di trek balap.  Saya sudah membuktikannya," tegas Alvin Bahar, pebalap unggulan Honda Racing Indonesia, belum lama ini.

Vital
Sebagai model terlaris, ketergantungan Honda Indonesia terhadap Jazz sangat tinggi. Kontribusi model ini terhadap penjualan Honda mencapai 40 persen lebih. Karena itu pula, ketika banjir hebat melanda Thailand pada akhire 201, pasokan komponen tersendat.  Akibatnya, produksi Jazz di Inonesia terganggu yang menyebabkan penjualan turun.

Pil paling pahit harus ditelan Honda. Wholesale pada Januari 2012 hanya 2 unit. Padahal, rata-rata penjualan Jazz setiap bulannya mencapai 2.000-an unit. Akibatnya, total penjualan Honda Indonesia anjlok sampai 70 persen lebih! Hal tersebut bisa dilihat pada penjualan Januari 2012 cuma 1.553 unit. Padahal, rata-rata bulanan sebelumnya  berkisar 5.000-an unit. Malangnnya lagi, kondisi tersebut berlangsung sampai 4 bulan.

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh kompetitor, antara lain Toyota Yaris, Mazda2, Ford Fiesta dan Hyundai Grand Avega. Akibatnya, tahta sebagai hatchback sub-kompak terlaris pun lepas pada tahun lalu.

Kendati demikian, Jazz adalah ibarat berlian! Tetap berkilau di mana saja, termasuk di tempat gelap. Begitu pasokan komponen untuk merakitnya kembali normal, penjualan langsung melenjit lagi, menjadi penyumbang penjualan terbesar Honda, yaitu 21.244 unit.

Tapi tahun ini Jazz siap berkilau lagi! HPM menargetkan, bisa menjualnya 26.000 unit (naik 22,3 persen dibanding 2012), untuk merebut tahta sebagai "Raja" hatchback di Indonesia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar