“GPS Tom Tom untuk “Biker” Tidak Dijual di Indonesia” plus 2 more

Rabu, 20 Februari 2013

“GPS Tom Tom untuk “Biker” Tidak Dijual di Indonesia” plus 2 more


GPS Tom Tom untuk “Biker” Tidak Dijual di Indonesia

Posted: 20 Feb 2013 05:54 AM PST

Singapura, KompasOtomotif - TomTom  Asia Pacific mengatakan, GPS untuk sepeda motor seperti yang ditulis oleh KompasOtomotif  Senin lalu (18/02/2013), belum tersedia (dijual) untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Tom Tom  Indonesia menambahkan, GPS yang djual hanya untuk mobil. Akibat kekeliruan berita tersebut Tom Tom Indonesia menerima banyak telepon menanyakan ketersediaannya. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Volvo dan Geely Bangun Pusat Litbang Bersama

Posted: 20 Feb 2013 05:22 AM PST

Gothenburg, KompasOtomotif – Sebagai pemilik saham terbesar, produsen mobil asal China, Geely, memanfaatkan keunggulan Volvo Car Corporation (Volvo Cars) untuk mengembangkan teknologi otomotif. Untuk itu, Geely Holding akan membangun Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) komponen buat mobil-mobil segmen C.

Pusat Litbang baru terebut akan  dipimpin oleh Mats Fägerhag, Wakil Presiden pada Strategi Produk Volvo. Tugasnya meningkatkan teknologi Volvo bersama Geely Holding. Dijelaskan pula, Pusat litbang ini  akan mempekerjanya 200 karyawan tetap.

"Ambisi kelompok kami meningkatkan daya saing merek," kata Li Shufu, pemilik saham mayoritas Volvo sekaligus Chairman. "Geely akan terus meningkatkan kualias produknya di masa yang akan datang dan belajar banyak dari  Volvo.

Ditambahkan oleh Li Shufu, "sharing" pengetahuan dan teknologi ini tidak akan merugikan integritas merek dalam mengembangkan produk masing-masing. "Volvo tetap dengan kualitas premiumnya. Sedangkan Geely harus bisa memenuhi tuntutan konsumen China dan beberapa pasar international,"simpul Li Shufu.  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Majesty ”Jap Style” dengan Warna Lamborghini

Posted: 20 Feb 2013 05:06 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif – Setiap mengubah penampilan Yamaha Majesty miliknya - Nicholas Tobing, 34 mengaku - ada saja yang mengekor. Karena itulah, pegawai perusahaan asuransi itu, memodifikasi lagi skutik bongsor tersebut lebih ekstrem. 

Aliran yang dipilih, Jap Style. Semua dirombak agar tampil lebih sporty. "Setiap kali saya ganti cat, atau menambah aksesori seperti boks kanan-kiri, selalu ada yang ngikutin. Sebel aja! Makanya saya berpikir keras untuk memodifikasi ulang," tukas pria yang akrab disapa Nico. 

Untuk mewujudkan impiannya, Nico dibantu Budi Rahmanto, pemilik bengkel Big Modification di daerah Pisangan, Rawamangun, Jakarta Timur. Bermodal referensi dari majalah Jepang dan Jerman, di tangan Budi, kesan Yamaha Majesty gambot, berubah menjadi lebih galak. 

Nico menjelaskan, ciri-ciri Jap Style: tubuh sporty, banyak lekuk, sedikit norak dan ceper. Tidak semua ciri itu dipakai. "Saya tidak membuat skuter ini j ceper karena dipakai harian," jelasnya.

Pada modifikasi kali ini, tameng dihilangkan. Lampu depan tetap asli. Hanya sein dilengkapi penutup semacam alis berupa kisi-kisi. Sedangkan lampu utama diberi aksen merah di kanan-kiri yang berpendar ketika disorot dari depan.

Cat Lamborghini
"Karena harus norak, saya memilih warna candy pada seluruh bodi. Oranye pilihan saya, sama persis dengan warna yang dipakai Lamborghini," jelas Nico.

Untuk meningkatkan performa, mesin dipermak, kapasitas dinaikkan dari 125cc menjadi 180cc. Diakui, skuter ini menjadi "ngacir" namun bahan bakar jadi lebih boros. Kalau dulu butuh bensin 35 km/liter, kini menjadi 17 km/liter. 

Belum cukup, berbagai pernik aksesoris ditambahkan. Knalpot diganti dengan model khas moge Eropa. Setang diganti dengan model robot bikinan NUI dan bersanding dengan spion Black Diamond. Ban pakai ukuran lebih besar - depan-belakang sama - yaitu 14 inci.

Sedangkan roda depan, ditambahi kaliper dan piringan di sisi kiri. "Ini hanya ornamen agar kelihatan gagah, namun tidak berfungs. Rem yang bekerja hanya satu, di kanani," ungkapnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Eyes Like Blank Discs - The Guardian's Steven Poole On George Orwell's Politics And The English Language.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar