“Sepeda Motor Ingin Terjang Banjir, Ikuti Langkah Ini” plus 2 more

Kamis, 17 Januari 2013

“Sepeda Motor Ingin Terjang Banjir, Ikuti Langkah Ini” plus 2 more


Sepeda Motor Ingin Terjang Banjir, Ikuti Langkah Ini

Posted: 17 Jan 2013 05:57 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif – Banjir yang mulai mengancam bikin pengendara sepeda motor berpkir beberapa kali untuk beraktivitas, khawatir sepeda motor tidak fit untuk menerjang genangan air. Seumpama besok masih turun hujan, ada langkah sederhana agar mesin tak mati dan mampu menerobos banjir.

Tadi pagi, KompasOtomotif mengalami hal yang sama, dan melipir ke bengkel umum Omega Motor di kawasan Jatinegara. Menurut Babe, salah satu mekanik yang saat itu sibuk menangani sepeda motor yang mogok akibat banjir, spesifikasi standar saja kadang tidak menjamin mesin "kuat" menerobos air. "Perlakuan untuk sepeda motor bebek dan 'laki' hampir sama, skutik agak berbeda." Katanya.

Berikut langkah-langkah sederhana agar sepeda motor perkasa melintasi genangan air yang tinggi:

1. Desain sepeda motor sudah dirancang untuk berbagai situasi. Misalnya tameng air yang ada pada sepeda motor bebek berfungsi mengarahkan udara ke mesin untuk pendinginan dan memecah air yang menggenang. Jika bagian ini dilepas, mesin akan langsung menabrak air. "Pasang kembali tameng air ini, minimal untuk memecah air. Pilih mana, tampilan standar atau sepeda motor gampang masuk angin?" canda Babe.

2. Pastikan ketinggian air tidak sampai ke lubang penyedot udara atau filter udara. Karena komponen ini akan terus menyedot udara ketika mesin menyala. Untuk skutik, biasanya filter udara diletakkan agak tinggi dan pabrik menjamin air tak mudah masuk melalui komponen ini. Tapi jika harus menerjang banjir dan ternyata air masuk. Buang air dengan membuka lubang pembuangan yang terletak di bagian bawah boks filter udara dan boks CVT.

3. Jangan khawatir knalpot kemasukan air, karena komponen ini bakal terus "meniup" gas buang. Selama gas tidak dinaik-turunkan alias digas secara konstan, air tak akan masuk dari knalpot.

4. Jika sepeda motor masih menggunakan karburator, selang pembuangan bensin yang menjuntai ke bawah diganti selang yang lebih panjang, dan hadapkan ke atas. Karena biasanya komponen ini kerap menghisap udara ke dalam.

5. Lakukan treatment untuk busi. Jika cop busi sudah usang atau getas, segera ganti. Jika tidak, berikan lapisan pelindung berupa griss atau gemuk, bisa juga perekat pada pinggiran keramik kepala busi. Bagian ini biasanya yang membuat banyak sepeda motor harus minggir karena mati "masuk angin" selain filter udara kemasukan air.

6. Perhatikan kelistrikan, dengan menyemprot gemuk atau cairan WD40 di area kelistrikan yang rawan korslet, khususnya yang berarus positif seperti soket CDI, penutup sekering, hingga soket lampu. Lapisan lilin dan minyak yang terkandung membuat air tak mau menempel.

7. Kalau semua komponen dirasa aman, terjang banjir pelan-pelan, dan jangan menggeber gas. Konstan saja di gigi satu atau dua. Ngebut justru membuat gelombang air gampang menabrak mesin.

8. Jika tak mau ambil risiko, misalnya ketinggian air sudah sepinggang orang dewasa, lebih baik matikan mesin, tapi dengan beberapa catatan. Copot kabel busi dan ikat dengan plastik. Begitu juga dengan knalpot dan saringan udara. Lalu, cek penutup oli, rapatkan.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Penjualan Agya dan Ayla bisa Capai 100.000 Unit, Asal..

Posted: 17 Jan 2013 03:34 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif - Rencana pemerintah Indonesia menggulirkan program mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) tahun ini diprediksi meledak. Dengan catatan, pemerintah segera mengeluarkan peraturan sehingga agen tunggal pemegang merek (ATPM) bisa produksi dan menjualnya.

"Jika program digulirkan mulai semester pertama tahun ini, penjualan produk LCGC akan mencapai 100.000 unit sampai akhir tahun," komentar Vivek Vaidya, Vice President Automotive & Transportation Practice -Asia Pasific Frost & Sullivan di Jakarta, hari ini (17/1/2013).

Penjualan Mobil naik, asal...

Peluncuran program LCGC tahun ini juga akan berpengaruh besar terhadap proyeksi penjualan mobil nasional tahun ini yang diprediksi 1,2 juta unit, naik 7,5 persen dari sebelumnya (2012) 1,116 juta unit. Dilanjutkan, jika diurai penjualan mobil penumpang tahun ini naik jadi 840.000 unit dari tahun lalu hanya 780.500 unit. "Sedangkan kendaraan komersial tahun ini akan naik 7,3 persen menjadi 360.000 unit," lanjut Vivek.

Dua produk LCGC yang sudah siap diproduksi dan dipasarkan datang dari Toyota dan Daihatsu dengan Agya dan Ayla. Si kembar ini sudah diperkenalkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS), September 2012.

Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, jika menyampingkan proyek LCGC yang belum ada kejelasan, prediksi penjualan mobil tahun ini akan stagnan. "Prediksi kami pasar tahun ini hanya 1,1 juta unit saja melihat beberapa kondisi yang mungkin menekan pasar," beber Jongkie.

Dijelaskan, kenaikan upah minimum pegawai di awal tahun, rencana kenaikan tarif dasar listrik dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS dipastikan akan mendongkrak harga jual mobil. Dari pantauan KompasOtomotif setidaknya Toyota, Daihatsu dan Suzuki sudah mengerek harga jualnya Januari ini.

"Kenaikan harga mobil pasti menekan daya beli, orang jadi menunda untuk membeli mobil, tapi makro ekonomi, GDP kita masih baik dan LCGC memberikan harapan kalau pasar masih bisa tumbuh," beber Jongkie. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Mazda Indonesia Hadirkan 6 Produk 2013

Posted: 17 Jan 2013 02:47 AM PST

Jakarta, Kompas Otomotif - Tahun ini Mazda Indonesia menargetkan penjualannya 16.000 unit dan untuk memenuhinya telah dipersiapkan 6 produk baru. "Diharapkan produk tersebut mampu memberikan kontribusi besar pada raihan tahun ini," ungkap Keizo Okue, Presiden Direktur Mazda Motor Indonesia (MMI), usai media gathering di Wisma Mulia, hari ini (17/1).

Facelift
Akhir Januari ini,  Mazda MX5 dan CX9 akan masuk pasar. Keduanya bukan produk baru (model change) melainkan facelift. Perubahan pada MX5 hanya sifatnya pemanis tampilan, seperti bibir spoiler mungil di bemper depan, batok lampu berubah jadi hitam dan rumah lampu kabut.

Beda dengan CX9, ubahannya cukup besar karena mengganti tampilan muka yang mengadopsi desain khas Mazda di masa depan, yang kini dipakai pada Mazda6 terbaru. Sedangkan interior terdapat penggantian head unit yang monitornya lebih besar, 6,1 inci (sebelumnya 4,8 inci). Penambahan lain adalah fitur keselamatan iActive Sense yang meliputi lane departure warning dan forward abstraction warning.

Model Baru
Selain kedua model tersebut, MMI juga akan meluncurkan All New Mazda6 yang rencananya pada awal kuartal kedua. Sedan baru ini seperti diberitakan KompasOtomotif sebelumnya, total memakai teknologi SkyActiv seperti CX-5. Mulai dari mesin, girboks hingga sasis.

Mengenai mesin, MMI memilih varian tertinggi 2,5 liter dengan tenaga 189 PS dan torsi 256 Nm. Untuk harga masih dalam tahap penggodokkan. "Kami masih belum bisa memberikan rentang harganya. Kami akan memberikan banderol yang kompetitif hingga bisa bersaing dengan Toyota Camry dan Honda Accord. Yang jelas tidak akan mencapai Rp 600 juta," bisik Okue.

Untuk tiga produk lainnya MMI masih merahasiakannya. Namun dikatakan semua produk tersebut bakal hadir semester 2. "Tunggu saja tanggal mainnya," tutup Okue.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 15.05  

0 komentar:

Poskan Komentar