“Pola Beli Mobil di Amerika Mulai Bergeser” plus 2 more

Rabu, 30 Januari 2013

“Pola Beli Mobil di Amerika Mulai Bergeser” plus 2 more


Pola Beli Mobil di Amerika Mulai Bergeser

Posted: 30 Jan 2013 02:03 AM PST

Thousand Oaks, KompasOtomotif - Pola konsumen di Amerika dalam membeli baru mulai bergeser. Dari beberapa model yang menjadi pertimbangan, pilihan diputuskan oleh keiritan konsumsi bahan bakar. Demikian hasil survei dari JD Power and Associates.  Pembeli  rata-rata membandingkan 3,3 kendaraan sebelum membeli mobil baru, naik dari tahun lalu hanya 3,1 dan 2,2 pada 2010. Hasil studi yang dipublikasikan Januari ini menelti kenapa konsumen tidak memilih atau menghindari beberapa model ketika mau beli mobil baru.

Jon Osborn, Direktur Riset JD Power mengatakan, penduduk Amerika beli mobil baru setiap tahun tercatat hanya 5 persen. Ditambahkannya, konsumsi BBM menjadi alasan utama memutuskan membeli mobil baru tercatat sekitar 15 persen , masih sama dengan tahun lalu. Mengenai keandalan mobil mulai ditinggalkan  dengan nilai 17 persen, turun dari hasil penelitian sebelumnya 19 persen. Penurunan ini karena produsen mobil rata-rata sudah menawarkan produknya dengan kualitas yang lebih baik dan masing-masing setara.

Pertimbangan terbesar lain adalah bagian interior dan eksterior. Hampir sepertiga konsumen mobil baru menghindari mobil yang desain luarnya terlihat "jelek". Sedangkan 19 persen  mengaku menghindari mobil dengan interior yang tidak sesuai selera mereka.

Alasan lain, melihat  foto atau gambar. Total 17 persen  memutuskan membeli jika  gambar produk terlihat bagus di booklet, situs atau media lainnya.

Khusus untuk mobil hibrida dan listrik, total 35 persen konsumen menghindari karena biayanya tinggi, dan 25 persen menolak karena desainya yang buruk. Penelitian ini dilakukan terhadap 31.000 konsumen baru yang mendaftarkan mobil mulai Mei, dan diteliti pada Agustus sampai Oktober 2012.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

LED, OLED, AMOLED dan Laser (Bagian 1)

Posted: 30 Jan 2013 01:47 AM PST

KompasOtomotif - Cepat atau lambat, teknologi penerangan dan lampu pada mobil segera berubah. Halogen yang sudah sekian lama dan masih digunakan sampai sekarang, segera ditinggalkan. Begitu juga dengan xenon atau high intensity discharge (HID).

Pilihan terbaru, sebagai pencahayaan dan indikator adalah light emitting diode (LED), organic light emitting diode (OLED), active matrix organic light emitting diode (AMOLED)  dan tak kalah menarik adalah Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation atau lebih dikenal dengan laser.

Semuanya berpacu dengan kelebihannya. Peralihan teknologi akan berlangsung cepat karena makain banyak digunaan dan diproduksi semakin masif.

Contohnya, LED dan OLED digunakan untuk televisi dan layar informasi. Sedangkan AMOLED sebelumnya pada smartphone dan tablet, kini juga merambah ke televisi. Terakhir, pada awal bulan ini Samsung sudah memperlihatkan layar AMOLED yang bisa dilipat di CES, Las Vegas.

Faktor yang mempercepat produk tersebut diadopsi, regulasi konsumsi bahan bakar dan emisi karbondioksida yang kian ketat serta tuntutan tingkat keselamatan semakin tinggi.

LED
LED bukan lagi teknologi baru pada mobil. Saat ini tidak hanya digunakan sebagai Day Running Light (DRL) atau lampu siang hari, sein (indikator belok), rem, juga untuk lampu utama depan. Kendati demikian baru terbatas pada mobil kelas menengah dan premium. Maklum, teknologi "driver' masih mahal.  

Dibanding xenon, LED membutuhkan energi yang lebih rendah untuk kualitas pencahayaan yang sama. Sementara xenon, meski juga lebih unggul dari halogen, untuk start butuh waktu agak lama dan arus yang lebih besar. Di samping itu, tidak bisa hidup langsung. Inilah pula, menyebabkan xenon digunakan sebagai lampu utama  yang berfungsi sebagai lampu dekat dan jauh (H4).

Kalaupun ada, harus dilengkapi dengan mekanisme yang bisa mengubah arah sorotan yang disebut autoleveling. Akibatnya, harga semakin mahal. 

LED juga membuat penampilan mobil semakin keren, atraktif bahkan cantik. Kini modul LED mulai diintegrasikan dengan komputer mobil. Hasilnya, penyebaran dan arah sorotan cahaya bisa berubah secara otomatis sesuai dengan kondisi saat mobil berada.  Begitu juga intensitasnya. Misalnya, untuk lampu jauh dan dekat (dimm dan high), tidak tidak memerlukan mekanisme seperti xenon. Tetapi bisa diatur secara otomatis berdasarkan cahaya lampu mobil dari depan atau kontour jalan!

Pengaruh LED juga bersar terhadap desain mobil. Lihatlah, mobil terbaru, lampu depannya semakin sipit, lampu utama disatukan dengan sein dan DRL. Selain makin gaya, tentu saja untuk memperoleh aerodinamika yang semakin baik (performa dan konsumsi bahan bakar yang irit). (Bersambung)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Ini Dia ”Brand Family” Vespa Indonesia

Posted: 30 Jan 2013 01:15 AM PST

Jakarta, KompasOtomotif – Meski sudah melegenda, punya komunitas kuat dan historis sangat panjang di Indonesia, Vespa di Indonesia terus menggeliat. Untuk lebih mendekatkan dengan konsumen dan penggemar, PT Piaggio Indonesia  mengumumkan "brand family" Vespa Indonesia, hari ini (30/1). Semuanya artis, yang dianggap mewakili lifestyle pengguna skuter berpantat lebah itu.

Mereka adalah band indie asal Bandung BottleSmoker, Wingky Wiryawan dan istrinya Kenes Andari, David Naif, Netral, dan Gading Marten. "Mereka akan mendampingi kita untuk mengomunikasikan Vespa sebagai moda transportasi yang nilainya lebih dari sekadar alat transportasi," ujar Radityo Prabowo, Communication Specialist PT Piaggio Indonesia.

Bagian dari Hidup
Sebagai brand family, band Netral punya sejarah panjang bersama Vespa. Seperti yang diceritakan Choky Netral, kenangan dalam bentuk Vespa lansiran 1976 tak akan terlupakan. Hingga saat ini, hadiah ulang tahun dari sang istri itu masih disimpan, meski tak lagi sering menemani keseharian.

"Saat itu, saya pengen banget beli PS3.  Ternyata istri menghadiahi Vespa yang kondisinya sangat bagus, masih orisinal semua. BPKB tangan ke-3, dan harganya dulu saya ingat masih Rp 750 ribu. Gak bakal dijual, karena memorinya lebih dari sekadar sepeda motor," cerita Choky yang juga punya Vespa LX kuning lansiran terbaru.

Dengan Vespa lawas itu, Choky dan Bagus Netral menumpuk memori hingga banyak cerita yang tak mungkin diberikan semua. Misalnya pernah menangkap maling menggunakan Vespa lawas jenis Veloz itu selepas latihan. "Yang jelas Vespa sudah menjadi bagian dari hiduplah," celetuk Bagus Netral.

Cerita BottleSmoker, band indie dari Bandung juga hampir sama. Mereka bahkan sudah terbiasa menggunakan Vespa. Di album barunya nanti, mereka bakal mengangkat tema berkendara yang salah satunya terinspirasi dari pengalaman naik Vespa selama bertahun-tahun sejak sama-sama kuliah di Universitas Padjajaran Bandung.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar