“Rusia Tuan Rumah F1 2014” plus 2 more

Kamis, 27 Desember 2012

“Rusia Tuan Rumah F1 2014” plus 2 more


Rusia Tuan Rumah F1 2014

Posted: 27 Dec 2012 03:53 AM PST

Rusia, KompasOtomotif - Rusia akan menjadi tuan rumah F1 pada 2014 digelar di sirkuit Sochi. Lokasinya berada di dalam kompleks yang akan digunakan Olimpiade Musim Dingin pada tahun yang sama.

Menurut penyelenggara balap jet darat di negeri itu, lintasan balap berjarak 5,9 km yang dirancang oleh Hermann Tilke (yang merancang di antaranya Sepang, Bahrain, Losail, dan India) tersebut sudah mulai terbentuk. Dan bagunan pengontrol balapan sudah hampir selesai.

"Lapisan pengerasan pertama sudah dilakukan di beberapa bagian lintasan," demikian pernyataan dari panitia. Para tenaga kerja konstruksi, lanjutnya, telah membuat kemajuan yang baik dalam mempersiapkan lapisan aspal.

Sementara pengerjaan eksterior, interior, dan instalasi di areal pit dilakukan pada musim semi tahun depan. "Bersama dengan kontraktor (Omega) dan Formula Sochi, kami terlibat dalam proyek Grand Prix Rusia. Kami senang bahwa semua pekerjaan sesuai jadwal mengingat banhyaknya koordinasi diperlukan dengan pihak pembangunan Olimpiade," jeas Hermann Tilke

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Peugeot Indonesia: Hanya Satu Model Baru untuk 2013

Posted: 27 Dec 2012 02:04 AM PST

[unable to retrieve full-text content]

Tahun depan, Peugeot berharap penjualannya di Indonesia bisa naik 35 persen.


Bajaj Pulsar Bertampang Gado-Gado

Posted: 27 Dec 2012 01:48 AM PST

Bekasi, KompasOtomotif – Bagi Simon Pohan, tampang Bajaj Pulsar 220 yang cukup gahar, dinilai belum bisa membuatnya puas. Imajinasi terus merangsang otaknya untuk segera melakukan operasi agar tunggangan sehari-harinya  itu tampil lebih berotot. Hasilnya,muka India hilang berganti dengan wajah moge gado-gado comotan empat merek sepeda motor!

Dibantu rumah modifikasi DJ Custom di  di Jalan  Jati Kramat Raya, Bekasi, Simon langsung menelanjangi semua penutup tubuh Pulsar.  Selanjutnya diberi  fairing kanan-kiri  hasil karya sendiri dengan  meniru lekukan Suzuki GSX-R600 yang seksi. Bodi belakang dan kondom tangki, diambil dari cetakan Ducati 1198S. Sementara sepatbor depan meniru gaya Kawasaki ZX-6R plus batok lampu depan mencontoh bentuk Honda CBR 600.

"Kalau begini orang pasti bertanya dan tidak akan mengenali wajah aslinya. Terserah orang nebak saja. Pastinya, bodi lebih besar, persis seperti keinginan dan imajiniasi saya," tukas mahasiswa Universitas Guna Darma, Jakarta itu,

Bodi yang sudah terbentuk diwarnai. Tak mau repot, Simon tetap menonjolkan warna dasar merah agar tak mengubah STNK. Meski demikian, merah yang dipilih sedikit lebih gelap dan berunsur glitter sehingga menimbulkan efek bling-bling bila terkena sinar matahari. Kombinasi grafis silver dan putih sedikit ditumpahkan pada fairing agar tak monoton.

Ganti ban
Selebihnya, aksesori berbicara. Untuk membuat seperti moge beneran, ban diganti dengan ukuran lebih besar, dipasangkan dengan pelek bawaan pabrik. Ban depan menggunakan MRF 90/80-17 dan belakang 120/80-17. Sedangkan lengan ayun masih mengandalkan aslinya. 

Setang diganti dengan model jepit merek NUI, sementara panel meter mempertahankan aslinya yang dinilai sudah gaya. Sebagai pelengkap, pijakan kaki diganti dengan jenis underbone dan knalpot standar diganti dengan kustom bergaya moge Eropa berbalur krom.

Minor
Meski bagi kebanyakan orang, tampang sepeda motor ini sudah ideal, Simon merasa masih ada yang kurang. Menurutnya,suspensi belakang asli - sokbereker ganda - kurang cocok untuk moge. Di lain hal, lengan ayun juga dibiarkan kelihatn. Hasilnya, bagian belakang sepeda motor ini jadi minor dan terkesan cungkring. "Saya lebih suka bawaan pabrik untuk kenyamanan. Saya pakai dulu beberapa bulan! Kalau bosan, saya rombak lagi," tegasnya. 

Untuk operasi wajah sepeda motor tersebut, Simon mengaku sudah menghabiskan biaya lebih Rp 12 juta. Paling banyak disita oleh lampu depan Minerva VX, proyektor ganda yang membutuhkan biaya Rp 700.000 lebih. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC.

Diposkan oleh iwan di 15.36  

0 komentar:

Poskan Komentar