“Yogyakarta Menghargai Modifikasi Bukan dari Angka” plus 2 more

Sabtu, 06 Oktober 2012

“Yogyakarta Menghargai Modifikasi Bukan dari Angka” plus 2 more


Yogyakarta Menghargai Modifikasi Bukan dari Angka

Posted: 06 Oct 2012 04:59 AM PDT

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Sepeda Motor Kustom, Kapan Legal?

Posted: 06 Oct 2012 04:43 AM PDT

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Kustomfest Yogyakarta: This is Our Garage!

Posted: 06 Oct 2012 04:12 AM PDT

Yogyakarta, KompasOtomotif – Negara maju pasti punya festival kustom. Inilah yang mendasari lahirnya Kustomfest 2012, sebuah festival budaya modifikasi yang mengangkat kreativitas dan budaya bangsa sendiri. Tak hanya sepeda motor, semua yang berhubungan dengan modifikasi "tumplek" di Jogjakarta Expo Centre (JEC), 6-7 Oktober, termasuk mobil Hot Rod, sepeda, hingga aksesoris kustom.

"This is Our Garage", diambil sebagai tagline yang berarti semua penampilan dalam Kustomfest berangkat dari bengkel, workshop, dan hasil kerja keras rumahan. "Anak-anak kustom pasti familiar dengan bengkel, bukan lantai showroom. Di festival ini tidak membicarakan menang atau kalah, kami ngomongin soal pride terhadap dunia kustom itu sendiri," ujar Lulut Wahyudi, penyelenggara Kustomfest 2012 dari bengkel modifikasi Retro Classic Cycles.

Ada mobil juga
Sebagai tempat kumpul pelaku industri, penggemar, dan komunitas kustom, Kustomfest 2012 sangat meriah dengan peserta di luar ekspektasi. Lebih dari 50 motor besar tampil di sini, ditambah ratusan sepeda motor ber-cc kecil yang ternyata peminatnya paling banyak. Sepeda low rider pun ikut nampang, menambah "renyah" suasana.

Soal kreativitas, Kustomfest adalah gudangnya. Tak hanya peserta dari Yogyakarta dan sekitarnya, ternyata banyak juga peserta dari Jakarta dan kota-kota lain ikut memeriahkan event ini. Motor yang turun juga tidak main-main, berasal dari bengkel modifikasi yang sudah malang-melintang di dunia kontes modifikasi motor besar.

Tak ketinggalan, mobil modifikasi beraliran Hot Rod juga mejeng di barisan depan. Pengusaha mikro untuk urusan modifikasi sepeda motor ikut ambil bagian, seperti aksesoris sepeda motor hingga baju khas bikers, membuat Kustomfest 2012 menjadi sebuah kolaborasi efektif antara penggemar dan pelaku kustom.

Sejak hari pertama pameran, penyelenggara melelang lukisan karya Ronie Arto, seniman Bali, dengan gambar sepeda motor milik Lulut bernama Kyai Perkoso. Sepeda motor itu adalah paduan antara kekayaan budaya Jawa dengan pahatan kreativitas modifikasi, yang mendapat apresiasi dalam kompetisi modifikasi internasional, Cool Breaker di Jepang, tahun lalu. Hasil lelang akan dipakai untuk mendirikan sekolah kustom di Yogyakarta.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 15.12  

0 komentar:

Poskan Komentar