“Mitsubishi ”Kawin” Lagi dengan Produsen China” plus 2 more

Rabu, 17 Oktober 2012

“Mitsubishi ”Kawin” Lagi dengan Produsen China” plus 2 more


Mitsubishi ”Kawin” Lagi dengan Produsen China

Posted: 17 Oct 2012 01:13 AM PDT

[unable to retrieve full-text content]

Teken kontrak dengan Guangzhou Auto, mulai memproduksi Outlander dan Pajero Sport


"Broadtracker" Bersuspensi Cangkrang dari Bekasi

Posted: 17 Oct 2012 12:57 AM PDT

Bekasi, KompasOtomotif – Udivisianto yakin, konsep boardtracker jarang diadopsi pemodifikasi di Indonesia. Itulah kenapa, bangkai Honda CB 100 1980 miliknya dirombak total demi mengejar penampilan ala jagoan balap yang meluncur di atas papan kayu dan populer awal abad 21 silam. Tak sia-sia, wajah baru membuat Udi—sapaan akrabnya—berkali-kali memboyong piala kontes. Paling gres, menjuarai Kustomfest 2012, Yogyakarta, di kelas Nitro Head Old & Retro.

"Awalnya iseng, buka referensi di internet, dan saya menemukan konsep boardtracker. Kayaknya cocok dengan jiwa dan karakter klasik CB. Konsep retronya sangat jelas, dan nggak nyangka juga sih sering menang kontes," jelasnya.

Suspensi cangkrang
Udi tidak ingin muluk membangun sepeda motornya di bengkel besar. Pria asli Yogyakarta keturunan Hamengkubuwono VII itu hanya memercayakan perombakan pada Puspa Kediri Custom,  bengkel kecil di bilangan Jatimakmur, Bekasi. Di sinilah dia tukar pikiran dan lahir ide merombak CB 100 menjadi BSA S27 lansiran 1927 yang kerap dipakai di balap boardtracker.

Tahap awal bikin rangka kustom dengan konsep rigid. Suspensi depan model cangkrang dengan setang, rem, dan kopling dibuat secara handmade. Sedangkan komstirnya masih menggunakan milik Honda CB 100 agar tetap stabil. Tangki kotak yang digantungkan di bawah sasis membuat kesan klasiknya sangat kental.

Semakin klasik dengan penambahan jok kustom dibungkus kulit lengkap dengan springer di bawahnya. Tempat meletakkan aki dan peralatan dibuat kustom dengan bentuk membulat. Lampu depan mencomot dari sepeda onthel, dipadu dengan lampu belakang replika CB jadul yang bergandengan dengan plat nomor model berdiri.

Pelek depan memakai merek Camp ukuran 18/275, dibalut karet ban Swallow 18/300 mm. Poros tengahnya dipasangi tromol Honda bebek. Sementara di belakang menggunakan pelek 18/375 dan ban 18/400. Gir belakang dan disk brake-nya mengadopsi Satria FU. Sementara kepala babi dicomot dari Honda GL.

Agar tenaga mesin mampu mengimbangi bobot baru kendaraan dan sesuai konsep balap, Udi harus melakukan up grade. Blok bawah masih menggunakan milik CB 100, tapi blok atasnya diinstal kepunyaan Honda Tiger. Gigi primer dan sekunder menganibal Honda Mega Pro. Pengapian ikut diganti dengan CDI serta koil Honda Tiger. Finishing, pria plontos ini memercayakan pengecatan pada Akbar Bronx dengan warna merah dan superwhite.

Meski sudah dikustom, ternyata untuk diajak jalan sepeda motor ini masih oke. "Kalau iseng aja saya pakai untuk jarak dekat. Setirnya agak lari karena bobot, tapi ada trik khusus dengan menjepit tangki agar jalannya lebih stabil," jelas Udi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Tolak "Recall" Prinsipal Otomotif di China Didenda

Posted: 17 Oct 2012 12:57 AM PDT

[unable to retrieve full-text content]

Setiap merek akan dikenakan denda 10 persen dari harga ritel kendaraan.


Diposkan oleh iwan di 16.31  

0 komentar:

Poskan Komentar