“Ford Fiesta "Facelift" Kini Bermesin 1.000 cc Ecoboost” plus 2 more

Rabu, 05 September 2012

“Ford Fiesta "Facelift" Kini Bermesin 1.000 cc Ecoboost” plus 2 more


Ford Fiesta "Facelift" Kini Bermesin 1.000 cc Ecoboost

Posted: 05 Sep 2012 07:07 AM PDT

Amsterdam, KompasOtomotif – Setelah lebih dari empat tahun menjadi salah satu hatchback tersukses di dunia, Ford Motor Co. akhirnya merilis resmi facelift Fiesta pada event Ford Go Further di Amsterdam, Belanda, hari ini. Wajah baru Fiesta ini tampak lebih agresif, namun banyak yang menganggap desain grilnya Aston Martin atau bisa juga disamakan dengan model Ford lain, Mondeo.

Tampak depan, lubang angin utama diperbesar dengan air dam (gril kedua) lebih kecil. Ubahan ini membuat tampangnya jauh lebih agresif. Lampu utamanya juga ikut berubah dan kini dilengkapi LED untuk lampu. Di belakang, lampu stop juga diganti dengan tekukan garis lebih tajam.

"Fiesta salah satu mobil kompak yang disukai selama lima dekade. Desain yang sekarang semakin sporti dan disukai oleh penggemarnya dan  mengukuhkan Fiesta sebagai mobil kompak paling sukses di dunia," yakin Martin Smith, Executive Design Director, Ford Eropa.

Tambahan lain dari Fiesta facelift, adalah sistem MyKey, Ford SYNC,konektivitas yang diaktifkan suara hingga Active City Stop atau rem otomatis yang membantu pengemudi menghindari tabrakan pada kecepatan rendah.

kini, Fiesta baru juga dibekali dengan mesin 1.000 cc EcoBoost yang mendapat predikiat sebagai "International Engine of the Year" 2012. Mesin ini diklaim teririt di kelasnya dan menghasilkan teanga 81 PS @6.000 rpm.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Optimus Prime Diselimuti Ular

Posted: 05 Sep 2012 06:19 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif – Untuk menarik konsumen, Roy Andreas Hanjaya ingin membuat ikon untuk dipajang di ruang pamernya. Untuk itu, ia mengorbankan Honda CBR 250 dengan penampilan agresif. Sosok yang dipilih Optimus Prime dari film Transformers.

Setelah dirombak dan dilabuir dengan  airbrush, hasilnya malah tak mirip dengan sosok paling disegani dalam film itu. Pria 25 tahun itu pun pasrah dan tetap menyejajarkan tunggangannya dengan rombakan teman yang mengidolakan Bumblebee.

"Pengennya sih ada nuansa transparan, bagian dalam mesin kelihatan dan banyak kabel kelihatan. Jadinya malah kelihatan seperti ular," bebernya sambil tertawa.

Meski demikian, ubahan yang dilakukan Roy justru tampak gahar. Hasil pengecatan transparent look, dikombinasikan dengan banyak variasi untuk mendukung konsep awal yang berbau techno. Salah satunya adalah memasang lampu proyektor III, seolah-olah punya mata dan mulut. Pelek juga dipenuhi  lampu LED yang menyala ketika sepeda motor dibesut.

Moge
Agar tampak seperti moge, Roy memasang suspensi depan upside down dan lengan ayun Honda CBR 1000. Pelek dilebarkan menggunakan merek R1 3,5 inci di depan dan 6 inci di belakang. Master rem dan kaliper juga harus diganti dengan spesifikasi yang mendukung. Untuk ini dipilih Brembo yang biasa dipasang pada CBR 1000.

Selebihnya, bermain dengan aksesori. Roy mengadopsi single seater buatan Baru Motorsport (BMS). Knalpotnya menggunakan Exhaust two brother black edition yang diklaim mampu menaikkan tenaga. lainnya, grip setang, tabung minyak rem, pijakan kaki dan hidraulik untuk kopling. Untuk sentuhan akhir (finishing), dipasang kondom tangki dan deltaboks.

Lumayan, anime Jepang berubah menjadi pahlawan Amerika. Untuk ini, Roy harus mengeluarkan "fulus" Rp 70 juta. Kini, si Optimus Prime yang diselimuti ular itu mejeng dengan gagah di showroom Delta Sari Agung, Sidoarjo.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Pasang Lampu HID Tanpa Ganti Aki dan Kiprok

Posted: 05 Sep 2012 06:02 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif – Memasang lampu High intensity Discharge (HID) tidak bisa sembarangan. Harus diperhatikan daya tahan dan tidak boleh menggannggu sistem kelistrikan yang ada. Meski demikian, tidak harus ribet dengan mengganti aki yang lebih besar atau menambah kiprok atau menggunakan kiprok model lain. Dengan mengikuti langkah yang benar, lampu HID dijamin bekerja baik dengan umur pakai tidak tahun lebih. 

Menurut Pak Wiet, pemilik bengkel Omiga spesialis kelistrikan di bilangan Palmerah Barat, langkah yang diberikannya ini justru lebih aman. "Kiprok standar dirancang untuk spul asli. Untuk mendapatkan arus listrik yang besar tidak  harus menambah kiprok. Pasalnya, pekerjaan bisa sia-sia. Banyak bengkel yang tidak paham. Mereka mau cari untung," jelas pria ramah ini.

Langkah yang ditawarkan Pak Wiet
1. Buka bagian sepeda motor yang menutup kiprok. Lepas kabel kuning. Tujuan mengalihkan suplai aliran listrik dari spul yang semula dipakai sebagai penerangan dan pengisian aki, kini hanya berfungsi sepenuhnya untuk mengisi aki. Lepas saja, biarkan tak terpakai! 

2. Langkah selanjutnya, pindahkan arus listrik yang sebelumnya berasal dari dari spul dan kiprok ke aki via kunci kontak. Otomatis, sumber daya yang sebelumnya AC kini menjadi DC untuk mempertahankan usia lampu.

3. Daya listrik yang dibutuhkan lampu HID biasanya 35 watt dan menyedot banyak arus listrik. Solusinya, ganti lampu belakang dengan LED yang hanya berdaya 1 watt (lampu biasa 5 watt plus 20 watt untuk lampu rem). Selisih yang didapat adalah 24 watt untuk menambah daya ke lampu depan.

4. Jika semua lampu ditotal, daya yang dibutuhkan adalah 1 watt (lampu LED belakang) ditambah 35 watt HID menjadi 36 watt. Sedangkan kemampuan suplai kiprok diasumsikan 48 watt. Masih hemat listrik! 

Tanpa mengganti aki dengan daya lebih besar, juga tidak menambah kiprok, pemasangan lampu HID sudah bisa dilakukan! Hasil terang benderang, umur lampu juga lebih lama! 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar