“Tes Kedua, Mazda CX-5 Mendapat Pujian dari Euro NCAP” plus 2 more

Sabtu, 04 Agustus 2012

“Tes Kedua, Mazda CX-5 Mendapat Pujian dari Euro NCAP” plus 2 more


Tes Kedua, Mazda CX-5 Mendapat Pujian dari Euro NCAP

Posted: 04 Aug 2012 03:13 AM PDT

Brussels, KompasOtomotif – Mazda CX-5 kembali mendapat pujian dari Badan Keselamatan Mobil Eropa (EuroNCAP). Setelah melakukan tes kedua tahun ini, SUV yang juga dipasarkan di Indonesia itu, lulus uji dengan meraih peringkat bintang lima.

Euro NCAP kini mewajibkan setiap mobil dilengkapi dengan Autonomous Emergency Braking agar bisa memperoleh predikat bintang lima. Mazda CX-5  sebenarnya sudah mendapat bintang lima pada uji tabrak awal tahun ini. 

Michiel van Ratingen, Sekjen Euro NCAP mengatakan Mazda CX-5 adalah contoh mobil dengan fitur keselamatan yang memenuhi persyaratan masa kini. "Jika semua mobil dilengkapi AEB dan fitur keselamatan lainnya seperti CX-5, jumlah kecelakaan akan turun drastis. Dengan ini diharapkan, pada  2020 kematian akibat kecelakaan bisa ditekan sampai  50 persen," jelasnya.  AEB adalah fitur yang mengaktifkan pedal rem secara otomatis ketika mobil mendeteksi ada  bahaya di depan.  

Mazda CX-5 menerima  peringkat  bintang lima dari NCAP Euro dengan nilai 94 persen untuk perlindungan penumpang dewasa, 87 persen untuk anak-anak, 64 pesen untuk keselamatan pejalan kaki, dan 86 persen  untuk sistem keselamaan secara keseluruhan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Yuk, Membuat Tapak Ban Tampil Mewah dan Lebar

Posted: 04 Aug 2012 02:57 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif – Beragam pelek sepeda motor didesain untuk membuat tampilan lebih menarik. Ternyata ada trik khusus agar pelek tampak makin lebar, kokoh dan lebih wah tanpa harus "bermewah-mewah". Dengan sedikit ketelitian dan sentuhan kecil (memoles), pelek mampu menipu mata.

Berikut tips seperti  yang dibeberkan Joddy Motor, Kalimalang.
1. Syarat utama, pelek punya lapisan warna. Tepatnya, bukan pelek krom atau warna dasarnya sama dengan warna pelek.
2. Copot pelek dan ban dari as roda. Tujuannya agar cat di sekitar kakkai sepeda motor tidak terkikis. Pekerja berikut berhubungan denan bahan kimia. 
3. Gunakan cairan remover untuk menghilangkan cat di bagian pinggir pelek. Sisakan warna asli di bagian pelek tempat jari-jari terpasang. Gunakan kuas baru dengan ukuran sama  dengan lebar pelek agar cat terkelupas dengan rapi. Harus dikerjakan dengan cermat. 
4. Setelah terkelupas, gosok warna dasar pelek dengan bahan kimia pemoles besi seperti autosol. Jika tak bisa,  guna cairan yang terbuat dari batu ijo. Gosok sampai mengkilat dan jangan  sampai terkena bagian yang menempel pada jari-jari.
5. Untuk perawatan, setiap minggu sekali harus dipoles ulang dengan autosol pada bagian yang sudah dikikis warna aslinya.
6. Cuci dengan sampo khusus untuk mobil/ sepeda motor.

Dengan mengikis cat pinggiran pelek, telapak tampak lebar. Ya... ini hanya tipuan mata namun bisa menambah nilai penampilan, menjadi wah! 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Bangga Meneteng Helm Kemana Saja!

Posted: 04 Aug 2012 02:10 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif – Bagi sebagian pengendara sepeda motor, mengenakan helm menambahkan kerepotan. Namun tidak bagi komunitas yang satu ini (mengaku belum punya nama). Helm bukan hanya dipakai saat mengendarai sepeda motor, tetapi kemana saja, mulai ke mal sampai mengunjungi pacar.

Itulah yang dilakukan sekumpulan anak muda yang tergabung dalam komunitas penyuka helm bermerek atau branded. Bagi mereka, helm bermerek dan mahal adalah gengsi, seksi, sekaligus demi keselamatan (safety). Namun gaya adalah prioritas! 

Jual-beli
Kelompok ini cikal bakalnya adalah kaskuser yang  berbagi informasi di kaskus. Mereka mendapatkan banyak teman dengan hobi yang sama.

"Awalnya iseng! Saya bikin forum share di kaskus tentang helm bermerek seperti Arai, Shoei, Airoh, HJC, AGV, Nolan, Suomy, Shark, Bell, Scorpion, dan banyak lagi. Saya berharap dapat tanggapan. Ternyata responsnya banyak banget," kata Winston Winoto, kolektor 16 buah helm bermerek.

Dari forum tersebut, sambar-menyambar komentar berlanjut terus. Mulai dari pamer helm masing-masing, berbagi info helm langka, hingga cara merawat helm bermerek dengan baik. Tak puas berkomentar, kaskuser yang terlibat dalam forum tersebut akhir mengajak kopi darat. Pada tahap awal hanya lima aau enam orang yang berkumpul. Namun sudah mencapailebih dari 20 orang.

Lokasi berkumpul pindah-pindah sesuai kondisi. Biasanya memilih Jumat malam atau Sabtu pagi untuk kopi darat  untuk berbagi lebih dalam tentang kesukaan mereka.

"Keuntungannya banyak! Kita bisa berbagi info lebih detil, sampai jual-beli koleksi. Rata-rata yang tergabung dalam komunitas ini sudah punya helm bermerek di atas lima buah," kata Winston. Menurut mereka, kualias atau sertifikasi helm bermerek itu  umumnya di atas SNI. 

Helm Nakano 
Mendapatkan helm bermerek dan langka adalah kepuasan. Bahkan, menambah rasa percaya diri ketika mengendarai sepeda motor. Ditambahkan, Untuk kenyamanan dan harga, helm tersebut jauh dibandingkan dengan dijual secara umum. 

Untuk harga, mereka tidak bisa menjelaskan dengan pasti. Hanya mengatakan, helm adalah barang koleksi. "Untuk model baru, paling murah Rp 3 juta dan mahal Rp 7 juta. Kualiatas sudahbagus.

Kalau bekas, langka dan motifnya jarang, harganya nggak tentu. Bisa saja sampai Rp 28 juta karena dibuat dari karbon," kata Agus Hermawan, salah satu anggota.

Karena harganya mahal, mereka rela menenteng helm mahal itu ke mana saja. "Ya kadang mikir diperbudak helm juga sih. Ha ha ha. Tapi siapapun nggak rela kalau sampai hilang. Nenteng helm justru jadi kepuasan," ujar Rizky Djuwono, salah satu anggota lainnya.

Hingga sekarang, helm yang paling dicari adalah motif (Shinya) Nakano, (Hiroshi) Aoyama, hingga helm jadul yang masih ngetren dengan motif aneh-aneh.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar