“Teknologi Asisten Pengemudi Terbukti Dapat Mengurangi Kecelakaan” plus 2 more

Jumat, 13 Juli 2012

“Teknologi Asisten Pengemudi Terbukti Dapat Mengurangi Kecelakaan” plus 2 more


Teknologi Asisten Pengemudi Terbukti Dapat Mengurangi Kecelakaan

Posted: 13 Jul 2012 05:27 AM PDT

KompasOtomotif –  Wajar makin banyak produsen mobil melengkapi produk terbarunya dengan teknologi keselamatan mutakhir. Pasalnya, fitur yang disebut juga sebagai asisten pengemudi (driver-assistance) ini, berdasarkan survei, terrbukti dapat menekan angkamampu menekan tingkat kecelakaan dan cedera yang ditimbulkan.

Hal tersebut disimpulkan oleh euroFOT (European Field Operational Test) yang meneliti penggunaan asisten pengemudi pada mobil penumpang dan kendaraan komersial di Eropa. Proyek yang dimulai dari 2008 itu – melibatkan 28 perusahaan dan organisasi – menghabiskan biaya 22 juta euro  atau Rp 255 miliar.

Jenis fitur

Teknologi tambahan yang dikelompokan sebagai asisten pengemudi itu adalah peringatan tabrakan di depan Foward Collison Warning/FCW), Adaptive Ccruise Control (ACC), sistem informasi blind-spot  (Blind-Spot Information System/BLIS), sistem regulator kecepatan Speed Regulator System/SRS) dan peringatan pindah jalur (Line –Departure Warning/LDW), peringatan kecepatan belok (Curve-Speed Warning/CSW). Semuanya dinilai sangat membantu pengemudi saat menjalankan tugasnya.   

Proyek yang dipimpin oleh Aria Etemad, Senior Research Engineer di Pusat Riset Ford Jerman, Aachen ini, fokus pada teknologi asisten pengemudi dan potensi keselamatan. Berdasarkan studi, lebih dari 90 persen kecelakaan di Eropa terjadi karena kesalahan pengemudi (human error).

1.000 mobil dan truk
Penelitian dilakukan selama 12 bulan dengan memantau 1.000 mobil dan truk yang melakukan perjalanan di Eropa dan dilengkapi dengan teknologi asisten pengemudi terbaru. Setiap kendaraan berbelok, berakselerasi dan pindah jalur dicatat. Data yang terkumpul  untuk dianalisis mencapai 100 terabyte. 

Para periset euroFOT memastikan, mobil penumpang dan truk berat yang menggunakan ACC dan FCW, menghasilkan penghematan sangat besar. Sebagai contoh, untuk mobil saja mencapai 1,2 miliar (Rp 13,9 triliun) dan truk 180 juta euro (Rp2,08 triliun).


Dengan memasang ACC dan FCW, tingkat kecelakaan bisa ditekan, yaitu 5,7 persen untuk mobil penumpang dan 0,6 persen buat truk berat. Penggunaan navigasi juga memberikan efek positif, pengemudi tetap berusaha di jalurnya, menjaga jarak dengan kendaraan di depannya dan tidak mengerem secara mendadak.

Juga dijelaskan, 80 persen pengemudi mengatakan, BLIS bisa meningkatkan keselamatan tanpa menambah beban kerja mereka. Dengan menggunakan pembatas kecepatan, jumlah pengemudi yang melaju melebihi kecepatan maksimum jadi berkurang. Kebiasaan pengemudi mengerem mendadak juga turun dan juga menjaga jarak dengan kendaraan di depan.  

Dilaporkan dengan menggunakan CSW, 75 persen pengguna merasakan, bisa meningkatkan keselamatan dan sangat membantu ketika melakukan perjalanan dijalan luar kota.  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Dari Sini Asal Nama Toyota

Posted: 13 Jul 2012 05:27 AM PDT

Jepang, KompasOtomotif - Tentu tak banyak yang tahu, kenapa Toyota dipakai sebagai nama merek mobil oleh produsen mobil terbesar di Jepang, Toyota Motor Corp. (TMC). Bukannya "Toyoda", nama belakang dari sang pendiri Sakichi Toyoda.

Semua berawal ketika Sakichi Toyoda yang lahir di Jepang 145 tahun lalu (14 Februari 1867) menjadi pengusaha sekaligus pekerja keras membangun alat tenun untuk perusahaan manufaktur kecil bidang tekstil dengan nama belakangnya, Toyoda.

Kontes

Pada 1936, Kiichiro Toyoda, putra Sakichi, kemudian memutuskan untuk mulai membangun perusahaan mobil. Karenanya, ia membutuhkan nama baru untuk perusahaannya. Karena bisnis yang dibangun ayahnya pada 1926 bernama Toyoda Automatic Loom Works Ltd, sedang ia membutuhkan sumber daya dari perusahaan tersebut, Kiichiro lalu memutuskan memberi nama perusahaan mobilnya dengan cara yang sama, Toyoda.

Namun suatu kali ia ingin membuat semacam publikasi supaya perusahaannya lebih dikenal. Keluarga Toyoda pun mengadakan kontes membuat logo yang kemudian direspons oleh dua puluh tujuh ribu orang.

Lucunya, mereka memiliki seorang pemenang kontes, yang sayangnya tidak disebutkan, karena mengubah kata "Toyoda" menjadi "Toyota" (tidak menggunakan huruf "d").

Menurut keluarga Toyoda, perubahan ini punya beberapa keuntungan. "Toyota" punya huruf yang lebih halus dari "Toyoda" ketika dibaca. Menurut mereka, yang secara fonetis kata Toyota membuat gulungan lidah lebih baik saat mengucapkannya, terutama bagi orang-orang di luar bangsa Jepang, seperti Amerika misalnya.

Selain itu, dalam tulisan Katakana (jenis huruf Jepang), kata Toyota hanya membutuhkan 8 sapuan kuas, ketimbang Toyoda yang membutuhkan 10 sapuan kuas. Angka 8 pun dianggap sebagai angka keberuntungan di Jepang, sedangkan bentuk karakter hurufnya melambangkan pertumbuhan masa depan dan kemakmuran.

Maka jadilah mobil-mobil itu menggunakan logo Toyota, dengan model mobil pertama Toyota Model AA. Namun logo asli masih dipajang di kantor pusat Toyota Motor Company di Aichi. (Dimas Wahyu)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Toyota Kasih Diskon Suku Cadang buat Kijang Kapsul

Posted: 13 Jul 2012 03:32 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Dalam rangka merayakan 35 tahun keberadaan Kijang di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan program diskon untuk pemakai model Kapsul (produksi 1996 - 2004) . "Kami ingin memberikan apresiasi kepada pelanggan yang masih memiliki Kijang kapsul dan membuktikan bahwa kami tetap peduli. Diharapkan mereka mau kembali ke bengkel resmi untuk mendapatkan layanan seperti mobil baru dan barang resmi yang digaransi," jelas Widyawati Soedigdo, General Manager Corporate Planning and Product Relation TAM, pada acara media gathering di Kelapa Gading, Jakarta Utara, hari ini (13/7).

Program tersebut meliputi diskon ongkos kerja servis berkala hingga 50 persen yang berlaku mulai hari ini hingga akhir 2012. Selain itu, TAM juga memberikan keringanan harga suku cadang fast moving dari 30 hingga 70 persen. "Suku cadang yang kami diskon untuk sementara ini adalah filter oli dan udara yang sudah menjadi produk lokal," jelas Widyawati. Saringan oli yang sebelumnya Rp 38.000 menjadi Rp 26.000, sementara filter udara dari Rp 290.000 turun drastis hingga Rp 52.000.

"Masih ada 6 suku cadang yang sedang kami kembangkan agar bisa dijual dengan harga terjangkau seperti kedua komponen tersebut," tambah Widyawati. Keenam komponen tersebut antara lain kampas rem depan, sepatu rem belakang, sokbreker, saringan bensin, pelat dan laher kopling. Harga baru tersebut akan bertahan seterusnya dan berlaku di seluruh bengkel resmi di Tanah Air.

Kijang sendiri sejak diluncurkan 35 tahun lalu sudah terjual 1.484.822 unit. Sementara kapsul mencapai 377.045 unit, rekor raihan tersebut sudah dikoreksi Innova tahun lalu yang hingga saat ini sudah terjual hingga 418.935 unit.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar