“Alonso Rebut "Pole Position" Keduanya di Trek Basah” plus 2 more

Sabtu, 21 Juli 2012

“Alonso Rebut "Pole Position" Keduanya di Trek Basah” plus 2 more


Alonso Rebut "Pole Position" Keduanya di Trek Basah

Posted: 21 Jul 2012 06:36 AM PDT

Hockenheim, Kompasotomotif - Mungkinkah Fernando Alonso mampu memenangkan F1 Jerman? Sangat mungkin karena pebalap Spanyol andalan tim Ferrari ini sudah menunjukkan performa sesungguhnya F2012. Setelah tampil tercepat pagi tadi, ia berhasil merebut posisi start terdepan dengan waktu tercepatnya 1 menit 40,621 detik, dalam sesi kualifikasi di sirkuit Hockenheim, Sabtu (21/7).

Tampil di bawah kondisi cuaca yang buruk dan lintasan sirkuit Hockenheim yang licin, sebagai pebalap senior Alonso mampu mengemudikan F2012 dengan baik. Bahkan dalam masa injury tim, ia mampu mempertajam waktunya sendiri 1:40,904 detik. Ini pole postion keduanya di atas lintasan yang basah, musim ini.

Di garis start, Alonso akan didampingi Sebastian Vettel. Andalan Red Bull Racing ini dapat memperbaiki catatan waktu dari 1:42,31 menjadi 1:41. Apabila besok lomba disertai hujan, bukan tidak mungkin Alonso bisa melejit ke depan, asal ia tidak salah melakukan start.

Karena, di belakangnya bertengger Mark Webber dan pebalap senior yang sangat berpengalaman dalam kondisi hujan, Michael Schumacher.

Sementara duo pebalap McLaren yang sangat diharpkan Mercedes bisa memenangkan lomba di kandang mereka, harus start dari baris keempat. Jenson Button berada di urutan ketujuh dan di sebelahnya rekannya Lewis Hamilton.

Kualifikasi (Q) 1 : Schumacher lolos

Baru dimulai langit di atas sirkuit Hockenheim sudah mendung. Tak mau ambil risiko, semua pebalap sejak awal sudah masuk lintasan. Baru jalan dua menit kedua McLaren sudah berada paling atas menggeser Alonso.

Di luar dugaan, Kimi Raikkonen mampu mempertajam waktu hamilton yang 1:16,6221 menjadi 1:15 detik. Mobil Lotus dengan DRSnya yang dituding kompetitor tidak sesuai regulasi, melejit sangat cepat.

Pebalap tuan rumah Micahel Schumacher masih dapat melanjutkan sesi kedua. Dalam masa injury time ia dapat menempatkan dirinya di posisi paling akhir (17), menggeseer Vergne. Dalam sesi ini hanya Romain Grosjean (rekan setim Kimi) yang menikung terlalu lebar, namun masih bisa mengendalikan mobil dan masuk lagi ke lintasan.

Q2 : Hujan

Sesi kedua dimulai dengan rintik hujan. Button yang pertama masuk lintasan dengan ban kering diikuti Massa, Alonso, Perez (Sauber). Apa yang terjadi, ternyata Button sulit mengendalikan keliran mobil. Begitu juga dengan Maldonado, tapi keduanya tetap jalan. Termasuk jugta Alonso, Massa, Kimi,  Perez, Vettel, Rosber, dan Schumi.

Sebagai pebalap senior, Schumi menunjukkan kebolehannya di trek sedikit licin dengan ban slick. ia melejit tercepat dengan waktu 1:38,010. Sayang, waktu tersebut hanya bertahan seminat karena digeser Hamilton dengan 1:37,365.

Ketika trek sudah basah, para pebalap menukar bannya dengan intermediate, bahkan ada yang memakai ban basah (wet). Anehnya, waktu Hamilton yang 1:37,365 terus bertahan sampai usai, meski sudah pakai ban basah. Ini menandakan para pebalap tidak maksimal membesut mobil mereka.

Beberapa pebalap sempat ke luar lintasan seperti dialami Gorsjean (Lotus), Bruno Senna dan Rosberg. Mereka berupaya bisa melanjutkan sesi terakhir, tapi gagal. Rosberg harus start dari urutan ke-17, sementara Grosjean dari posisi ke-15 di belakang Massa.

Hasil kualifikasi
1.  Fernando Alonso              Ferrari                              1m40.621s
 2.  Sebastian Vettel               Red Bull-Renault           1m41.026s  + 0.405
 3.  Mark Webber                    Red Bull-Renault           1m41.496s  + 1.838
 4.  Michael Schumacher     Mercedes                         1m42.459s  + 2.880
 5.  Nico Hulkenberg             Force India-Mercedes   1m43.501s  + 3.329
 6.  Pastor Maldonado         Williams-Renault             1m43.950s  + 3.492
 7.  Jenson Button                McLaren-Mercedes         1m44.113s  + 3.565
 8.  Lewis Hamilton              McLaren-Mercedes         1m44.186s  + 0.875
 9.  Paul di Resta                  Force India-Mercedes    1m44.889s  + 4.268
10.  Kimi Raikkonen             Lotus-Renault                 1m45.811s  + 5.190

Q2
11.  Daniel Ricciardo          Toro Rosso-Ferrari           1m39.789s  + 2.424
12.  Sergio Perez                 Sauber-Ferrari                   1m39.933s  + 2.568
13.  Kamui Kobayashi        Sauber-Ferrari                   1m39.985s  + 2.620
14.  Felipe Massa               Ferrari                                  1m40.212s  + 2.847
15.  Romain Grosjean       Lotus-Renault                    1m40.574s  + 3.209
16.  Bruno Senna                Williams-Renault             1m40.752s  + 3.387
17.  Nico Rosberg              Mercedes                           1m41.551s  + 4.186

Q1
18.  Jean-Eric Vergne        Toro Rosso-Ferrari           1m16.741s  + 1.048
19.  Heikki Kovalainen      Caterham-Renault            1m17.620s  + 1.927
20.  Vitaly Petrov                 Caterham-Renault            1m18.531s  + 2.838
21.  Charles Pic                 Marussia-Cosworth          1m19.220s  + 3.527
22.  Timo Glock                  Marussia-Cosworth         1m19.291s  + 3.598
23.  Pedro de la Rosa      HRT-Cosworth                   1m19.912s  + 4.219
24.  Narain Karthikeyan    HRT-Cosworth                   1m20.230s  + 4.537

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Mobil Keluarga di Mata Kompasianer

Posted: 21 Jul 2012 04:00 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Mengapa  enam orang kompasianer  bersedia menjajal Nissan Evalia ini ke Tangkuban Perahu. Inilah jawaban mereka saat diwawancara sebelum berangkat pagi tadi.

Membandingkan
"Saya sudah punya Daihatsu Xenia. Ingin membandingkannya dengan Evalia. Bagaimana kenyamanan dan fitur-futur yang dimilikinya. Saya jugauga penasaran dengan fitur Eco yang tidak dimilik MPV kecil lain," kata Dzulkifar. 


Sementara rekanya, Harris Maulana ingin merasakan kenyamanan  MPV yang dibanderol Rp145 juta tersebut karena lagi berencana membeli mobil baru.  

"Sayangnya peluncurannya agak terlambat. Mendekati  Ramadhan. Seandainya lebih cepat, bisa jadi  akan laris manis. Ke depan saya yakin mobil ini akan laku keras," komentar Harris.

Kriteria
Berbeda dengan kedua rekannya, Hasmi lebih kritis menyikapi keberadaan Nissan Evalia. Menurutnya tidak mudah untuk sebuah mobil bisa disebut sebagai mobil keluarga. "Ulasan media, memang mengatakan layak sebagai mobil keluarga. Saya belum merasakannya. Jujur saya akan mengganti mobil. Kebetulan mobil saya yang sekarang belum memenuhi standar nyaman bila digunakan untuk mudik," jelasnya. 

Menurutnya, mobil keluarga harus memenuhi tiga kriteria, yaitu daya muat, daya tahan dan keamanan. Khususnya, di Indonesia konsumen adalah keluarga besar.

"Kondisi di dalam mobil itu penting. Saya dengar Nissan Evalia lega, kursinya dapat dilipat dan bisa muat banyak barang. Mobil saya yang sekarang, bila dibawa mudik dan anak ingin tidur, harus cabut kursi dulu. Capek buka bautnya," beber Hasmi.

Ia juga ingin mengetahui langsung, apakah mobil ini benar-benar aman bila dikemudikan istrinya seorang diri. "Kalau keamanannya tidak terjamin, saya coret dari daftar," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

6 Kompasianer Jajal Nissan Evalia ke Tangkuban Perahu

Posted: 21 Jul 2012 04:00 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Enam Kompasianer, Sabtu (21/7/2012) ini, mendapatkan kesempatan menjajal MPV terbaru Nissan, yaitu Evalia, dari kantor Redaksi Kompas.com, Jalan Palmerah Selatan, ke Bandung.


Hal ini terlaksana berkat kolaboroasi KompasOtomotif dengan PT Nissan Motor Indonesia. Tujuannya, keenam Kompasianer bisa memperoleh pengalaman langsung merasakan Nissan Evalia yang akan dituangkan dalam tulisan mereka.

Dua unit Nissan Evalia yang digunakan terdiri dari tipe XV dengan transmisi otomatik dan SV manual. Dengan kegiatan ini, Communication Manager Nissan Motor Indonesia, Aditya Zainuddin, berharap bisa mendapatkan informasi tentang Nissan Evalia.

"Evalia adalah kendaraan keluarga. Saya berharap dengan kegiatan ini publik bisa tahu kesan yang diperoleh masyarakat setelah mengemudikan Evalia, khusus tentang fitur, interior, dan performanya. Juga akan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bagi Nissan Motor Indonesia untuk melakukan perbaikan atau pengembangan nantinya,"  jelas Aditya.

Peserta akan menuju Bandung dengan rute Jakarta - Kilometer 54 - Tangkuban Perahu, Bandung. Rute ini sekaligus menjadi arena untuk mengetahui kenyamanan dan keamanan Evalia.

"Dari Jakarta menuju Kilometer 54 itu kita akan menguji akselerasi.Nanti menuju ke Tangkuban Perahu kita akan menguji kenyamanan, keamanan, suspensi, dan rem. Tangkuban Perahu adalah ujian karena banyaknya jalan yang berkelok," kata Aris F Harvenda, redaksi KompasOtomotif, pelaksana kegiatan ini.

Peserta dibagi dua tim. Nantinya, setiap peserta bergantian mengemudikan Evalia. Pengalaman tersebut akan dituangkan dalam tulisan di Kompasiana.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Diposkan oleh iwan di 15.16  

0 komentar:

Poskan Komentar