“Kupe Empat Pintu Murah dari Rusia” plus 2 more

Senin, 18 Juni 2012

“Kupe Empat Pintu Murah dari Rusia” plus 2 more


Kupe Empat Pintu Murah dari Rusia

Posted: 18 Jun 2012 06:08 AM PDT

[unable to retrieve full-text content]

Tapi, produsennya mengklaim tampilannya tidak murahan


Renault Duster Sudah bisa Dipesan di India

Posted: 18 Jun 2012 04:30 AM PDT

Kolkata, KompasOtomotif - Renault India (RI) siap meluncurkan Duster dalam waktu dekat. Pasalnya, sport utility vehicle (SUV) tersebut berkeliaran tanpa menggunakan selubung di Kolkata, India. Bahkan, RI sudah membuka daftar pemesanan mulai hari ini seperti yang diberitakan Indianautoblog, hari ini (18/6). Meski belum ada informasi soal harga, diperkirakan Duster dibanderol  600.000 rupee atau Rp 101 juta untuk varian bensin dan  700.000 rupee setara Rp 117 juta untuk versi diesel.

Berarti, bocoran Renault Duster bakal mejeng di ajang Indonesia International Motor Show 2012, September mendatang, bakal jadi kenyataan. Indikasi ini cukup kuat ditunjang saat Duster tertangkap kamera KompasOtomotif sedang tes jalan di Parung, Jawa Barat, Januari lalu. Dan India merupakan basis produksi terdekat sebagai penyuplai. Namun ketika dikonfirmasi ke Renault Indonesia, siang tadi, mereka enggan berkomentar.

Untuk pasar Indonesia,  kemungkinan versi diesel karena  saat terekam kamera tengah mengisi bahan bakar solar. Berarti, jantung pacu yang dipakai 1.5 liter dCi berdaya 108 PS.

Fitur yang dimilik antara lain keyless entry, lampu kabut, koneksi USB, Aux-in dan Bluetooth, kontrol operasi audio dan telepon di setir, pengatur spion elektrik dan sensor parkir. Sementara untuk perangkat keselamatan SUV ini ditunjang dengan ABS, EBD, BA dan kantung udara depan (pengemudi dan penumpang).

Duster diposisikan sebagai salah satu model kunci di India karena siap masuk ke segmen pasar SUV yang mulai tumbuh besar. Di pasar, rival lain termasuk Mahindra Mini-Xylo yang segera diluncurkan Agustus (2012) dan Ford EcoSport menyusul tahun depan, siap bersaing.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Swedia, Jepang dan China Ubah Saab Menjadi Produsen Mobil Listrik

Posted: 18 Jun 2012 04:30 AM PDT

Trollhättan, KompasOtomotif – Nasib Saab, produsen mobil asal Swedia yang terkatung-katung sejak dilego oleh General Motors kepada produsen supercar Belanda Spyker, akhir pekan lalu memperoleh kejelasan.

Kini, produsen mobil Swedia tersebut resmi berada di bawah pemilik barunya National Electric Vehicle Sweden AB (NEVS), sebuah konsorsium internasional kolaborasi perusahaan milik pengusaha Jepang, Swedia dan China.

Mobil pertama
Untuk memimpin perusahaan baru ini, telah ditunjuk mantan bos Volvo Trucks, Karl-Erling Trogen, yang akan memproduksi mobil listrik pertama 2014 yang dibangun berdasarkan model 9-3. Sementara itu, Green Car Reports memberitakan - dikutip oleh Autobloggreen model yang dibuat adalah Saab Phoenix Concept di Geneva pada tahun lalu. Juga dikutip berita dari  Bloomberg, tahun lalu Saab hanya menjual 10.000 unit mobil.

Saab yang sudah bankrut seluruh asetnya dibeli  oleh NEVS, termasuk fasilitas perusahaan di Trollhättan. Nilai aset tidak dijelaskan. Automobile Parts AB, sebagai pemilik hak cipta untuk Saab 9-5 - milik oleh General Motors - tidak masuk dalam persetujuan pembelian.

Teknologi Jepang
Untuk membangun Saab 9-3 menjadi mobil listrik, konsorsium mengimpor teknologi mutakhir dari  dari Jepang. Bersamaan dengan Saab 9-3, juga dikembangkan model lain berdasarkan teknologi mobil listrik terbaru dari Jepang.

Untuk pemasaran, meski rencananya dijual ke seluruh dunia, namun tahap pertama, difokuskan ke China. Dasarnya, karena China adalah pasar mobil terbesar di dunia saat ini dan sangat penting untuk untuk mobil listrik.

"China  melakukan banyak investasi untuk mengembangkan mobil listrik. Teknologi  mutakhir harus digunakan untuk mengurangi ketergantungan kepada minyak bumi," kata Kai Johan Jiang, pendiri dan pemilik utama National Modern Energy Holding Ltd., pemilik saham mayoritas NEVS.

"China dapat meningkatkan mobil pasar mobil lisrik. Pasokan minyak global tidak cukup jika semua orang membeli mobil menggunakan bahan bakar minyak. Pemakai mobil di China juga membutuhkan mobil listrik premium yang nantikan dibuat oleh  Saab Automobile di Trollhättan," jelas Kai Johan Jiang dalam rilis perusahaan baru tersebut.  

Gaji tinggi
Usaha menjadikan NEVS sebagai produsen mobil listrik utama di dunia, untuk posisi kunci, perusahaan tersebut merekrut para insinyur berpengalaman dengan gaji tinggi dan di tempatkan di Trollhättan. Dengan cara ini, mereka diharapkan bisa bisa langsung memulai pengembangan dan memproduk mobil listrik. Pengembangan dilakukan bersama-sama oleh  insinyur Swedia, Jepang dan China.

"Saya senang sekali karena Saab Automobile  punya pengalaman  merancang  dan memproduksi mobil. Kami memulai kerjasama untuk masa depan di Trollhättan dengan fasilias pabrik kelas dunianya," kata Kar-Erling Togen, Chairman, National Electronic Vehicle Sweden AB.

"Kami akan membuat mobil dengan desain Swedia, memanfaatkan pengalaman Jepang menciptakan teknolologi mobil listrik dan menjualnya ke pasar China yang kuat. Mobil listrik adalah kendaran masa depan. Mobil listrik mendatang dibuat Trollhättan," lanjut Karl- Erling Trogen.

Asia yang dijadikan target penjualan tidak salah. Karena – menurut Pike Research - berdasarkan prediksi tahun lalu, penjualan mobil plug-in di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2017 akan mencapai 600.000 unit. China adalah pasar terbesar!   

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar