“Pemerintah Indonesia Tantang Prinsipal Dunia” plus 2 more

Rabu, 09 Mei 2012

“Pemerintah Indonesia Tantang Prinsipal Dunia” plus 2 more


Pemerintah Indonesia Tantang Prinsipal Dunia

Posted: 09 May 2012 09:15 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Pemerintah tantang prinsipal otomotif dunia untuk memproduksi mobil hibrida di Indonesia dan siap memberikan insentif fiskal agar punya banderol lebih kompetitif. Ihwal ini disampaikan Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi kepada KompasOtomotif dan Bisnis Indonesia di Kantor Kementerian Perndustrian, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2012).

Pemerintah Indonesia masih terkesan tidak acuh pada potensi mobil hibrida meski sudah mulai dipasarkan sejak empat tahun lalu (baca: Toyota Prius, 2009). Meski Pemerintah sudah mendengarkan presentasi mobil hibrida dari Astra, kemarin,  tantangan ini berlaku untuk semua merek mobil yang ada di Indonesia.

"Saat ini inisiasi tengah dilakukan, menyatukan persepsi apa yang dimaksud dengan mobil hibrida itu. Insentif akan disiapkan jika ada komitmen dari prinsipal," komentar Budi. Jika ada umpan balik positif dari prinsipal otomotif, lanjutnya, maka "road map" yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil hibrida pada 2015 masih bisa terwujud. "Masih ada tiga tahun untuk mempersiapkan, jadi masih feasible," beber Budi.

Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum GAIKINDO mengatakan, asosiasi mendukung upaya Pemerintah Indonesia mendorong prinsipal memproduksi mobil hibrida di Indonesia. Tapi, diperlukan insentif yang menggiurkan sebagai penarik prinsipal. "Misalnya insentif tahun pertama lokalisasi, tahun kedua dan ketiga mau ada apa. Menciptakan produksi mobil hibrida akan lebih sulit karena menggunakan teknologi tinggi," komentar Sudirman.

Sudirman yang juga Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor - perakit mobil terbesar di Indonesia - menambahkan, jumlah investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik mobil hibrida akan lebih besar ketimbang yang sudah dilakukan beberapa prinsipal saat ini untuk ikut program Low Cost and Green Car (LCGC) yang dicanangkan pemerintah."Bisa dua kali lipat dari LCGC investasinya," tegas Sudirman.

Cukai

Sebagai calon regulasi yang bakal disiapkan untuk insentif produksi mobil hibrida adalah sistem cukai, sama seperti yang tengah digodok untuk LCGC. Dengan cukai, pemerintah bisa menciptakan pengecualian pembebasan biaya tambahan untuk mobil ramah lingkungan salah satunya berteknologi hibrida.

"Perbedaannya, mobil hibrida ini bukan low cost tapi high cost, meski ramah lingkungan," tegas Budi.

Saat ini Indonesia termasuk negara tertinggal ketimbang negara lain seperti Thailand yang sudah ditunjuk sebagai basis produksi Toyota untuk Prius dan Camry Hibrida. Selain itu, Malaysia juga sudah menelurkan kebijakkan insentif untuk mobil hibrida dalam jangka panjang.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Jualan Camry Hibrida Laris

Posted: 09 May 2012 04:18 AM PDT


Jakarta, KompasOtomotif — Toyota Indonesia lagi tersenyum saat ini. Pasalnya, setelah sempat gagal mendongkrak pemasaran mobil hibrida di Indonesia dengan produk andalan Prius, kini mereka mencoba lagi dengan Camry. Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan bahwa sejak awal tahun ini penjualan sedan menengah Toyota itu sudah mencapai 935 unit berkat peluncuran All New Camry berikut versi hibrida, akhir Maret 2012. Bahkan, permintaan Camry Hybrid cukup tinggi, di atas prediksi Toyota Indonesia.

"Kalau dirata-rata, maka penjualan Camry per bulan capai 200-an unit. Semula kami prediksi varian hibrida paling cuma 5-10 persen. Ternyata sampai kini naik sampai 20-25 persen dari total penjualan," beber Johnny di sela-sela pembukaan Camry Invitational Golf Tournament 2012 di Pondok Indah, Rabu (9/5/2012).

Larisnya penjualan Camry hibrida dinilai Johnny sebagai salah satu upaya Toyota dalam mendukung pemerintah menciptakan produk yang hemat bahan bakar dan lebih ramah lingkungan.

Golf

Di sisi lain, Toyota Indonesia kembali menggelar Camry Invitational Golf Tournament 2012 di Lapangan Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan, 9-11 Mei 2012. Hadiah total Rp 150 juta dengan trofi bergilir dan satu Camry 2.5 Hybrid disiapkan khusus untuk pemenang "hole-in-one". Turnamen ini diikuti 512 pegolf, terdiri dari 428 pemain amatir dan 84 pemain profesional. Setelah Jakarta, acara serupa juga diselenggarakan di Surabaya, 25 Mei 2012.


 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Keren, Skutik Aprilia

Posted: 09 May 2012 02:38 AM PDT

Italia, KompasOtomotif — Baru akhir April lalu, Aprilia meluncurkan RS4 125 edisi khusus, sepeda motor jenis sport untuk menghormati prestasi pebalap Superbike, Max Biaggi. Kini pabrikan Italia itu kembali menyodorkan skutik SR50 dan SR125 yang terinspirasi dari supermoto.

SR125 dibekali mesin 4-tak silinder tunggal berkapasitas 124 cc, sedangkan yang SR50 bermesin 2-tak 49 cc. Keduanya tersedia dalam warna putih, hitam, dan oranye metalik dengan banderol 2.120 poundsterling atau setara Rp 31,5 juta (125 cc) dan 1.770 poundsterling (Rp 26,3 juta) untuk yang 50 cc.

Menariknya, Aprilia memberi keringan kepada konsumen yang ingin mendapatkan kedua produk tersebut dengan cara kredit. Untuk yang 125, jumlah uang muka 99 poundsterling (Rp 1,4 juta) dan cicilan per bulan 60,38 poundstering (Rp 898.000). Adapun yang 50 cc dengan cicilan 49,93 poundsterling (Rp 742.000) per bulan. Sayang, tak disebutkan, berapakah lama pelunasan cicilan tersebut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 15.04  

0 komentar:

Poskan Komentar