“Honda PCX 150 Segera Meluncur” plus 2 more

Senin, 21 Mei 2012

“Honda PCX 150 Segera Meluncur” plus 2 more


Honda PCX 150 Segera Meluncur

Posted: 21 May 2012 04:33 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Pelan tapi pasti, PT Astra Honda Motor terus memperkuat segmen skutiknya dengan produk baru. Kali ini adalah "flagship" skutik,  PCX 150 yang akan diluncurkan pada  awal semester dua tahun ini.

"Dengan PCX 150, kami akan memberikan produk dengan nilai semakin baik kepada konsumen," ujar sumber AHM

"Dengan PCX 150, kami akan memberikan produk dengan nilai semakin baik kepada konsumen," ujar sumber AHM saat berbincang dengan KompasOtomotif, Senin (21/5/2012).

Persiapan peluncuran PCX 150 tercium dari pendaftaran skutik tersebut ke Kementerian Perindustrian. Saat ini kode HONDA WW150D(IN) A/T masih dalam proses atau tengah diuji coba produknya. Dari kode ini terlihat bahwa Honda motor tetap mengimpor secara utuh (CBU) skutik  kasta tertingginya ini dari Thailand.

Untuk penampilan, PCX 150 hampir tak berrbeda dengan PCX 125 yang ada dipasar saat ini. Perbedaan utama hanya pada mesin SOHC 152,9 cc dengan teknologi Enhanced Smart Power (eSP). Teknologi tersebut sebenarnya sudah digunakan pada Vario Techno 125 PGM-FI yang mengoptimalkan pendinginan komponen dan mengurangi gesekan agar tenaga bertambah namun maksimal namun tetap irit.

Untuk pemindah tenaga, CVT V-Matic, kinerjanya terus ditingkatkan. Fitur lainnya adalah Anti-Theft Alarm System, combi brake system hidrolik, ACG starter dan idling stop system (ISS). 

Sayang, untuk bandrol, sumber Honda masih tutup mulut. "Kalau harga masih belum jelas. Nanti saja kalau sudah pasti," tutup sumber itu.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Maldonado Bantah Bayar Masuk F1

Posted: 21 May 2012 02:57 AM PDT

KompasOtomotif - Pebalap tim Williams Pastor Maldonado kesal oleh kritikan yang mencap dirinya bayar bisa masuk ke kancah F1. Dan kemenangan yang diraihnya pada GP F1 Spanyol, dua pekan lalu (13/5) jadi bukti kalau mantan juara GP2 ini berada di balap jet darat atas dasar bakat.

Memang, bukan Maldonado yang membayar, tapi dirinya diduga membawa uang 27 juta poundsterling atau setara Rp401 miliar ke Williams melalui perusahaan minyak milik negara PDVSA dari Venezuela, negara asalnya.

"Saya sangat beruntung memiliki dukungan luar biasa seperti dari Venezuela," ungkap Maldonado. Pendanaan yang saya bawa, lanjutnya, dapat membatu saya mencapai F1, juga pengembangan mobil dan itu krusial dalam meraih sukses.

Dirinya tak mau fokus pada komentar-komentar tersebut, lebih memilih berbicara mengenai trek dan melakukan perkerjaan terbaik yang bisa dilakukannya untuk tim. "Hasil di Spanyol, kemarin telah menunjukkan bahwa saya  memiliki bakat untuk menjadi salah satu pebalap terbaik," tegasnya.

Mengenai kompetisi musim ini dinilainya paling kompetitif dibandingkan sebelumnya yang dikuasai satu tim. "Ini tentu membosokan bagi penggemar ketika seorang pebalap mendominasi. Tahun ini, suhu kompetisi teratas sedikit seperti GP2, di mana para pebalap bisa memainkan peran besar dalam performa kendaraan," sebutnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Mobil Listrik Segera Menjamur di Israel

Posted: 21 May 2012 01:05 AM PDT

Rosh Haayin, KompasOtomotif - Jepang, Amerika Serikat dan Eropa berlomba-lomba mengembangkan teknologi mobil listrik. Tapi, jangan kaget kalau nanti populasi mobil listrik terbesar justru ada di Timur Tengah, khususnya Israel. Pasalnya, pengusaha lokal Shai Agassi baru saja meresmikan Better Place, jaringan pengisian baterai terintegrasi pertama di negerinya. Seperti dilansir kantor berita AP (19/5/2012), Agassi mengucurkan dana lebih dari 400 juta dollar AS (Rp 3,7 triliun).

Masalahnya bukan isyu kenaikan harga energi. Konsumen berfikir mobil listrik belum bisa menawarkan jarak tempuh yang dibutuhkan," beber John McElroy ahli Industri Otomotif.

Melalui Better Place, Agassi menawarkan jawaban dari dua hambatan yang selama ini menjadi kendala terbesar mobil listrik, yakni biaya mahal dan keterbatasan jarak tempuh. Jadi setiap pelanggan yang masuk ke Better Place bukan hanya bisa "charge" ulang baterai, tapi juga menjual baterai dan menggantinya (swap) dengan yang sudah terisi penuh. Cuma butuh waktu lima menit, ketimbang harus menunggu beberapa jam untuk isi ulang, pengendara sudah bisa kembali jalan dengan jarak tempuh 160 km.

40 Stasiun

Untuk tahap awal, empat stasiun Better Place diresmikan di bagian pusat dan utara Israel. Sampai paruh ke dua tahun ini, 40 stasiun lagi menyusul beroperasi melintasi batas negara. Bahkan sebelum seluruh stasiun beroperasi, setiap pengguna mobil listrik sudah bisa berkendara sampai 500 km dari ujung utara sampai selatan Israel tanpa harus khawatir kehabisan tenaga.

Guna menyukseskan proyek ini, Agassi juga menggandeng investor lain termasuk General Electric Company dan HSNC Holdings PLC dengan mengumpulkan dana pengembangan 750 juta dollar AS yang sudah bergulir sejak empat setengah tahun lalu.

Untuk volume pasar mobil listrik, Renault mulai memasarkan sedan listrik Fluence di Israel dan populasinya baru 140 unit. Setiap tahun, pasar mobil di negeri tersebut mencapai 200.000 unit dan permintaan mobil listrik mencapai 1.800 unit,  dua per tiganya pesanan perusahaan.

Khawatir

Saat ini konsumen masih mengkhawatirkan akan keterbatasan daya jelajah mobil listrik. Apalagi tidak adanya kepastian jika mobil tiba-tiba kehabisan tenaga di lokasi yang jauh dari stasiun pengisian atau dalam kondisi darurat menuju rumah sakit. Meskipun harga bahan bakar terus meningkat, tidak berbanding lurus dengan volume penjualan mobil listrik. "Masalahnya bukan isyu kenaikan harga energi. Konsumen berfikir mobil listrik belum bisa menawarkan jarak tempuh yang dibutuhkan," beber John McElroy ahli Industri Otomotif.

Terkait ini, Agassi, berambisi membuktikan kekhawatiran ini tidak benar. "Kami akan mengendarai mobil yang selama ini hanya menjadi fantasi," ujar Agassi.

Setelah Israel, Better Place akan ekspansi ke negara kedua, yakni Denmark juga pada tahun ini. Selain itu, Australia didapuk jadi pasar terbesar Better Place dengan konsentrasi jaringan di ibukota Canberra. Trus, Hawaii, California dan Amsterdam juga jadi incaran selanjutnya. Tidak ketinggalan, China sebagai negara dengan pasar otomotif terbesar di dunia juga ikut dibidik.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar