“Era CD di Mobil Segera Berakhir” plus 2 more

Selasa, 15 Mei 2012

“Era CD di Mobil Segera Berakhir” plus 2 more


Era CD di Mobil Segera Berakhir

Posted: 15 May 2012 05:32 AM PDT

Detroit, KompasOtomotif – Era CD atau DVD player pada mobil segera berakhir. Penyebabnya, tren teknologi dan kecenderungan konsumen atau pemakai mobil di masa mendatang (dalam waktu dekat).

Bagi desainer, bila mobil tidak lagi menggunakan CD atau DVD player, bisa mengurangi bobot sampai 2 kg (head unit). Di samping itu, juga membuat ruang di bagian tengah dari dasbor menjadi lebih lega dan bisa digunakan untuk keperluan lain. Hal tersebut diungkapkan oleh Michael Arbaugh, Kepala Desainer Interior Ford dalam sebuah simposium dengan sering wartawan otomotif di Detroit Minggu lalu. "Menurut saya, orang yang berumur di bawah 30 tahun, kemungkinkan lebih suka menggunakan peranti MP3. Mereka tidak lagi membeli CD," jelas Arbaugh

Dijelaskan, bagi kebanyakan orang, dua kilo tidak ada artinya dibandingkan dengan bobot mobil di atas 1.000 kg. Bagi desainer, menghilangkan CD player dari mobil merupakan keputusan yang sangat penting. Pasalnya, produsen mobil dituntut untuk membuat mobil yang makin irit konsumsi bahan bakarnya.

Di Amerika Serikat, selama 30 tahun terakhir, para perancang menilai, tidak ada perubahan berarti standar konsumsi bahan bakar yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Menjelang 2016, mobil baru konsumsi bahan bakar harus 14,45 km per liter. Tuntutan lain, harus menyediakan perangkat keamanan yang makin canggih dan teknologi komunikasi agar tetap kompetitif. 

Sistem audio (entertainment) mobil sekarang ini banyak disantukan dengan sisntem informasi (infotainment). Satu lagi, makin banyak produsen mobil menyediakan head unit yang bisa dihubungkan ke flashdisk dengan konektor (interface) USB. Dengan kemampuan menyimpan lagu lebih banyak dan bisa dikontrol langsung dari head unit, konsumen tentu saja akan meninggal penggunaan CD.

Serat karbon
Sementara itu, Robert Boniface, Direktur Desain Eksterior Cadillac dalam seminar itu memperkirakan, produsen mobil  semakin banyak mengunakan serat karbon dalam waktu dekat kendati harganya masih mahal.

"Sebagai elemen desain, serat karbon adaslah material yang indah. Ringan dan sangat disenangi," jelas Boniface.

Ia juga memperkirakan, harga serat karbon akan semakin terjangkau bila produsen  mobil mau bekerjasama dengan pemasok yang memproduksinya.  

"Tren penggunaan serat karbon juga semakin deras karena makin regulasi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang bertambah ketat," lanjut Boniface.  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Hyosung GT650N Moge Korea untuk India

Posted: 15 May 2012 05:01 AM PDT

India, KompasOtomotif - Saat pasar sepeda motor moge 600 cc di India sempat kosong, Hyosung datang meramaikannya. Produsen roda dua asal Korea Selatan itu menggandeng perusahaan lokal Garwane. Setelah memperkenalkan model GT250 dan bergaya 'Harley', kini mereka menyodorkan sportbike GT650N edisi terbatas. Terobosan ini sebagai antisipasi karena Jepang dan Italia berencana masuk.

GT650N ini mengusung mesin V-Twin berkapasitas 650 cc yang mempunyai tenaga maksimum 72 PS dengan torsi 61 Nm. Tenaga tersebut digerakkan ke roda belakang dengan bantuan transmisi 6-percepatan.

Edisi terbatas ini mempunyai ciri berbeda dari versi standar, yakni warna merah pada kerangka di bawah tangki bensin dan panel bagian belakang dengan grafis baru.

Banderolnya, lebih mahal dari versi standar yang 15.000 dollar Amerika atau setara Rp139,5 juta.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Nih, Cara Merepotkan Pencoleng Mobil

Posted: 15 May 2012 04:28 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Pencurian mobil makin marak dengan beragam modus. Produsen mobil pun terus mengembangkan teknologi sistem anti maling, salah satunya dengan immobilizer. Jadi, pada kunci kontak terdapat microchip yang dapat mengirim sinyal frekuensi radio ke ECU (engine control unit). Mesin tidak akan bisa menyala bila kunci dicabut, sekalipun menggunakan duplikat tanpa microchip.

Nah, bagi pemilik mobil yang belum dilengkapi sistem tersebut, ada beberapa barang aftermarket untuk mencegah mobil raib ditawarkan di toko aksesori. Paling tidak membuat kerja maling tersebut menjadi lebih berat.

Alarm
Sifat dasarnya sebagai sarana memperlambat kerja dan memberi tanda ketika mobil sedang berusaha dibobol. "Maling sekarang tambah pinter dan terus mengikuti perkembangan teknologi alarm. Atas dasar itulah kami terus melakukan pengembangan," ujar Sarbini, teknisi CCAS sebagai distributor Clifford. Biasanya alarm yang murah meriah hanya memiliki sensor remote dan anti start. Sementara untuk yang sudah canggih dilengkapi pula dengan sensor gerak, ruang dan kode akses yang bisa diganti setiap saat.

GPS Pelacak
Sarbini juga menyarankan memasang alat ini untuk melacak atau mengetahui posisi kendaraan setelah tahu mobilnya dicuri. Perangkat tersebut dipasang tersembunyi dan dilengkapi dengan kartu GSM atau GPRS untuk mengirim data ke server. Dengan alat tersebut pemilik mobil bisa mengetahui lokasi ketika dibawa maling melalui internet. Bahkan ada produk yang menawarkan fitur bisa mematikan mesin dengan sistem SMS.

Pemutus Aliran
Heron, penjual aksesoris dan bengkel modifikasi di kawasan Cipinang mengatakan pemutus aliran (cut off) cukup membuat pusing maling karena mobil tidak bisa dinyalakan. Sistem ini bisa dipergunakan untuk memutus pengapian, pompa bahan bakar dan kelistrikan. Posisinya harus tersembunyi dan pemasangannya menggunakan kabel yang sesuai untuk menghindari korslet. Piranti ini tidak bisa dipasang pada mobil mewah yang memiliki modul banyak.

Alat Pengunci
Perangkat ini terbilang variatif dan banyak ditemukan di toko aksesori dengan penawaran yang terjangkau. Pilihannya, ada untuk setir, rem dan ban yang bisa menghambat kerja dan merepotkan maling saat melancarkan usahanya. "Ada lagi yang cerdik, mengaitkan lengan ayun dengan rantai yang digembok di lantai. Karena tempatnya tersembunyi di bawah, saat maling coba mengeluarkan mobil pasti akan kaget karena tersangkut rantai," ujar Imam Choiri dari Bengkel AP Speed yang mendapat tips dari salah satu konsumennya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 15.40  

0 komentar:

Poskan Komentar