“Inilah Penyebab Nissan Juke Terbakar!” plus 2 more

Jumat, 13 April 2012

“Inilah Penyebab Nissan Juke Terbakar!” plus 2 more


Inilah Penyebab Nissan Juke Terbakar!

Posted: 13 Apr 2012 05:25 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Penyebab Nissan Juke terbakar pada Sabtu dini hari, 11 Maret lalu di kawasan Sudirman, Jakarta, menurut Kepolisian Indonesia kepolisian adalah human error atau kelalai manusia. Akibatnya, penyidikan dihentikan Ditlantas Polda Metro Jaya sejak 11 April 2012.

Saat kehilangan kendali, Olivia juga tidak menginjak pedal rem. Polisi tidak menemukan adanya bekas rem di lokasi peristiwa.

Kepolisian beralasan, kasus ditutup karena murni kelalaian pengemudi. Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab, Jumat (13/4/2012), di Mapolda Metro Jaya mengatakan, "Ini murni personal error, kesalahan manusia".

Lantas, adanya kerusakan pada komponen mesin dan bodi, Untung menuturkan pihaknya tidak berkompeten meneliti itu. "Itu ranah perdata. Soal mesin, bukan kewenangan polisi menyelidikinya," pungkas Untung.

Guna mendapatkan jawaban misteri tersebut KompasOtomotif menghubungi Nissan Motor Indonesia. Sebagai penyeimbang kami juga mengirimkan data dan foto yang berhasil dikumpulkan dari Juke terbakar hingga posisi tempat terjadinya kecelakaan kepada beberapa ahli mesin dan ahli kelistrikan mobil yang terdiri dari, Wiewie (Firna Protechnik), Taqwa (Garden Speed), Teddy Jusman (SS Performance Shop) dan Atek (Galeri Alternator).

Investigasi NMI
Kejadian ini membuat Nissan Motor Indonesia harus mendatangkan ahli mereka dari Jepang. Dari hasil penelitian, api berasal dari kucuran bensin yang membasahi knalpot. Sementara bensin itu sendiri berasal dari 2 sumber, yaitu selang bensin menuju fuel rail yang putus atau copot dan kebetulan dekat dengan baterai (aki). Sumber lain, selang bensin berada di firewall terjepit dan pecah akibat himpitan mesin.

Api yang melahap seluruh bodi terjadi adanya kebocoran tangki akibat dorongan keras knalpot dari belakang dan berubah bentuk menjadi segitiga. Bensin mengalir membasahi aspal dan menjalar kearah sumber api di depan. Bekas bensin yang terbakar dan lelehan tangki teridentifikasi dari kondisi aspal pasca kebakaran.

Di atas 65 kpj
Merujuk pada uji tabrak yang dilakukan oleh Euro NCAP, Juke memperoleh predikat 5 bintang. Uji tabrak yang dilakukan meliputi tabrak depan dan kecepatan saat tes 65 kpj. Dari pengujian ini terlihat mesin masih berada di kompartemennya dan hanya bergeser sedikit.

Sementara Juke naas di jalan Sudirman. posisi mesin tidak lagi di tempatnya, tetapi mundur hingga menohok ruang kabin bagian bawah. Posisi depan mesin sejajar dengan garis yang melintang antara pilar A alias sejajar dengan firewall.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto,mengatakan bahwa hasil uji labfor diketahui bahwa Olivia mengendarai kendaraan di atas kecepatan normal. "Lebih dari 80 km/jam," ujarnya.

Saat kehilangan kendali, Olivia juga tidak menginjak pedal rem. Polisi tidak menemukan adanya bekas rem di lokasi peristiwa. "Kami simpulkan bahwa ini kelalaian," papar Rukwanto.

Jadi, Juke menabrak tiang besi reklame di atas pondasi cor (terbang) dan kemudian bagian bawah mobil (karena melorot) menghantam siku pondasi. Pelek depan kiri terlepas dari tempatnya karena lebih dulu menghantam trotoar. 

Kemungkinan
Hantaman keras tersebut menyebabkan mesin bergeser sekitar 65 cm. "Dengan kondisi tersebut wajar saja selang bensin putus, terjepit atau pecah kena himpitan mesin. Akibatnya selanjutnya bensin mengucur cukup deras," terang Teddy Jusman. "Dari sinilah sumber api yang akhirnya melumat crossover tersebut," lanjutnya. 

Kemungkinan lain penyebab kebakaran, "Ketika tabrakan bisa jadi kepala aki menghatam bodi atau kap mesin dan menimbulkan percikan api. Pada saat bersamaan bensin juga ngocor. Kebetulan posisi selang bensin dan aki berdekatan," papar Atek.

Wiewie menambahkan, "Bisa juga dari gesekan antar logam sehingga muncul percikan dan menyambar bensin. Dengan kondisi kecelakaan seperti ini sangat mungkin semua mobil akan terbakar."

Kemungkinan lain, bensin membasahi knalpot setelah bertabrakan. Berdasarkan data penelitian yang dimuat Engineering Toolbox, bensin bisa terbakar dengan sendirinya tanpa ada percikan api bila suhunya amencapai suhu 560 derajat Celcius. Sementara Inchem menuliskan, bensin bisa terbakar pada suhu 498 derajat Celcius.

"Suhu pada knalpot berkisar antara 300-800 derajat Celcius, tergantung mesin," terang Taqwa. Volume bensin yang menempel pada knalpot dalam jumlah banyak akan menimbulkan kebakaran. "Apalagi bensin yang digunakan oktannya rendah," tambah Taqwa.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Mengemudi Aman Ala Ford

Posted: 13 Apr 2012 04:05 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - Untuk kelima kalinya Ford Motor Indonesia (FMI) mengadakan kampanye keselamatan berkendara lewat program Ford Driving Skills for Life (DSFL) yang dilakukan hari ini (13/4) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Gelaran kali ini dipimpin langsung oleh instruktur dari DSFL Ford Afrika Selatan yang berkolaborasi dengan Jakarta Defensive Driving Center (JDDC). Berikut arahan yang disampaikan cara mengemudi yang benar dan aman untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan.

1. Cek kondisi kendaraan
Sebelum masuk ke dalam mobil kelilingi mobil terlebih dahulu untuk melihat kondisi ban, wiper dan juga melihat adakah benda, makhluk hidup di sekitar atau di bawah mobil. Lanjutkan dengan membuka ruang mesin untuk memeriksa kondisi minyak rem, air radiator, oli dan air wiper. Pastikan semua sesuai dengan rekomendasi pabrik.

2. Sabuk keselamatan
Sebelum menghidupkan mesin pasang lebih dahulu sabuk keselamatan. Minta penumpang di sebelah dan belakang Anda (jika ada) ikut juga memasangnya. Langkah ini bisa menjadi pengaman untuk mencegah risiko luka serius atau kematian bila terjadi tabrakan.

3. Spion
Setel posisi spion (luar) dan dalam. Pastikan sudut penglihatan cukup luas. Jika ada barang yang menghalangi pandangan sebaiknya dipindahkan ke tempat yang aman, 

4. Antisipasi situasi sekitar
Jangan melakukan akselerasi dan rem secara mendadak. Jika ingin berpindah jalur lakukanlah lebih awal, jangan mendadak dan aktifkan sein. Tenangkan pikiran dan redam emosi saat jalanan sedang kacau.  kalau pikiran kacau akan berpengaruh terhadap cara mengemudi yang cenderung ceroboh.

5. Hindari gangguan saat mengemudi
Semakin banyak gangguan yang bisa menurunkan tingkat konsentrasi dan kewaspadaan akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Gangguan tersebut antara lain, mengirim pesan singkat lewat hape, menelpon, makan dan minum saat mengemudi. 

6. Jaga jarak aman
Jarak ideal antara kendaraan adalah 3 detik yang dapat diukur dengan patokan benda diam di pinggir jalan. Dalam kondisi cuaca buruk jarak menjadi 2 kali lipat atau 6 detik. Waktu tersebut merupakan reaksi ideal untuk melakukan pengereman mendadak dan tindakan preventif seperti menghindar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Penjualan Hyundai Indonesia Naik 60 Persen

Posted: 13 Apr 2012 03:49 AM PDT

Jakarta, KompasOtomotif - PT Hyundai Mobil Indonesia akhirnya bisa tersenyum di awal tahun ini. Pasalnya, sepanjang kuartal pertama tahun ini merek asal Korea Selatan tersebut wholesale-nya mengalami kenaikkan 60 persen atau mencapai 1.575 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu cuma 986 unit.

Penopang utama penjualan Hyundai adalah Grand Avega, 574 unit, disusul Avega 289 unit, Tucson 247 unit dan H1 mencapai 181 unit+15 unit Starex Mover, Sonata 113 unit, i10  114 unit dan i20 42 unit.

"Kami cukup bangga dengan kenaikkan penjualan ini. Semua tercapai berkat dedikasi  tim Hyundai, termasuk jajaran cabang dan dealer kami. Hasil ini jadi motivasi kami untuk mencapai yang lebih baik lagi," komentar Jongkie D Sugiarto, Presiden Direktur HMI dalam siaran persnya hari ini (14/4/2012).


 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 15.56  

0 komentar:

Poskan Komentar