“Direktur Desain Volvo, Peter Horbury Pindah ke Geely” plus 2 more

Rabu, 02 November 2011

“Direktur Desain Volvo, Peter Horbury Pindah ke Geely” plus 2 more


Direktur Desain Volvo, Peter Horbury Pindah ke Geely

Posted: 02 Nov 2011 10:45 AM PDT

ZHEJIANG, KOMPAS.com - Setelah memiliki Volvo Car Corporation, Zhejiang Geely Holding Group (Geely) asal China, langsung memanfaatkan kehebatan dan pengalaman Peter Horbury, Direktur Desain perusahaan mobil asal Swedia tersebut. Tujuannya, agar desain mobil yang diproduksi dan dipasarkan Geely tampil lebih gaya sehingga akan memperluas pangsa pasarnya di dunia.

"Masih dalam proses," jelas juru bicara Volvo yang tak mau disebutkan namanya dan dilansir oleh Autonews, (1/11). Dijelaskan pula,  meski  pusat desain dipindahkan, namun kedua kedua merek (Geely dan Volvo) tetap independen.

Kepastian kepindahan Horbury justru disampaikan Stefan Jacoby, CEO Volvo. "Peter Horbury memegang peran sangat penting mengembangkan desain Volvo untuk waktu yang lama. Posisinya legendaris di mata dunia otomotif. Saya doakan semoga makin sukses di Geely."

Li Shufu, Direktur Geely Group and Volvo menambahkan, "Saya senang mendengar Peter Horbury sudah menerima pinangan untuk memimpin tim desain Grup Geely. Pengalamannya di industri ini akan menjadi kunci sukses kami di masa depan."

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Mengemudi Aman Saat Hujan

Posted: 02 Nov 2011 09:13 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta dan mungkin juga beberapa kota besar lainnya sudah masuk musim hujan. Ketika intensitas guyuran air dari langit meningkat saat mengendarai mobil, ada hal yang perlu diwaspadai bagi pengendara. Minimnya kewaspadaan akan berakibat kecelakaan. Berikut tips mengemudi aman saat hujan.

1. Kurangi kecepatan

Saat mengemudi mendadak, turun hujan dengan lebatnya. Secara psikologis, emosi akan berubah karena banyak hal yang harus dikontrol dari dalam kabin. Seperti menyalakan wiper atau lampu kota (bila jarak pandang berkurang) sebagai alat bantu melihat kondisi jalan dan juga memberi isyarat, baik kepada kendaraan di depan maupun belakang.

2. Tetap di jalur yang tidak tergenang

Genangan cenderung berada di tepian jalan karena merupakan bagian yang paling rendah. Meski ketinggian air sebatas mata kaki, usahakan tetap melintas di jalur yang kering. Pasalnya, semua kotoran yang ada di jalan akan menuju area yang tergenang. Andai kata sampai benda tajam masuk ke kaliper rem, misalnya, hal itu akan merusak piringan dan komponen lainnya.

3. Jaga jarak aman

Ketika di depan ada genangan air,  jangan langsung diterabas. Pelajari kondisi dan ketahui genangan terendah (jika seluruh jalan tertutup air). Selanjutnya, amati mobil yang sedang menerjang genangan untuk mengetahui kondisinya. Bila hendak melewati, bisa dengan mengikuti mobil di depan (sebaiknya sejenis), tetapi jaga jarak (sekitar 10 meter) agar bisa menghindar ketika kendaraan yang diikuti terjebak lubang atau sesuatu yang bisa merugikan mobil Anda.

4. Hindari penggunaan rem saat deselerasi

Saat menerjang genangan, jaga kecepatan (jangan ngebut). Ketika ingin mengurangi kecepatan, sebaiknya cukup dengan melepaskan kaki dari pedal gas. Soalnya, jika dalam kondisi yang tidak tepat, maka gejala slip bisa timbul akibat rem mengunci. Terlebih lagi jika ketinggian air sampai merendam seluruh perangkat rem, jangan langsung percaya pada performa rem karena cenderung masih basah.

Lolos dari genangan, periksa kepakeman rem dengan menekan pedal rem perlahan dan bertahap beberapa kali. Tentu, ini dilakukan dalam kondisi mobil melaju.

5. Genggam setir

Kala melewati genangan, genggam setir dengan erat. Pasalnya, bila terjadi aquaplanning, arah mobil bisa berpindah karena kehilangan traksi. Lain hal jika setir terpegang dengan erat. Selain bisa merasakan gejala aquaplanning, mobil pun bisa diarahkan dengan benar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Oktober, Honda Motor Catat Rekor 415.000 Unit

Posted: 02 Nov 2011 07:27 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Honda motor Indonesia meraih dua penghargaan "Sepeda Motor Terbanyak Dalam Waktu Satu bulan" untuk produksi dan distribusi dari Muesum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). PT Astra Honda Motor menerima prestasi itu berkat penjualannya yang mencapai 415.071 unit pada Oktober lalu dan menjadi rekor tertinggi. Adapun distribusi mereka mencapai 415.281 unit.

Penjualan tertinggi ini mengalami kenaikan 28,4 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, yang berada pada angka 323.154 unit. Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (2/11/2011), Sigit Kumala, Senior General Manager Sales Division AHM, menyebutkan bahwa pasar skutik masih paling atas dengan 246.532 unit atau naik 54 persen dibandingkan sebelumnya 160.129 unit. Dari jumlah tersebut, BeAT masih menjadi yang terlaris dengan 104.284 unit, disusul Vario Series 89.674 unit, Spacy Helm-in 30.422 unit, Scoopy 22.109 unit, dan PCX 43 unit.

Untuk segmen bebek, total motor yang terjual 150.206 unit atau naik 6,8 persen dari bulan sebelumnya. New Blade menyumbang 37.957 unit dan Supra X 125 Helm-in mencapai 12.180 unit. Sementara itu, segmen sport mengantongi 18.333 unit dengan andalan New MegaPro 12.684 unit, Tiger 2.164 unit, CBR150R 1.223 unit, dan CBR250R 831 unit.

Direktur Marketing AHM Auddie A Wiranata menyatakan, pencapaian ini mencerminkan terus menguatnya merek Honda di masyarakat selama 40 tahun di Indonesia. "Dukungan penuh 1.700 jaringan Honda yang ada di berbagai penjuru Indonesia merupakan salah satu faktor diraihnya prestasi ini. Kami akan berusaha selalu maju bersama konsumen, untuk meraih yang terbaik," tutup Auddie.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar