“GS Yuasa dan Mitsubishi Berkolaborasi Bangun Pabrik Baterai Li-ion Baru” plus 2 more

Kamis, 06 Oktober 2011

“GS Yuasa dan Mitsubishi Berkolaborasi Bangun Pabrik Baterai Li-ion Baru” plus 2 more


GS Yuasa dan Mitsubishi Berkolaborasi Bangun Pabrik Baterai Li-ion Baru

Posted: 06 Oct 2011 12:47 PM PDT

TOKYO, KOMPAS.com - GS Yuasa Corporation, Mitsubishi Corp. dan Mitsubishi Motors Corp. bekerja sama membangun pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai lithium ion battery.

Lithium Energy Japan - nama perusahaan pantungan tersebut - ditargetkan memproduksi 4,4 juta baterai untuk 50.000 unit mobil listrik. Pabrik tersebut dibangun pada lahan 4,4 hektar di Ritto, Prefektur Shiga. Bangunan menghabiskan dana 20 - 30 miliar yen atau sekitar Rp 2,4 - 3,6 triliun. Rencananya, pabrik mulai dibangun pada  musim semi tahun depan dan beroperasi pada 2014.

Saat ini Lithium Energy Japan masih mengandalkan pabrik kecil yang berada di Kusatsu, Prefekur Shiga dan Kyoto. Pabrik tersebut hanya mampu memasok baterai untuk 18.000 unit mobil listrik. Karena permintaan meningkat, sambil menunggu pembangunan pabrik baru, produksi digenjot untuk 70.000 unit moibl listrik. Nantinya akan bisa  memasok untuk 120.000 mobil listrik.

Saat ini Lithium Energy Japan menyuplai baterai untuk Mitsubishi Motors dan PSA Peugeot Citroen Group (ketiganya menggunakan mobil listrik yang sama, yaitu iMiEV). Dengan pabrik baru ini, nantinya juga bisa memasok ke  produsen mobil lain, baik dari  Jepang maupun  Eropa,  khususnya mobil listrik dan hibrida plug-in.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Mitsubishi Luncurkan MPV Baru, New Delica Kembaran Nissan NV200

Posted: 06 Oct 2011 10:56 AM PDT

TOKYO, KOMPAS.com – Mitsubishi Motor Corporation (MMC) hari ini meluncurkan kendaraan komersial minivan kompak yang diberi nama Delica D:3 dan Delica Van. Penjualan baru dilakukan pada 27 Oktober. Harga jual MPV ini untuk D:3 dimulai dari 1.879.000 yen (Rp 220 juta) dan tertinggi 1.974.000 yen (Rp 231 juta). Untuk Delica Van, mulai dari 1.685.000 yen (Rp 197 juta) dan 1.965.000 yen (Rp 230 juta) .

Nama Delica berasal dari "Delivery Car", D huruf awal dari "Delica" dan angka 3 menunjukan ukuran kendaraan.

Target konsumen Delica D:3 adalah keluarga lebih besar dengan penggunakan sehari-sehari sampai untuk rekreaksi. Dijelaskan pula, Delica baru ini dibuat dan dipasok oleh Nissan Motor atau aslinya adalah Nissan NV200. Khusus untuk Van, akan mengganti posisi truk Delica yang dihentikan produksinya.

Delica ini tampil dengan sosok kombinasi, bagian depan landai seperti mobil sport dan ruang penumpang atau bodi berbentuk kotak. Kedua pintu samping belakang, tipe geser. Delica D:3 ditawarkan dengan dua pilihan trim interior, yaitu G dengan7-penumpang atau tiga deret jok. Sedangkan varian M hanya untuk lima penumpang dan dua deret jok.

Perlengkapan keamanan standar, kantung udara SRS untuk pengemudi dan penumpang depan, serta anti-lock braking dengan pembagian tenaga pengereman dikontrol secara elektronik (EBD), plus brake assist

Dimensi: panjang 4.400 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.850 mm. MPV ini menggunakan mesin 1,6 liter, DOHC, 16 katup dan transmisi transmisi otomatik 4-percepatan. Konsumsi bahan bakar kedua varian, G dan M, yaitu 12/8 km per liter dan 13,2 km liter.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Red Bull Bantah Tolak Konsumsi dari Jepang

Posted: 06 Oct 2011 10:51 AM PDT

SUZUKA, KOMPAS.com - Beredar gosip, tim F1 Red Bull Racing (RBR) tak ingin mengonsumsi makanan dari Jepang. Apa mereka takut pebalapnya diracuni, sehingga gagal meraih poin yang di sirkuit Suzuka ini, Sebastian Vettel hanya butuh finish ke-10 merebut gelar juara dunia keduanya? Atau, mereka gak mau mengambil risiko terkena radiasi selama mengikuti balapan.

Bahkan pers Jerman memberitakan kalau tim RBR membawa sendiri makanannya menggunakan kapal. Karena, mereka khawatir dampak dari krisis nuklir di pembangkit listrik Fukushima yang rusak akibat gempa, Maret lalu.

Dari pengalaman ketika digelar Indycar dan MotoGP di sirkuit Motegi, baru-baru ini, segalanya berjalan lancar. Sedangkan Suzuka justru letaknya lebih jauh dari Fukushima dibanding Motegi.

Red Bull dalam pernyataannya membantah telah melarang anggota tim untuk tidak makan produksi lokal. "Sama sekali tidak benar. Red Bull akan menggunakan jasa katering di Jepang, seperti yang sudah dilakukan di seri-seri sebelumnya," begitu bunyi pernyataan manajemen RBR. Untuk setiap lomba, Red Bull memadukan makanan lokal dan internasional.

Ditegaskan oleh manajemen RBR bahwa timnya telah bekerja sama dengan pemasok di Jepang, seperti pengecer besar, supermarket dan toko roti untuk mendapat produk lokal yang baik.

Vettel sendiri, menurut tim sudah berada di Jepang sejak Selasa lalu. Calon juara dunia ini datang lebih cepat ingin menikmati waktu rekreasi sambil menenangkan diri.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 15.10  

0 komentar:

Poskan Komentar