“Naik Podium di Singapura Vettel Juara Dunia, Asal...” plus 2 more

Kamis, 22 September 2011

“Naik Podium di Singapura Vettel Juara Dunia, Asal...” plus 2 more


Naik Podium di Singapura Vettel Juara Dunia, Asal...

Posted: 22 Sep 2011 10:06 AM PDT

MARINA BAY, KOMPAS.com - Gelar juara dunia yang kedua bagi Sebastian Vettel ditentukan di Singapura, Minggu (25/9). Targetnya, naik podium, siapa pun pemenangnya, pebalap andalan tim Red Bull Racing (RBR) asal Jerman itu sudah pasti menyandang juara dunia F1 2011.

Karena, dengan mengantongi total 284 angka sampai 14 seri, Vettel sudah unggul 112 angka dari peringkat kedua yang diduduki Fernando Alonso dan terpaut 117 angka sama rekan setim Mark Webber dan Jenson Button. Sementara sisa balapan masih 5 seri (minus F1 Singapura) dengan total perebutan nilai 125 angka.

Nah, bila Vettel finish ketiga dengan tambahan 15 angka, berarti totalnya 299. Jika pemenangnya Hamilton dan kedua Felipe Massa, maka ia dipastikan juara dunia. Lebih pasti lagi, jika Vettel finish pertama.

Memang, peluang Alonso, Button dan Webber merampas gelar mahkota yang sudah dalam genggaman Vettel sanngat tipis. Dengan terus finish kelima di sisa lima seri, Vettel sudah bisa menggondol juara. Tapi, dengan performa mobil dan kehebatannya, tidak sulit masuk lima besar di setiap seri.

Pimpinan tim RBR Christian Horner mengatakan kepada Times, meski Vettel sudah unggul, ia tetap tampil "all out" dan merebut kemenangan. "Bukan tipikalnya untuk tampil santai atau mundur. Jika sampai Anda melakukannya, saat itulah Anda mulai membuat kesalahan. Makanya, pekan ini kami coba mengambil kedua atau ketiga," tegas Horner.

Diakuinya, Vettel telah berkembang sebagai pebalap dan anak muda. Tahun ini, pengalaman berlombanya lebih baik dan banyak belajar dari tahun-tahun sebelumnya. "Mempertahankan gelar jauh lebih sulit. Tapi, Sebastin banyak belajar dari kemenangan tahun lalu."

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Menjelajah Pulau Dewata dengan Grand New Fortuner (Bagian 2)

Posted: 22 Sep 2011 09:22 AM PDT

Audio
Head unit audio cukup baik karena dilengkapi dengan fitur DSP. Hanya sayang, kualitas speaker menghasilkan suara kurang mantap. Suara rendah (woofer dan sub-woofer) tidak keluar meski sudah diset maksimal dengan sumber suara langsung dari CD.

Menurut pihak Toyota, sebenarnya kualitas head unit bagus, hanya speaker yang masih kurang prima. Bagi pengemudi dan penumpang yang terbiasa mendengar audio dengan berkualitas tinggi, tampaknya harus bersiap mengganti speaker dengan kualitas lebih baik lagi. Sementara itu, akustik interior termasuk senyap. Hal ini dibuktikan ketika meluncur pada kecepatan tinggi, suara angin dan ban bisa diredam dengan baik.

Pembaruan lain yang dilakukan Toyota adalah panel instrumen atau meter kombinasi. Speedometer dan tachometer kini tampil dengan garis-garis bercahaya (ilmuniasi) terang. Hasilnya, angka-angka dan bisa dibaca dan dilihat dengan mudah.

Kemampuan
Tidak ada perubahan yang dilakukan terhadap mesin bensin 2.7 liter dan bensin 2,5 liter oleh Toyota. Mesin bensin bertenaga 160,4 PS dan torsi 24,6 kgm cukup bertenaga saat melalap tikungan di jalan sempit dengan transmisi berada pada D3. Dan mobil melaku dengan kondisi 4x2. Ketika dipindahkan ke D2 swaktu dipacu lagi di tanjakan, terasa tenaga bertambah.

Meski kemampuan tenaga mesin bensin cukup dengan 4x2 dan dengan transmisi pada   gigi D3, KOMPAS.com juga mencoba kinerja 4x4 (khususnya di tanjakan sembari membelok) dan D2. Hasilnya, kemampuan tenaga lebih baik, responsif. Bahkan dengan 4x4, selain tarikan mantap, juga terasa lebih stabil. Maklum keempat ban berputar dan menghasilkan traksi maksimal.

Namun bila jalan datar seperti di kota, cara ini menyebabkan pemakaian bahan bakar jadi boros. Biasanya, 4x4 hanya digunakan di off-road atau permukaan jalan yang licin. Perpindahan 4x4 ke 4x2 atau sebaliknya dilakukan secara manual melalui tuas di depan tongkat transmisi.

Hnya konsumsi bahan bakar tidak bisa dihitung secara tepat. Sebagai refrensi, setelah menempuh jarak 319,6 km, indikator berada di bawah batas garis setengah tangki. Sementara kapasitas tangki bensin 65 liter. Palijng tidak bensin yang ditelah dihabiskan mencapai 35 liter atau 40 liter. Berarti konsumsi bensinnya, berkisar 9,1 – 8 km/liter!

Kenyamanan
Untuk mengetahui kenyamanan, KOMPAS.com  duduk di belakang atau jok baris kedua (buka jok tambahan di bagasi yang saling berhadapan. Hanya goncangan terasa lebih besar dibandingkan ketika berada di depan, terutama ketika melaju pada permukaan jalan yang tidak rata atau bergelombang.

Namun yang pasti dengan menggunakan ban 265/65-R17, stabilitas dan kenyaman Fortuner memberi kepuasan!

Harga Grand New Fortuner, on-the road di Jakarta

Tipe

(Rp juta)

New 2.5 G M/T Diesel TRD

397,4

2.5 G M/T 4x2

370,7

New 2.5 G Diesel A/T TRD

407,4

2.5 G A/T 4x2

380,7

New 2.7 G Lux A/T 4x2 BensinTRD

460,1

2.7 G Lux A/T 4x2

429,3

2.7 V A/T 4x4

479,3

New 2.7 V A/T 4x4

485,15

New 2.7 G Lux A/T 4x2

434,65

New 2.5 G A/T Diesel

382,5

New 2.5 G M/T Diesel

372,5

Sumber: Toyota Astra Motor

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Menjelajah Pulau Dewata dengan Grand New Fortuner (Bagian 1)

Posted: 22 Sep 2011 08:59 AM PDT

DENSPASAR, KOMPAS.com - Setelah diperkenalkan di IIMS 2011, menjelang akhir Juli lalu, Toyota baru bisa mengajak wartawan ibu kota mencoba Grand New Fortuner pada awal minggu ini (19 September 2011. Program tes langsung "by feeling" ini diberi tajuk "The Journey is Mine" dengan mengajak 24 wartawan dari berbagai media. Rute tes: Airport Nugrah Rai - Seminyak - Ulu Watu (Nammos Beach Club) dan kembali ke hotel W di Seminyak.

Pada hari kedua, Seminyak - Yeh Gangga - Jati Luewih - Tampak Siring - Ubud - Seminyak. Total jarak yang ditempuh 311,2 km.

Kelincahan
Medan pegunungan dengan berbagai tanjakan-turunan , jalan sempit penuh liku, menjadi santapan Grand New Fortuner selama tes ini. "Bali dipilih lagi karena jalanannya cocok untuk gaya hidup pemilik atau Fortuner yang ingin kebebasan atau melakukan wisata.

Jalanan di pegunungan Bali yang sempit untuk membuktikan bawah SUV ini lincah dan bisa diajak bermanuver dengan mudah," jawab Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) ketika ditanya mengapa memilih Bali. "Kami ingin membukti hal tersebut bersama wartawan yang kami ajak!" lanjutnya.

Untuk itu, 8 unit Grand New Fortuner dari berbagai varian (tidak seluruhnya), bermesin bensin, diesel, transmisi otomatik, manual dan 4x4 dibawa oleh TAM. Karena berbagai tempat dikunjungi, termasuk resto, Journey of Mine bisa dikatakan kombinasi dengan wisata kuliner. Antara lain, Metis bergaya Perancis, Jati Leuwih di kaki gunung Kau dengan makanan asli Bali, Mozaic Ubud yang mengadopsi cita rasa nasional oleh koki asal Inggeris  dan mengunjungi langsung kebun kopi Luwak Bali, dekat Tampak Siring.

Kompetitor
Di segmennya, Fortuner bersaing dengan Mitsubishi Pajero Sport, Honda CR-V, Nissan X-Trail. Chevrolet Captiva, Ford Escape dan Everest, Hyundai Santa Fe dan Mazda CX-7. Untuk tahun ini, sejak Januari – akhir Agustus 2011, penjualan Fortuner khususnya 4x2 berada di bawah Honda CR-V dan Pajero Sport. Masing-masing mencatatkan penjualan CR-V 8.626 unit, Misubishi Pajero Sport 8.298 unit dan Fortuner 7.386 unit. Namun untuk total – gabungan 4x2 dan 4x4 - Pajero Sport top: 9.536 unit, sedangkan Toyota Fortuner 7.820 unit.

GPS
Selain menguji kelincahan Fortuner di jalanan pegunungan Bali yang sempit, salah satu fitur yang ingin diperlihatkan cukup sangat membantu pemilik atau pengemudi Fortuner melakukan perjalanan di daerah yang belum begitu dikenal adalah navigasi GPS.

Eksploitasi penggunaan GPS dilakukan pada hari kedua dalam bentuk kuis. Pengemudi dan penumpang hanya melihat arah panah pada peta yang ditayangkan oleh monitor layar sentuh 6,1 inci untuk menuntun mereka ke tempat menarik dan bersejarah yang telah ditentukan.

Menurut Anton Jimmy Suwandi dari Marcoom TAM, yang mendampingi KOMPAS.com bersama Bisnis Indonesia dan Gatra, GPS yang digunakan ini dibuat oleh Garmin. Sedangkan hardware atau perangkat kerasnya yang sudah menyatu dengan audi-video, buatan Panacsonic.

Khusus GPS selain dituntun oleh tanda panah, juga ada perintah suara wanita yang memberi informasi dan aba-aba untuk belok kiri atau kanan. Misalnya, "500 meter di depan belok ke kanan!" Begitu sampai di tiungan atau persimpang, suara tersebut kembali memerintahkan pengemudi untuk belok ke kiri atau ke kanan.

Parking Kamera
Fitur  baru dan khusus dipasang pada varian 4x4 dan 4x2 transmisi otomatik (tipe G Lux dan 2,7 V TRD) adalah parking kamera. Di samping itu juga disertai sensor parkir 4 di belakang dan setiap sudut.

Peta yang ditayangkan GPS beresolusi rendah. Kendati demikian, untuk tayangan kamera belakang, hasilnya cukup bagus.

KOMPAS.com lebih sering mencoba versi 4x4 dan hanya sebentar mengemudikan 4x 2 transmisi otomatik. Namun sepanjang perjalanan di hari kedua 150 km lebih hampir 200 km menggunakan 4x4 bermesin diesel. (Bersambung)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 15.54  

0 komentar:

Poskan Komentar