“Maserati Pun Terjun ke Pasar SUV” plus 2 more

Rabu, 14 September 2011

“Maserati Pun Terjun ke Pasar SUV” plus 2 more


Maserati Pun Terjun ke Pasar SUV

Posted: 14 Sep 2011 03:40 PM PDT

FRANKFURT, KOMPAS.com - Lama dikenal sebagai produsen mobil-mobil sport eksotis, pabrikan mobil asal Italia, Maserati, akhirnya tak tahan dengan godaan pasar dan mengikuti produsen mobil mewah lain di Eropa untuk memproduksi mobil jenis SUV (sport utility vehicle).

SUV pertama Maserati, yang dinamakan Maserati Kubang, diperkenalkan di ajang Frankfurt International Motor Show 2011 di Frankfurt, Jerman, pekan ini. Model terbaru itu akan mulai diproduksi pada tahun 2013, dan akan melengkapi produk-produk Maserati saat ini, yang antara lain terdiri atas mobil sport dua pintu Maserati GranTurismo dan sedan mewah Maserati Quattroporte.

CEO Maserati, Harald Wester, mengatakan, pabrikan Italia tersebut memasang target produksi 20.000 Kubang per tahun, sebagai bagian dari ambisi menaikkan angka penjualan Maserati, dari 6.400 unit pada tahun 2010 menjadi 40.000 unit pada tahun 2014.

Langkah Maserati ini menyusul beberapa pabrikan mobil mewah lain di Eropa, seperti BMW, Audi, dan Porsche, yang lebih dulu terjun ke pasar SUV dengan BMW X-series, Audi Q-series dan Porsche Cayenne.

Menurut rencana, Maserati Kubang akan diproduksi di pabrik perakitan Jefferson North milik Chrysler di Michigan, AS. Di pabrik ini, Chrysler juga memproduksi dua mobil SUV larisnya, yakni Jeep Grand Cherokee dan Dodge Durango.

Bahkan, Kubang akan menggunakan berbagai komponen dari Jeep, meski mobil tersebut akan mempertahankan "rasa Italia"-nya dengan menggunakan mesin Ferrari V8 berkapasitas 4.700 cc dan transmisi delapan percepatan rancangan Maserati sendiri.

Kerja sama ini dimungkinkan, karena kelompok bisnis otomotif Fiat dari Italia, yang memiliki Maserati dan Ferrari, telah mengakuisisi mayoritas saham Chrysler, pabrikan mobil asal AS yang sempat bangkrut diterpa badai krisis keuangan tahun 2009.

"Tanpa kerja sama Chrysler, proyek ini akan sangat sulit diwujudkan, bukan dari sisi teknis, tetapi dalam konteks prospek bisnis yang layak dan bisa berkelanjutan," tandas Wester kepada Associated Press (AP), Rabu (14/9/2011).

Konsep Maserati Kubang sebenarnya pernah ditampilkan Maserati pada 2003, tetapi waktu itu tidak pernah diwujudkan dalam produksi massal. Wester berharap Kubang akan memberi kejutan kepada pasar SUV.

"Saya berharap SUV ini menjadi sejenis produk yang akan mengejutkan proyeksi internal kami sendiri. Mimpi personal saya adalah, pada tahun 2015 kami akan tampil di Geneva (Motor Show) dan memaparkan penjualan Maserati pada 2014 telah mencapai 40.000 unit," papar Wester. (AP/CNN Money/DHF)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Kesan Setelah Mencoba Honda Supra X 125 Helm-in

Posted: 14 Sep 2011 12:51 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain peluncuran, PT Astra Honda Motor (AHM) juga memberikan kesempatan kepada media untuk langsung mencoba mengendarai Supra X 125 Helm-in di jalan aspal sekitar kolam renang Senayan.

Sosok Supra Helm-in tampak lebih besar. Penyebabnya, ruang bagasi yang makin besar dan dapat menyimpan helm full face  plus bertambahnya kapasitas tangki bensin, kini bisa diisi  5,6 liter atau 73 persen dari versi sebelumnya.

Perubahan dilakukan pada bentuk lampu sein dan lampu senja yang menyerupai huruf X, sekilas hampir mirip Honda Blade. Sentuhan lain, lampu belakang LED yang mengikuti konsep depan dengan X-style. Juga ada pengaman kunci kontak bermagnet otomatis dibuat untuk menghindari percobaan pencurian. Tersedia pula pencahayaan fosfor untuk mempermudah menemukan lokasi lubang kunci.

Posisi berkendara hampir sama dengan varian Supra sebelumnya. Mulai dari posisi tangan dan pijakan kaki. Peletakan tombol kontrol cukup ergonomis dan panel meter terbaca dengan baik. Begitu distarter suara garing keluar dari suara knalpot.

Raungan mesin ketika diajak sprint cukup membuat Anda terpacu untuk terus tancap gas.  Putaran bawah hingga tengah cukup responsif  yang merupakan hasil dari teknologi Honda Variable Ignition Control. Pihak AHM mengklaim, konsumsi bahan bakarnya 51,2 km/liter, berarti untuk menempuh jarak Jakarta - Bandung pulang pergi (287 km)nya sekali isi bensin.

Saat bermanuver ekstrim,  foot step sering menyentuh aspal namun tidak mengurangi stabilitas alias tergelincir. Grip dari ban berukuran 70/90 - 17 depan dan 80/90 - 17 belakang, cukup baik meski terlihat agak ramping.

Kedua suspensi depan dan belakang menghasilkan kenyamanan yang cukup baik dan setara dengan bebek yang dipasarkan sekarang ini. Laju sepeda motor dapat dikurangi dengan baik berkat rem cakram pada kedua roda.

Paling menarik dari Supra X 125 baru ini, harganya sama dengan versi sebelumnya. Nah, tinggal keputusan Anda, pilih yang berbadan besar atau ramping? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Penggemar Sepeda Motor Terus Menurun!

Posted: 14 Sep 2011 12:22 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Perlahan namun pasti, tahun ini pasar sepeda motor Indonesia, komposisinya  mulai berubah. Jenis bebek - sejak akhir 80-an mendominasi - kini sudah pamornya terus dan menurun. Porsinya mengecil karena dikalahkan oleh skutik.

Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor bebek dari Januari sampai Juli 2011 tercatat 2,4 juta unit (sama dengan tahun lalu). Pangsanya selama 8 bulan 2011 hanya 39,6 persen dari total penjualan yang telah mencapai 5,4 juta unit.

Johannes Loman, Wakil Ketua AISI mengatakan, tren permintaan bebek di Indonesia terus menurun atau berbanding terbalik dengan skutik. Untuk Jabodetabek, lanjut Loman, pangsa skutik saat ini sudah 50 persen, di Bali lebih besar lagi sampai 60 persen. Hanya di beberapa  kota di Sumatera masih di bawah 50 persen.

"Penjualan bebek terus menurun. Perbedaannya dengan skutik - terus tumbuh - makin membesar. Sampai akhir tahun ini, pangsa bebek hanya bertahan di level 40 persen sedangkan skutik 55 persen. Sisanya 5 persen untuk sepeda motor sport," jelas Loman di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2011) siang.

Dalam beberapa tahun ke depan, Loman mengakui pasar bebek sulit kembali menjadi idola di Indonesia mengingat kepraktisan penggunaan skutik. "Bisa dibilang jenuh. Tapi, di daerah masih banyak orang masih menyukai bebek. Jadi selama pangsa pasar tetap di atas 30 persen, volumenya dipastikan masih besar," beber Loman.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 15.21  

0 komentar:

Poskan Komentar