“Vettel "Sikat" Hamilton dan Start Terdepan” plus 2 more

Sabtu, 27 Agustus 2011

“Vettel "Sikat" Hamilton dan Start Terdepan” plus 2 more


Vettel "Sikat" Hamilton dan Start Terdepan

Posted: 27 Aug 2011 01:18 PM PDT

SPA-FRANCORCHAMPS, KOMPAS.com - Sebastian Vettel berhasil menempatkan dirinya starty paling depan dalam GP Belgia, Minggu (28/6). Pebalap Red Bull Racing itu, dalam sesi kualifikasi di sirkuit Spa Francorchamps mencatat waktu terbaik 1 menit 48.298 detik.

Catatan waktu terbaik Vettel itu diraihnya dalam masa injury time. Pemimpin klasemen sementara bersaing ketat sama Lewis Hamilton yang sampai sektor pertama masih yang tercepat. Namun vettel dapat menyelesaikan babak akhir dengan sempurna.

Dengan komposisi start Vettel-Hamilton di depan, GP F1 seri ke-12 bakal berlangsung seru. Apalagi di belakangnya membayang Mark Webber (Red Bull) yang didampingi Felipe Massa yang cukup agresif dalam start.

menariknya, kualifikasi ini berlangsung dengan cuaca yang buruk. Hujan telah banyak membuat pebalap mengalami kecelakaan. Mudah-mudahan, saat lomba esok, tidak hujan.

Kualifikasi 1 (Q1): SCHUMACHER KECELAKAAN

Selain diganggu hujan saat latihan resmi, dalam kualifikasi ini para pebalap harus ekstra hati-hati. Pasalnya, permukaan lintasan yang baru dikeluhkan agak licin.

Korban pertama dalam kualifikasi ini adalah Michael Schumacher saat kualifikasi baru berjalan satu menit. Pebalap Mercedes ini mengalami kecelakaan hebat di tikungan Rivage. Mobil meluncur kencang di sisi kanannya menghantam dinding pembatas dengan keras dan bendera kuning pun dikibarkan untuk menyingkirkan mobilnya.

Pada kualifikasi I ini Webber melejit paling cepat dengan waktu 2:06,872 di menit ke-7. Alonso coba mematahkannya, ternyata masih kalah cepat dan menghasilkan 2:07,762 detik. Sadar mendapat ancaman, Webber mampu mempertajam rekornya menjadi 2:04,481.

Di luar dugaan, Hamilton menggebrak dengan 2:04,240 detik. Hasil ini, selain membuat pebalap McLaren itu tercepat, sedikit membuat pebalap papan bawah harus kerja keras agar bisa meraih 107%.

Pada menit 15 hujan sempat berhenti dan Button melesat dengan waktu fantastiknya 2:01,813. Namun, tiga menit kemudian, gerimis hujan kembali membasahi lintasan. Kondisi ini membuat Schumacher tidak berhasil meraih waktu 107% dan start dari posisi ke-24, diikuti Ricciardo, Liuzzi dan D'Ambrosio. Kegagalan mereka dikarenakan mengalami kecelakaan.

Q2: Hujan dan banyak yang celaka

Kondisi lintasan mulai memburuk dengan genangan air di beberapa tempat. Dua pebalap Ferrari, Alonso dan Massa cepat-cepat masuk lintasan ingin mendapatkan waktu. Tapi, lagi-lagi Button kembali membuka jadi yang pertama tercepat dengan 2:07.232, ditempel rapat Webber dengan 2:07.569.

Kondisi lintasan yang buruk membuat banyak pebalap tak bisa mengendalikan mobil. Seperti dialami Sutil yang terlalu melebar di tikungan Eau Rouge dan mobil melepet. Maldonado (Williams) juga meluncur ke luar jalur sampai di chicane Stop Bus.

Webber kembali menjadi yang tercepat setelah mengukir 2:06.644, diikuti Vettel, Button dan Hamilton. Sempat dihentikan sejenak dan kualifikasi berlanjut dengan kondisi hujan.

Jelang menit terakhir, Alonso bikin kejutan dapat melampaui waktu pebalap Red Bull itu dengan 2:06.119. Sayang, upayanya itu dapat dilibas Hamilton dengan catatan waktu terbaiknya 2:02.823 di menit ke-14.

Q3 : Pakai ban slick

Sesi terakhir ini, para pebalap memilih pakai ban slick. Ferrari yang dikendarai Alonso memakai slick kompon lunak. Suatu keberanian yang luar biasa sebagai pebalap unggulan. Hasilnya, ia mengantongi waktu fantastisnya 1:54.550.

Hamilton juga pakai slick, begitu juga Massa, namun ia kehilangan kendali. Meski pebalap Brasil ini dapat mengontrol mobilnya.

Webber tampak ingin sekali menempati posisi start terdepan. Ambisinya itu diupayakan dengan melesat sangat cepat dengan waktu 1:50.875, melampaui waktu Vettel yang 1:51.239. Bahkan pada menit ke-8, ia pertajam lagi jadi 1:49.376, namun dapat dilibas rekan setimnya Vettel jadi 1:49.190.

Hasil Kualifikasi

Q3
1. Sebastian Vettel Red Bull-Renault 1m48.298s
2. Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 1m48.730s + 0.432
3. Mark Webber Red Bull-Renault 1m49.376s + 1.078
4. Felipe Massa Ferrari 1m50.256s + 1.958
5. Nico Rosberg Mercedes 1m50.552s + 2.254
6. Jaime Alguersuari Toro Rosso-Ferrari 1m50.773s + 2.475
7. Bruno Senna Renault 1m51.121s + 2.823
8. Fernando Alonso Ferrari 1m51.251s + 2.953
9. Sergio Perez Sauber-Ferrari 1m51.374s + 3.076
10. Vitaly Petrov Renault 1m52.303s + 4.005
Q2 cut-off time: 2m04.625s Gap **
11. Sebastien Buemi Toro Rosso-Ferrari 2m04.692s + 1.924
12. Kamui Kobayashi Sauber-Ferrari 2m04.757s + 1.989
13. Jenson Button McLaren-Mercedes 2m05.150s + 2.382
14. Rubens Barrichello Williams-Cosworth 2m07.349s + 4.581
15. Adrian Sutil Force India-Mercedes 2m07.777s + 5.009
16. Pastor Maldonado Williams-Cosworth 2m08.106s + 5.338
17. Heikki Kovalainen Lotus-Renault 2m08.354s + 5.586
Q1 cut-off time: 2m07.194s Gap *
18. Paul di Resta Force India-Mercedes 2m07.758s + 5.945
19. Jarno Trulli Lotus-Renault 2m07.773s + 5.960
20. Timo Glock Virgin-Cosworth 2m09.566s + 7.753
21. Jerome D'Ambrosio Virgin-Cosworth 2m11.601s + 9.788
22. Tonio Liuzzi HRT-Cosworth 2m11.616s + 9.803
23. Daniel Ricciardo HRT-Cosworth 2m13.077s + 11.264
24. Michael Schumacher Mercedes no time

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Pelaksanaan ERP Paling Cepat Akhir 2012

Posted: 27 Aug 2011 08:46 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Daerah DKI Jakarta membatasi peredaran jumlah kendaraan melalui mekanisme Electronic Road Pricing (ERP) setelah Lebaran 2011 sepertinya masih perlu waktu. Pasalnya, payung hukum yang membawahi terlaksananya program masih belum siap.

Padahal, Peraturan Pemerintah (PP) No 32 sudah diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juni 2011. Isinya mengatur tentang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, merupakan peraturan pelaksana dari Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam peraturan itu disebutkan bahwa pemerintah boleh meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang lalu lintas dan mengendalikan pergerakan lalu lintas, diselenggarakan manajemen kebutuhan lalu lintas.

Jadi, pelaksanaannya berdasarkan perbandingan volume lalu lintas kendaraan bermotor dengan kapasitas jalan, ketersediaan jaringan dan pelayanan angkutan umum serta kualitas lingkungan. Caranya, dengan membatasi peredaran kendaraan bermotor (mobil, motor, truk) bisa diterapkan pada koridor atau kawasan tertentu pada waktu dan jalan tertentu, salah satu yang paling kongkret, penerapan ERP untuk mobil dan motor.

Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat dijumpai di Sunter, Jakarta Utara mengatakan, payung hukum terkait pelaksanaan ERP akhirnya sudah dikeluarkan. Tapi, belum lengkap karena masih ada hal lain yang belum diselesaikan. "Yang ditunggu Peraturan Pemerintah turunan dari Undang-Undang Nomor 28 (tahun 2009) tentang pajak dan retrubusi daerah. Ini yang nanti mengatur kemana pos pemasukan ERP diberikan," jelas Udar, hari ini (26/8).

Udar melanjutkan, dari kalangan Kementerian Perhubungan menginginkan pemasukan yang diperoleh dari ERP nantinya dikembalikan lagi ke bidang yang sama, meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan transportasi, bukan ke pos lain. "Sampai saat ini, PP terkait ini masih dibahas di level Kementerian Keuangan dan belum putus," sebut udar.

"Targetnya akhir tahun ini keluar, baru awal tahun di siapkan sarana dan prasarana. Setelah proses lelang pengadaan fasilitas, paling cepat (ERP) bisa dilaksanakan akhir 2012 atau awal 2013," tukas Udar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Bang Foke: Pembatasan Sepeda Motor Tetap Dilaksanakan

Posted: 27 Aug 2011 08:23 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta macet, parah! Begitulah kondisi lalu lintas di Ibukota Jakarta, setiap hari kerja. Pemandangan antrean panjang terekam di semua wilayah, dan "nyanyian sumbang" mengenai mobil dan motor yang dijadikan kambing hitam, volumenya kian keras. Sampai-sampai, kuping orang nomor satu di DKI Jakarta, Fauzi Bowo merah dan merasa risih mendengar kritikan tadi.

Bang Foke, begitu sapaan akrab sang gubernur, berencana membatasi penggunaan sepeda motor di wilayahnya. Wacana ini disampaikannya kemarin (26/8) di Sunter, Jakarta Utara. "Pada saatnya nanti, pemerintah akan memberlakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor," ungkap Foke.

Dijelaskannya, salah satu kendala yang dihadapi pemkot untuk melakukan pembatasan adalah investasi besar yang harus dipenuhi. Saat ini, fokus pemerintah mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang ada secara bertahap dengan meningkatkan layanan dan kualitasnya.

Seperti diketahui, sekarang ini Pemkot bersama instansi terkait lagi menggodok pelaksanaan Electronic Road Pricing (ERP) untuk sejumlah jalan protokol. Saat ditanya kapan implementasi pembatasan bisa dilakukan, Foke belum bisa memastikan. "Bikin peraturan gampang, tapi implementasinya yang sulit. Ini terkait dengan investasi yang tidak sedikit," jelas Foke.

Berdasarkan Kepolisian Lalu LIntas Polri, akhir 2010 jumlah populasi kendaraan bermotor di Jakarta saja mencapai 11,99 juta unit. Komposisinya, didominasi sepeda motor sampai 73,05 persen dan mobil 26,95 persen.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar