“Pembatasan Kendaraan di Jabodetabek Bukan Solusi” plus 2 more

Kamis, 04 Agustus 2011

“Pembatasan Kendaraan di Jabodetabek Bukan Solusi” plus 2 more


Pembatasan Kendaraan di Jabodetabek Bukan Solusi

Posted: 04 Aug 2011 08:56 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai wacana untuk mengatasi kemacetan di kota metropolitan Jakarta sudah diusulkan. Dimulai dengan pengaturan berdasarkan nomor polisi ganjil-genap dan pembatasan produksi mobil. Nyatanya, semua usulan itu hilang ditelan bisingnya knalpot mobil dan motor.

Kini, muncul lagi wacana baru, yang tengah digodok pemerintah daerah, Polda Metro Jaya, dan Badan Koordinasi Lalu Lintas DKI Jakarta. Peraturan itu masih soal pembatasan operasional kendaraan. Hanya, kali ini berdasarkan warna kendaraan, yakni gelap dan terang. Kategori gelap adalah hitam, abu-abu, biru tua, dan coklat. Sementara itu, yang terang mencakup merah, biru muda, hijau, putih, dan merah jambu.

Pelaksanaannya memanfaatkan pesta olahraga dua tahunan SEA Games XXVI 2011, November mendatang. Namun, sebelum dipraktikkan, peraturan itu harus mendapat persetujuan Gubernur DKI Jakarta. Lagi pula, kebijakan ini diterapkan sambil menunggu aturan jalan berbayar (electronic road pricing).

Wacana ini dinilai oleh kalangan industriawan otomotif nasional bukan sebagai solusi yang tepat. Masalah utama yang harus dilakukan adalah pembenahan transportasi massal yang masih sangat memprihatinkan di Ibu Kota.

"Masalahnya, sekarang Jakarta mau mencontoh kota-kota besar lain yang sudah punya sistem transportasi massal yang sangat baik. Sementara itu, di Indonesia baru bisa mengandalkan transjakarta," ujar Rizwan Alamsjah, Ketua Gaikindo sekaligus Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors kepada Kompas.com, hari ini (4/8).

Rizwan menekankan, sebelum pemerintah menciptakan sesuatu, satu hal yang perlu ditingkatkan kinerjanya adalah transportasi yang sudah ada. "Tambah jumlah gerbong kereta dan tingkatkan frekuensi angkutan umum. Kalau ini sudah bisa dimaksimalkan, tentu sudah bisa menawarkan alternatif pada masyarakat," lanjut Rizwan.

Di pihak lain, Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gaikindo sekaligus Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, menambahkan, sebelum Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengeluarkan peraturan baru, lebih dahulu mengajak asosiasi terkait, dalam hal ini Gaikindo dan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), serta Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri. "Jangan sampai aturan yang diciptakan justru kontra-produktif karena cuma akan merugikan konsumen nantinya," ucap Sudirman.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

60 Tahun Legenda "Rando Kuruza"

Posted: 04 Aug 2011 07:49 AM PDT

KOMPAS.com - Toyota Hardtop sangat populer di Indonesia pada era 1970-an. Hardtop sendiri merupakan salah satu varian dari jenis jip yang dipunyai Toyota Motor Corporation dengan nama Land Cruiser (LC) yang dalam bahas Jepang disebut "Rando Kuruza". Tapi LC ini tak ada hubungan dengan merek mobil Studebaker Land Cuiser yang diproduksi di Amerika dari 1934 sampai 1954.

Nah, 1 Agustus lalu jip Land Cruiser genap 60 tahun keberadaannya. Lebih dari enam dekade, desain terus berubah dan berevolusi dengan konsistensi tanpa menghilangkan nilai inti sebagai mobil gerak empat roda memiliki keunggulan sampai kini. Reputasi lain yang telah dipertunjukkan dengan menjelajah medan di Kutub Utara dan Antartika serta mengarungi "lautan" padang pasir.

Perang Korea Generasi pertama jip Toyota  mulai diproduksi 1954. Prototipenya sendiri dikembangkan mulai Januari 1951 sehubungan dengan pecahnya perang Korea pada 1950. Sehingga datang pesanan dari Amerika sebanyak 100 unit yang minta kendaraan militer ringan berspesifikasi  Jeep Willys, atau seperti jip Inggris Land Rover yang juga banyak dipakai.

Hanya dimensi jip yang diproduksi Toyota dengan kode "BJ" lebih besar dari Jeep asli Amerika itu. Tenaganya pun lebih besar karena dibekali mesin bensin tipe B berkapasitas 3.4L 6 silinder OHV. Tenaga yang dihasilkan 85 HP pada 3.600 rpm dengan torsi 215NM pada 1.600 rpm.

Pengujian pertama terhadap Toyota BJ berlangsung Juli 1951 oleh penguji dari Toyota, Ichiro Taira. Menariknya, saat berlangsung tes diawasi oleh Badan Kepolisian Nasional (NPA) Jepang. Baru dua tahun kemudian jip diproduksi di pabrik Honsya, sedang bodi dan pengecetan dilakukan di Arakawa Bankin Kogyo KK yang sekarang menjadi ARACO.

Direktur Teknis Toyota menciptakan nama  "Land Cruiser"  (bahasa Jepangnya Rando Kuruza) untuk jip Toyota  dan dipakai sampai sekarang. Tadinya, nama itu hanya ditujukan untuk konsumen lain pada kendaran heavy duty.

Generasi kedua LC diperkenalkan pada 1955 dengan varian Series 20. Tetap dengan mesin 6 silinder, hanya kapasitas lebih besar, yakni 3.900 cc tipe F dengan transmisi 3-percepatan.

Tiga tahun kemudian, lahir station wagon pertama Land Cruiser dengan kode FJ35V (wagon dan van), diikuti FJ25 sebagai produk pertama yang dibuat di luar Jepang, yakni Brasil. Sedang ekspor pertama dilakukan ke Australia pada 1957 berupa sasis, sementara bodi dibikin di negeri kanguru.

Masuk 1960, Series 20 ditingkatkan jadi Series 40 atau FJ40 yang secara mekanis mempunyai tenaga 125 HP, Berbagai model terus digulirkan FJ40 sampai 1980. Generasi berikut LC, yakni FJ60 diproduksi mulai 1980 sampai 1990 yang sudah pakai AC.

Penjualannya sudah mencapai 1 juta unit pada 1981 yang bersamaan dengan itu diperkenalkan di Afrika dengan ikut berkompetisi di event Desert Race 1000 km.

Model LC terus berkembangan setiap dekade. Pada era 1990-an dinamakan Prado 90 yang diproduksi di Tahara dengan dua varian, yakni tiga pintu (sasis pendek) dan 5 pintu (sasis panjang) yang dbekali mesin bensin 5VZ-FE 3.4 liter 24 katup 6 silinder, 1KZ-TE 3.0 liter 4 silinder turbodiesel dan ada dua lagi.

Terakhir, versi terbarunya Series 100 juga disebut Lexus LX470 yang tampilan eksterior lebih membulat dengan sasis lebih lebar. Juga ada versi bodi 105 yang memiliki suspensi depan independen dan dikasih mesin baru, yakni V8 yang memang untuk pasar Amerika Utara.

Indonesia

Di Indonesia, Land Cruiser meramaikan pasar nasional dari 1970 hingga 1980 dengan seri FJ itu menjadi andalan untuk mencapai kawasan terpencil yang saat itu belum banyak tersentuh aspal. Hingga kini populasi FJ masih sangat banyak, di antaranya menjadi kendaraan angkutan wisata di lautan pasir Bromo, Jawa Timur.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

30 Mobil Baru Mendebut di Los Angeles

Posted: 04 Aug 2011 05:47 AM PDT

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Pameran otomotif terbesar di kawasan pantai barat Amerika "Los Angeles Auto Show" yang digelar 19-28 November 2011 akan jadi lirikan para industri mobil di dunia. Karena, 30 kendaraan baru maupun konsep tampil perdana di situ.

Ford misalnya, sudah memastikan akan memajang tiga model, disusul General Motors menyiapkan dua produk, Fiat, Mitsubishi, Subaru dan Volkswagen masing-masing satu. Hyundai juga memastikan menampilkan Elantra Coupe dan Azera. Trus, ada model terbaru Infiniti JX Crossover 7-penumpang, disusul beberapa merek lain di segmen premium seperti Porsche, Mercedes-Benz dan Lincoln.

Tak ketinggalan, Audi dan BMW yang menampilkan dua mobil listrik konsep i3 dan i8. Mazda menampilkan CX-5 yang dibekali mesin teknologi baru SKYACTIV serta Volvo juga mau menunjukkan mobil konsep baru.

"Pesan yang diperoleh tahun ini sangat jelas. Industri otomotif banyak mendapatkan momentum positif tahun ini dan LA Auto Show menjadi sangat penting bagi para manufaktur untuk memperkenalkan inovasi dan produk barunya," beber Andy Fuzesi, General Manager LA Auto Show seperti dilansir autoevolution (3/8).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar