“PPCI Senang Diundang Mengunjungi IIMS” plus 2 more

Selasa, 26 Juli 2011

“PPCI Senang Diundang Mengunjungi IIMS” plus 2 more


PPCI Senang Diundang Mengunjungi IIMS

Posted: 26 Jul 2011 01:52 PM PDT

PPCI Senang Diundang Mengunjungi IIMS

Agung Kurniawan | Zulkifli BJ | Selasa, 26 Juli 2011 | 20:52 WIB

IIMS 2011

Anggota PPCI melihat mobil yang dipamerkan

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari keempat (25/7), Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 kedatangan tamu spesial dari Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI). Program Tour for Disabled (Kunjungan Penyandang Cacat) terdiri dari 25 pengguna kursi roda, 25 tuna rungu-wicara, plus 5 pendamping. Mereka berkunjung ke pameran untuk mempelajari perkembangan industri otomotif Indonesia.

"Kami merasa senang karena kembali diundang oleh Dyandra Promosindo untuk melihat mobil yang bagus-bagus serta berbagai acara di IIMS 2011. Kami berharap ada APM yang berkenan menyediakan kendaraannya (dengan teknologi khusus) bagi kami penyandang cacat yang memerlukan kebutuhan khusus," ujar Retnowati, Koordinator Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) DKI Jakarta.

Syamhudi, salah seorang peserta dari PPCI mengungkapkan apresiasinya terhadap panitia yang telah berbagi kebahagiaan dengan para penyandang cacat. "Saya terkesan sekali tahun ini banyak mobil-mobil baru, arena makin luas,  acaranya juga makin meriah. Saya ingin bisa melihat lebih lama lagi, karena banyak mobil-mobil bagus di sini," kata Syamhudi.


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Mark Widjaja Merancang A-Concept Berdasarkan Selera

Posted: 26 Jul 2011 12:51 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu mobil konsep yang menarik pada IIMS 2011 - berlangsung saat ini di JIEXpo Kemayoran, Jakarta - adalah Daihatsu A-Concept. Desain mobil ini cocok dengan kebanyakan selera orang Indonesia. Daya pikatnya makin hebat karena berhembus kabar, ada kemungkinan hatchback mungil ini akan menjadi proyek mobil murah dan ramah lingkungan Daihatsu  di  Indonesia nantinya.

Cerita lain yang tak kalah menarik, Daihatsu A-Concept 100 persen lahir dari ide dan pikiran seorang putra Indonesia. Bisa dikatakan, Daihatsu A-Concept adalah "brainware" asli Indonesia! Mobil ini murni karya Mark Widjaja, 36 tahun, lulusan Design Product Industry dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) yang telah bekerja di Astra Daihatsu Motor (ADM) sejak 2003.

Menentukan Selera
Kepastian A-Concept untuk dijadikan "flagship" Daihatsu pada IIMS 2011 bukanlah kebetulan atau pesanan. Seperti diceritakan oleh Presiden Direktur ADM, Sudirman MR, A-Concept terpilih dari beberapa karya perancang Daihatsu di beberapa negara. "Kami dari Daihatsu sangat bangga, karya putra Indonesia, karya Daihatsu Indonesia terpilih untuk dijadikan sebagai mobil konsep. Ternyata hasilnya sangat menarik pengunjung. Juga pimpinan tertinggi Daihatsu dari Jepang (Koichi Ina)," jelas Sudirman saat memperkenalkan A-Concept ini kepada wartawan.

Mark Widjaja yang dihadirkan secara khusus hari ini oleh ADM untuk menjelaskan  proses penciptaan karyanya kepada wartawan, bercerita ikhwal karyanya tersebut. Diceritakan, "Merancang mobil itu sama seperti memilih makanan. Di Indonesia, humberger tentu tidak bisa sama dengan yang di Amerika. Sebaiknya disesusaikan dengan selera Indonesia. Karena saya lebih menggenal orang Indonesia, maka saya bisa menerjemahkan dan merancang mobil yang disukai atau  sesuai dengan selera orang Indonesia," beber Mark tentang hasil karyanya saat wawancara dengan wartawan.

Dijelaskan, ia tidak ingin merancang kendaraan dengan penampilan bergaya "cute" (centil). "Orang Indonesia umumnya ingin tampil sederhana. Tidak perlu banyak lekukannya. Saya pun coba mengimplementasikan konsep desain Monas. Inilah jadinya," lanjutnya.

Segmen A
Mark belum bisa menceritakan detil  hasil dirancangnya ini, yaitu  dimensi dan mesin yang akan digunakan. "Itu nantinya ditentukan oleh bagian rekayasa dan bukan desainer. Untuk dimensi, ukuran sama dengan  Kia Picanto atau lebih kecil dari Sirion. Berada di Segmen A," urainya.

Ia pun menguraikan desain bodi luar yang mulus. Misalnya handle pintu dari silver yang kecil, rata dengan permukaan bodi. Begitu juga dengan desain dan komposisi lampu depan dan belakang. Bahkan termasuk knalpot. "Konsep desainnya mengalir. Flowing!" jelas Mark.

Selanjutnya untuk memberi kesan mobil ini tampak lebih besar dan kokoh, Mark membuat garis silver di atas sepanjang kaca (jendela) samping. "Tujuannya, agar mobil, seperti istilah orang Jawa tampak penyek," lanjutnya. Sedangkan untuk menampilkan kesan kokoh pada mobil  super mini, bagian bodi samping dirancang gembung. "Seperti pesumo! Kesannya mobil jadi lebih stabil karena pijakan kokoh!" urainya. Lantas, tentang kiblat desain, Mark mengatakan, lebih menyukai perpaduan gaya Perancis yang moderen dan Jerman yang fungsional.

Level Baru Daihatsu
Terpilihnya  karya putra Indonesia sebagai konsep terbaru Daihatsu, dinilai Mark Widjaja sebagai "level baru Daihatsu". Pasalnya, selama ini mobil konsep yang dipamerkan adalah hasil karya perancang Jepang. "Terpilihnya A-Concept membuktikan prinsipal Daihatsu percaya dengan karya orang Indonesia," komentarnya.

Bagi Daihatsu, A-Concept adalah  level atau fase baru perjalanannya di Indonesia. Pasalnya, tahun ini Daihatsu Motor Co. Ltd. sudah memberi kepercayaan kepada putra Indonesia untuk menjadi pimpinan tertinggi Daihatsu di Indonesia, Sudirman MR. Kepercayaan tersebut telah dibuktikan dengan menjadikan Daihatsu sebagai produsen mobil nomor satu di Indonesia! Bravo Daihatsu!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Ketika Pasar Mobil 1 Juta Unit, Jakarta Kian Parah

Posted: 26 Jul 2011 10:53 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Kalau memang pasar mobil nasional mencapai 1 juta unit pada 2013 seperti diprediksi oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), maka Jakarta akan mengalami macet total (traffic stagnation) tahun depan. Ini karena Jakarta menyumbang 45-50 persen pembelian mobil baru dari total pangsa pasar nasional. Lalu, rata-rata pertumbuhan jalan baru di Ibu Kota hanya 0,01 persen setiap tahun, sedangkan pembelian mobil baru meningkat 8 persen per tahunnya.

Demikian dijelaskan Rudi Borgenheimer, Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI), di sela-sela acara Mercedes-Benz Automotive Symposium di IIMS JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini (26/7). Dia menambahkan, jumlah mobil yang ada di Jakarta saat ini mencapai 2,4 juta unit, sementara sepeda motor 4,3 juta unit.

"Kondisi ini mengancam terjadinya kemacetan total lebih cepat, dari prediksi awal 2015, menjadi 2012. Makanya, Jakarta perlu segera dibenahi," harap Rudi. Pemerintah daerah, harapnya, perlu menyediakan sistem transportasi massal yang ramah lingkungan. Selain itu, perlu pembatasan penggunaan mobil yang tak ramah lingkungan di dalam kota. Perubahan sistem pajak, terutama keringanan, diberikan terhadap mobil-mobil ramah lingkungan dan segera mengganti sistem 3-in-1 menjadi electronic road pricing (ERP) untuk menekan penumpukan kendaraan pada jalan utama di Jakarta.

"Harus menciptakan pemikiran bahwa transportasi publik merupakan mesin utama kota. Semua tindakan perlu segera dilakukan dari semua pemangku kepentingan, produsen mobil, penyedia bahan bakar (Pertamina), pemerintah daerah, dan kementerian terkait untuk mengatasi ancaman ini," tutup Rudi.

Yoga Adiwinarto, pengamat transportasi dari Institute for Transportation & Development Policy, menambahkan, pembangunan jalan baru di satu lokasi hanya akan menambah keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi. Tujuan utama untuk mengurai kemacetan adalah dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi.

"Di London dan Stockholm, pemerintahnya mengurangi penggunaan mobil pribadi di kota dengan penerapan pajak jalan dan larangan parkir. Intinya, yang dibutuhkan adalah memindahkan orang dengan lebih efisien, bukan kendaraannya," ujar Yoga.

Masih adakah solusi lain untuk mengatasi kemacetan?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar