“Indonesia dan Thailand Berpacu Menjual Mobil Makin Banyak” plus 2 more

Jumat, 29 Juli 2011

“Indonesia dan Thailand Berpacu Menjual Mobil Makin Banyak” plus 2 more


Indonesia dan Thailand Berpacu Menjual Mobil Makin Banyak

Posted: 29 Jul 2011 12:23 PM PDT

JAKARTA,KOMPAS.com – Perbedaan penjualan mobil antara Indonesia dan Thailand, kian menipis. Berdasarkan laporan AutomotiveWorld minggu lalu, penjualan pada semester pertama (S1) 2011 di Negeri Gajah Putih mencapai 432.012 unit. Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, 419.659 unit.

Dilaporkan penjualan di Thailand pada Juni lalu turun 0,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2010. Bulan lalu, mobil yang terjual 70.259 unit  (berarti Indonesia lebih banyak, ritel 70.720 unit, wholesales: 70.157 unit). Kendati demikian, seperti juga di Indonesia, penjualan Juni lebih baik ketimbang Mei 2011 yang masih limbung karena pengaruh gempa dan tsunami Jepang 11 Maret 2011.

Seperti di Indonesia, penjualan didominasi oleh Toyota dengan pangsa terbesar, 36,1 persen, diikuti Isuzu 18,3 persen. Ini merupakan 6 bulan pertama sepanjang 201,Toyota mendominasi pasar di negara tersebut, yaitu 36,2 persen dan Isuzu 18,5 persen.

Tahun ini, penjualan mobil di negara terseburt ditarget  900.000 unit dengan komposisi, mobil 410.000 kendaraan penumpang dan 490.000 kendaraan komersial. Sedangkan produksi diharapkan mencapai 1,8 juta.

Impor dari Indonesia
Kendati demikian, Presiden Toyota Motor Thailand, Kyoichi Tanada mengatakan, penjualan mobil di negara tersebut tahun ini diperkirakan sekitar 860.000 unit. Seperti Indonesia, target yang ingin dicapai Thailand adalah segera bisa menjual mobil satu unit dalam setahun plus produksi 2 juta per tahun.

Untuk hal yang terakhir, Toyota agak khawatir. Pasalnya, pemerintah baru Thailand berencana menaikkan upah minimum buruh. Akibatnya, biaya produksi dan harga komponen dari pemasok lokal akan naik. Karena itu pula, dilaporkan Toyota akan mencari sumber komponen dari Indonesia.

Perbandingan penjualan mobil Indonesia vs Thailand sepanjang semester-I 2011

Negara

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Total

Indonesia 70.001 66.033 83.011 66.611 63.283 70.720 419.659
Thailand 68.398 77.213 93.008 67.283 55.851 70.259 432.012

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Hyundai Grand Avega Kantongi 120 Pemesan

Posted: 29 Jul 2011 11:12 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Febri Astuty, Corporate Communication Head PT Hyundai Mobil Indonesia, melaporkan hasil penjualan selama di IIMS sampai Kamis (28/7/2011). Disebutkan, total yang diraih sebanyak 292 unit (sampai 28/7/2011) dan terbanyak diminati adalah Grand Avega yang diluncurkan berbarengan dengan pembukaan pameran.

Medium city car ini sudah mengantongi surat pesanan sebanyak 120 unit dan matik paling banyak 78 unit, sedangkan yang transmisi manual 34 unit.

Wajar bila Grand Avega begitu diminati. Pasalnya, dengan harga yang ditawarkan Rp 158,9 juta (manual) dan Rp 169,8 juta (matik), justru jadi pilihan alternatif bagi mereka yang dananya tidak mencukupi membeli hatchback, seperti Jazz, Yaris, atau Swift.

Dari segi tampilan, Grand Avega jauh lebih eye catching ketimbang pendahulunya, Avega, dengan perbedaan mencolok tampak pada bagian belakang. Spoiler kecil yang dipadu sama desain lampu yang naik ke atas sampai kaca belakang dan ditambah lampu kabut membuat tampilan sangat sporty. Dan, kalau dicermati, bentuknya hampir mirip sama Ford Fiesta.

Kesan sport yang sangat kuat tampak pada bagian samping. Tarikan garis tegas dari belakang sepatbor depan sampai ujung pintu belakang menambah gagah Grand Avega. Kalau kita memandang bagian samping dari sudut tiga perempat dari depan, tampilannya seperti Subaru Impreza STi versi hatchback, tetapi lebih mendekati saudaranya, i30.

Dengan tampilan yang sporty, seharusnya didukung performa mesin yang baik. Grand Avega dibekali mesin 1.4 liter DOHC dipadu dengan transmisi matik 4-percepatan shiftronic, yang diklaim HMI sebagai satu-satu di kelasnya.

Satu hal, bentuk eksterior Grand Avega sangat cocok untuk dimodifikasi. Bahkan, satu unit didandani dengan velg ukuran 18 inci saja, tongkrongan sangat gagah. "Untuk dress-up biar kita serahkan kepada konsumen karena sesuai selera mereka. Tapi, kami akan mempersiapkannya juga, hanya belum untuk sekarang," jelas Mukiat Sutikno, Wakil Presiden Direktur Pemasaran PT Hyundai Mobil Indonesia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Yamaha Xeon Dilengkapi AHO

Posted: 29 Jul 2011 10:46 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha Indonesia meningkatkan tampilan New Xeon yang baru diluncurkan April 2011. Kini, skutik itu sudah dilengkapi dengan automatic Headlight On (AHO). Kemudian, mika lampu sein, baik depan maupun belakang, yang semula oranye diganti putih being.

"Perubahan mika lampu menjadikan Xeon lebih sporty dan tidak menyalahi aturan karena nyala lampu tetap kuning sebagaimana mestinya," jelas Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia dalam rilisnya yang diterima Kompas.com, hari ini (29/7). Sedangkan aplikasi AHO merupakan bentuk kepedulian Yamaha terhadap keselamatan pengendara motor.

Selain itu, pengaplikasian AHO, menurut Indra merupakan bentuk dukungan Yamaha terhadap pemerintah dalam menjalankan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 107 disebutkan, pengendara diwajibkan menyalakan lampu pada siang hari. AHO menggantikan fungsi saklar motor yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

Selain Xeon, Vixion dan Vega ZR baru serta Jupiter Z juga telah dilengkapi AHO. Pengaplikasian AHO sangat penting dalam berkendara untuk menjaga keselamatan pengendara. Keberadaan AHO diharapkan ikut membantu menekan jumlah kecelakaan di Indonesia.

Dalam enam bulan pertama tahun ini tercatat rata-rata kecelakaan lalu lintas mencapai 660 kali per bulan atau 165 kali per minggu. Tahun lalu angka kecelakaan lalu lintas mencapai 61.606 kasus atau naik 6,72 persen dibandingkan di 2009.

Xeon yang telah berubah tampilannya, tidak mengalami kenaikan harga.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.22  

0 komentar:

Poskan Komentar