“Button Juara F1 Hongaria, Hamilton Kena Penalti” plus 2 more

Minggu, 31 Juli 2011

“Button Juara F1 Hongaria, Hamilton Kena Penalti” plus 2 more


Button Juara F1 Hongaria, Hamilton Kena Penalti

Posted: 31 Jul 2011 01:53 PM PDT

HONGARIA, KOMPAS.com — Jenson Button tampil luar biasa hebat di GP F1 Hongaria yang berlangsung ketat dan diganggu rintik hujan, Minggu (31/7/2011). Pebalap McLaren ini berhasil memenangkan balapan setelah menempuh 70 lap dengan total waktu tempuh 1 jam 46 menit 42,337 detik.

Button hampir saja jadi penonton di awal balapan. Pasalnya, ketika start ia sempat bersenggolan ringan dengan rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang sama-sama berebut masuk tikungan kedua. Ia pun memberi peluang kepada Hamilton, tetapi dengan perjuangan gigih mampu melesatkan MP4-26 sampai finis.

Ini merupakan hadiah istimewa buat penampilannya yang ke-200. Dan, kini ia mendapat tambahan 25 angka menjadi 134, tetapi tidak dapat mendongkrak posisinya yang tetap menduduki peringkat kelima.

Sementara Hamilton harus puas finis di posisi keempat. Padahal, ia sempat memimpin balapan cukup lama.  Sayang, hukuman drive through penalty membuat dirinya harus finis di posisi keempat.

Posisi kedua direbut oleh Sebastian Vettel. Pebalap Jerman ini banyak melakukan kesalahan akibat kondisi lintasan yang licin. Ia sempat keluar lintasan atau menikung terlalu melebar.

Lintasan yang licin juga membuat Fernando Alonso harus kerja keras menjinakkan mobil yang acap spin kecil. Bahkan ia sempat ke luar lintasan, tetapi berkat strategi tim yang jitu, ia dapat naik podium ketiga. Selain itu, dugaannya sebelum lomba kalau McLaren favorit juara jadi kenyataan.

Panik 15 lap pertama

Hujan yang turun jelang start para pebalap menggunakan ban intermediate. Cipratan air dari ban sangat mengganggu konsentrasi dan pandangan saat start. Dua pebalap McLaren sempat senggolan ringan ke luar tikungan pertama karena berebutan untuk masuk tikungan kedua.

Hujan yang kian deras membuat laju kendaraan menari-nari diiringi irama mesin dan membuat pebalap panik. Alonso yang start kelima melorot di belakang dua mobil Mercedes, tetapi tidak sampai 3 lap ia dapat melibasnya. Namun, di lap 4, saat ia sudah menduduki urutan keempat di belakang Vettel, Hamilton dan Button keluar jalur sehingga Rosberg dapat menyalipnya.

Pada lap 3, Hamilton coba menyalip Vettel, tetapi gagal. Upaya itu dilakukan lagi di lap berikutnya, tetapi tetap tak berhasil. Baru di lap 5 ia berhasil mengambil alih pimpinan akibat Vettel menikung terlalu lebar.

Dua pebalap Ferrari tampak tampil ngotot karena ingin menebus kesalahan yang dilakukan akibat kondisi lintasan. Alonso dapat menyalip Rosberg di lap 9. Sementara rekan setimnya Massa melintir di lap sebelumnya, beruntung mobilnya tidak rusak ketika bagian belakang menghantam dinding pembatas. Massa dapat melanjutkan lomba.

Kondisi lintasan yang mulai kering membuat pebalap kerja keras menjinakkan keliaran mobil. Dan, Hamilton masih terdepan diikuti oleh Vettel, Button, Alonso, Rosberg, dan Webber.

Pada lap 11 Webber yang pertama melakukan pitstop dan menggunakan ban kering kompon superlunak, yang bersamaan diikuti Massa yang juga pakai ban kering. Akibatnya, keduanya di tikungan mencari jalur kering sehingga tidak bisa maksimal menguras tenaga mesin. Satu lap kemudian, giliran Hamilton dan Vettel sama-sama masuk pit yang membuat posisi mereka turun menjadi kedua dan ketiga di belakang Schumacher.

Namun, dalam sekejap pebalap Mercedes itu berhasil dilibas oleh Hamilton dan Vettel. Agresivitas ditunjukkan Button pada lap 14 yang dapat menyodok Vettel, membuat posisi 1-2 dikuasai pebalap McLaren. Bahkan, jarak antara Hamilton dan Button terpaut 9 detik lebih sampai lap 20 dan 10 detik sama Vettel serta 17 detik sama Webber.

Pada lap 25, mobil Renault yang dikendarai Nick Heidfeld terbakar ketika masuk lintasan habis ganti ban. Bendera kuning pun berkibar, dalam kondisi ini Webber dan Alonso masuk pit ganti ban. Hamilton juga masuk pit pada lap 26, diikuti Button pada lap 28 dan Vettel lap 29.

Formasi pun tidak berubah dengan Hamilton di depan diikuti Button, Vettel, Webber, dan Alonso. Namun, pada lap 31, rintik hujan mulai turun dan bukan tidak mungkin posisi lima besar bisa berubah lagi, terutama Alonso yang coba menekan Webber mulai lap 32 dan lap 34 hampir dapat melewatinya.

Pada lap 37 Ferrari mengambil inisiatif lebih cepat memasukkan Alonso ke pit untuk mengganti ban kompon superlunak. Hasilnya, ketika Webber ganti ban dan masuk lintasan berada di belakang Alonso. Begitu juga Vettel saat masuk pit lap 42, posisi ketiganya diambil Alonso, sedangkan McLaren tetap 1-2.

Sayang, posisi ketiga Alonso tak bertahan lama. Performa RB7 yang dikemudikan Vettel dapat merebut posisi ketiganya kembali di lap 45. Ternyata, ketika ganti ban Alonso pakai stok lama, sedangkan Vettel sama sekali baru.

Hamilton dipenalti

Trek yang kembali licin di bagian tertentu membuat Hamilton ke luar lintasan pada lap 46. Kesempatan ini tak disia-siakan Button untuk mengambil alih posisi terdepan. Namun, pada lap 49, Hamilton mendapatkan kembali posisi terdepan akibat Button keluar lintasan. Dan, satu lap kemudian Hamilton masuk pit untuk ganti ban intermediate.

Strategi yang kelewat berani dilakukan Ferrari terhadap Alonso. Pada lap 48 pebalap Spanyol itu masuk pit ketiga dan ganti ban kompon keras. Mungkin, perhitungan mereka, sisa 20 lap trek akan kering dan Alonso tak perlu ganti ban lagi. Kebetulan saat masuk lintasan posisinya kelima.

Hasilnya, Alonso berhasil melibas Hamilton dan menduduki urutan ketiga di belakang Button dan Vettel. Namun, pada lap 60 ia melintir. Beruntung, Webber jauh di belakang sehingga posisinya tetap ketiga. Sementara Hamilton harus menjalani drive through penalty karena memotong jalur di chicane.

Hasil lomba
1. Button               McLaren-Mercedes           1h43:42.337
2. Vettel                Red Bull-Renault                      + 3.588
3. Alonso              Ferrari                                   + 19.819
4. Hamilton           McLaren-Mercedes                + 48.338
5. Webber             Red Bull-Renault                    + 49.742
6. Massa               Ferrari                                 + 1:17.176
7. Di Resta            Force India-Mercedes               + 1 lap
8. Buemi               Toro Rosso-Ferrari                   + 1 lap
9. Rosberg             Mercedes                                  + 1 lap
10. Alguersuari     Toro Rosso-Ferrari                     + 1 lap
11. Kobayashi       Sauber-Ferrari                           + 1 lap
12. Petrov             Renault                                     + 1 lap
13. Barrichello      Williams-Cosworth                   + 2 laps
14. Sutil                Force India-Mercedes              + 2 laps
15. Perez              Sauber-Ferrari                          + 2 laps
16. Maldonado     Williams-Cosworth                     + 2 laps
17. Glock              Virgin-Cosworth                       + 4 laps
18. Ricciardo        HRT-Cosworth                        + 4 laps
19. D'Ambrosio    Virgin-Cosworth                      + 5 laps
20. Liuzzi              HRT-Cosworth                        + 5 laps

Fastest lap: Massa, 1:23.415

Pebalap tidak finis
Kovalainen Lotus-Renault 56
Schumacher Mercedes 27
Heidfeld Renault 24
Trulli Lotus-Renault 18

Klasemen sementara sampai seri 11

Pebalap                             Konstruktor
1. Vettel            234           1. Red Bull-Renault         383
2. Webber        149            2. McLaren-Mercedes      280
3. Hamilton      146            3. Ferrari                         215
4. Alonso         145            4. Mercedes                      80
5. Button          134           5. Renault                          66
6. Massa            70            6. Sauber-Ferrari                35
7. Rosberg         48            7. Force India-Mercedes    26
8. Heidfeld         34           8. Toro Rosso-Ferrari        22
9. Schumacher   32           9. Williams-Cosworth         4
10. Petrov          32
11. Kobayashi    27
12. Sutil             18
13. Buemi          12
14. Alguersuari  10
15. Di Resta       8
16. Perez            8
17. Barrichello     4

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Yoshine Yofine, Dokter Kecantikan yang Jadi SPG Truk

Posted: 31 Jul 2011 10:24 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Sosok cantik yang sedang beraksi dengan senjata ini bernama Yoshine Yofine. Ia bukan aparat kesatuan atau detektif, melainkan sales promotion girl (SPG) truk FAW (First Automobile Works) asal China. Karena yang ditemani truk kategori IV, lantas jangan meremehkan pekerjaan yang dijalaninya selama 10 hari di IIMS itu.

Dalam kesehariannya, dara berusia 25 tahun ini berprofesi sebagai dokter kecantikan. Yoshi, begitu ia akrab dipanggil, merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta sudah meraih gelar spesialisasi kulit dan kecantikan dari University of Melbourne, Australia.

Lalu, mengapa gadis asal Makassar ini mau jadi SPG? Padahal, ia sudah berpraktik sebagai dokter kecantikan di Ibu Kota? "Sebenarnya ini hanya mengisi waktu luang. Tempat praktik saya yang lama habis kontrak, jadi lagi proses cari tempat baru," kata Yoshi.

Menjadi SPG di IIMS untuk kali pertama juga tak sia-sia bagi Yoshi karena ia langsung berhasil meraih runner up Miss Motor Show 2011. Yoshi mengaku punya hobi dalam bidang model karena sudah menggelutinya sejak kecil.

"Tahun lalu saya cuma pengunjung (IIMS 2010). Tahun ini ikutan. Senang rasanya bisa bertemu dengan banyak orang. Selain menambah pengalaman, juga nostalgia dengan hobi lama," tutup wanita berparas oriental ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

BMW dan MINI Laris Manis di IIMS 2011

Posted: 31 Jul 2011 10:04 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan rilis yang dikirimkan ke Kompas.com pada siang ini, BMW Group Indonesia berhasil membukukan 306 unit BMW dan 50 unit Mini pada IIMS 2011. Penjualan BMW terbanyak diraih oleh Seri 3, yaitu 121 unit, dan diikuti Seri 5 (79 unit), X1 (43 unit), X5 (23 unit), X3 (22 unit), dan selebihnya adalah M Coupe, Seri 7, Seri Convertible, X6, Grand Turismo, dan Z4 masing-masing satu unit.

Adapun MINI yang paling laris adalah Cooper S sebanyak 20 unit, Cooper S Cabrio (16 unit), John Cooper Works (9 unit), dan sisanya Cooper dan MINI Coupé. Prestasi lain yang diraih BMW pada IIMS 2011 adalah "Best Stand Award" berdasarkan pilihan pengunjung.

"Penjualan bukan tujuan utama kami untuk ambil bagian di IIMS 2011. Kendati demikian, melihat hasil yang dicapai, kami menilai animo dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap produk kami sangat tinggi," komentar Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur BMW Indonesia. 

Dijelaskan pula, model-model Mini yang dipasarkan di Indonesia dijual dengan harga Rp 499 juta (Cooper), Rp 539  juta (Cooper S), Rp 599 juta (Cooper S Cabrio), dan Rp 679 juta (John Cooper Works) dalam kondisi off-the road Jakarta. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar