“12 Daihatsu untuk Operasional SEA Games XXVI” plus 2 more

Selasa, 12 Juli 2011

“12 Daihatsu untuk Operasional SEA Games XXVI” plus 2 more


12 Daihatsu untuk Operasional SEA Games XXVI

Posted: 12 Jul 2011 12:17 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kemarin (11/7/ 2011), menyerahkan 12 unit baru Daihatsu, terdiri dari 8 Terios dan 4 Luxio, sebagai pinjaman kepada Komite Pelaksana SEA Games XXVI, Indonesia South East Asian Games Organizing Committee (INASOC). Kendaraan digunakan untuk membantu operasional panitia SEA Games XXVI yang akan berlangsung pada 11-22 November 2011 di Jakarta dan Palembang.

Penyerahan dilakukan oleh Presiden Direktur ADM Sudirman MR kepada Ketua INASOC Rita Subowo, yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Acara serah terima disaksikan oleh Ketua Harian INASOC Rachmat Gobel dan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng di Gedung Gelora Bung Karno, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta.

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) yang diwakili oleh Sesmenpora, Djoko Pekik, mengatakan, "SEA Games adalah ajang olah raga terbesar negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah yang baik. Peminjaman 12 mobil ini akan memudahkan panitia melakukan persiapan dan pelaksanaan SEA Games XXVI."

Sementara itu, Sudirman MR menambahkan, "Kami berharap ke-12 mobil Daihatsu yang diserahkan ini dapat memberi manfaat untuk persiapan dan pelaksanaan SEA Games XXVI khususnya." 

Ketua Harian INASOC Rachmat Gobel menyatakan, "Lokasi pelaksanaan yang berada di dua provinsi yang berjauhan, lokasi yang terpisah, membuat mobilitas panitia jadi tinggi. Oleh karena itulah bantuan berupa mobil sangat berarti."

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Porsche Manfaatkan Aplikasi "Dacode"

Posted: 12 Jul 2011 11:17 AM PDT

Porsche Manfaatkan Aplikasi "Dacode"

Agung Kurniawan | Zulkifli BJ | Selasa, 12 Juli 2011 | 18:17 WIB

caradvice

Porshce gunakan dacode sebagai pengganti sales di garda depan

DETROIT, KOMPAS.com — Porsche memanfaatkan teknologi dan aplikasi dacode pada ponsel pintar (smartphone) untuk memudahkan konsumennya memperoleh informasi langsung ke situs Porsche di Amerika Utara. Dengan mengarahkan kamera ponsel ke dacode dan menekan ikonnya, penggunakan otomatis terhubung langsung ke situs Porsche. Selanjutnya, pengguna bisa berselancar menonton video, membaca pembahasan dan spesifikasi, serta mendengar suara mesin langsung melalui ponsel.

Konsumen yang tertarik bisa melanjutkan transaksi ke wiraniaga atau sekadar mencoba mengemudikan mobil. Alasan Porsche menggunakan aplikasi tersebut adalah untuk memfasilitasi mereka yang tidak punya waktu senggang datang ke dealer pada jam kerja. 

Cara tersebut mulai digunakan pada 184 dealer Porsche di Amerika Utara pada bulan lalu. "Pelanggan Prosche sangat menggemari tenaga mesin yang hebat dan teknologi ponsel pintar. Dengan bantuan ponsel tersebut, konsumen bisa mendapatkan informasi lengkap dengan mudah," beber Chief Operating Officer Porsche Cars North America Michael Bartsch.

Sejak debutnya, beberapa dealer mengaku mulai mendapatkan hasil positif. Dacode ini juga bisa dibaca dengan baik oleh iPad2 dan iPod Touch yang sudah dilengkapi dengan kamera.


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Mengungkap Rahasia Kehebatan Tim Thailand (Bagian 2)

Posted: 12 Jul 2011 10:53 AM PDT

8 Bulan
Persiapan tim sang juara, Luk Jao Mae Khlong Prapa, termasuk lama. Menurut dosen pembimbingnya, Dr Narongdech Keeratipranon, yang sempat ditemui Kompas.com, mereka melakukan persiapan selama 8 bulan.

Tim ini sempat dikalahkan oleh ATE.1. Namun sehabis istirahat siang, tim dengan nomor 072 ini langsung berada di posisi teratas sebagai yang paling irit. Akibatnya, beberapa mahasiswa dari peserta lain coba mencari tahu rahasia mobil ini. Namun, setelah sudah berada di peringkat tertinggi, mobil tim ini langsung dibenahi dan ditutup. Tak sempat lagi melihat jantung pacu mobil ini.

Yang cukup menarik adalah tim ATE. 1. Mereka juara tahun lalu dan sempat berada di peringkat teratas. Karena reputasinya yang hebat itu, banyak mahasiswa datang melihat dan memotret mobil yang satu ini ketika diparkir di garasinya. Kebetulan tutupnya dibuka dan mesinnya dibiarkan terlihat begitu saja. Dosen pembimbing tim ini, Phudit Radarin, membiarkan mesin dan sistem penggerak mobil difoto, diteliti oleh para mahasiswa dari negara lain.

Sistem pelumasan
Phudit yang sempat diwawancari Kompas.com mengatakan, ia menggunakan mesin Honda Wave 110 cc. Namun, mesin itu benar-benar telah "dikupas" habis. Oleh karena itu pula, ada peserta dari Indonesia yang tak percaya kalau tim ini menggunakan mesin Honda. Bahkan, seorang dosen pembimbing dari Indonesia mengatakan bingung melihat sistem pasokan bahan bakarnya. "Dikatakan menggunakan karburator, tidak; injeksi juga tidak. Coba dilihat ke sana!" ucapnya.

Kompas.com yang berkesempatan melihat mobil ini agak detail menyimpulkan bahwa mesin diubah besar-besaran, baik luar maupun dalam. Sirip asli diplontosi, lantas diberi lagi lubang dangkal di permukaannya, termasuk motor starter. Bahkan, flywheel (roda gila) kelihatan dari luar.

Phudit mengatakan, ia menggunakan karburator dan bukan sistem injeksi. Namun yang pasti, ukuran karburator sangat kecil. Perangkat itu dirancang secara khusus, mulai dari corong udara (tanpa saringan) hingga saluran isap antara karburator dan lubang katup isap.

Perubahan lain yang dilakukan, untuk mengurangi beban mesin, adalah pelumasan pada komponen di atas silinder yang dilakukan dengan sistem tetes (gravitasi). Oleh karena itu pula, tutup kepala silinder dibiarkan dibuka. Di atas kepala silinder (dicantolkan ke bodi), terdapat tabung yang meneteskan oli melalui selang langsung ke camshaft. "Ini untuk pelumasan," ucap Phudit.

Bagian bawah tidak terlihat. Hanya ada roda gila yang tampak telanjang. Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, ia menggunakan sabuk bergerigi. Bahkan, roda belakang tim ini menggunakan rem seperti pada sepeda.

Phudit mengaku, tim melakukan persiapan selama 6 bulan. Melihat kerja tim yang rapi, salah satu pembimbing Indonesia berkomentar, "Bukan dikerjakan oleh mahasiswa, melainkan oleh profesional," ucap Dr Ir Sangriaydi Setio dari ITB, pembimbing tim Cikal Nusantara.

Sebenarnya, masih ada faktor lain yang membuat tim Thailand menang dan bukan hanya ditentukan oleh mesin. Desain bodi, mekanisme pemindah tenaga dari mesin ke roda, ban serta cara mengemudikanya ikut menghasilkan efisiensi. 

Tim Indonesia
Sementara itu, tim Indonesia, yang juga umumnya menggunakan mesin sepeda motor 4-tak, di kategori Prototipe, mengadopsi mesin sepeda motor yang digunakannya secara bulat-bulat. Tidak ada perubahan pada blok mesin dari luar. Knalpot masih asli, juga masih menggunakan rantai untuk memindah tenaga mesin ke roda. Begitu juga dengan sistem pasokan bensin, bagian itu masih menggunakan bentuk aslinya. Hasilnya masih jauh dari 1.500 km per liter yang dicanangkan saat tim berangkat. Kita masih harus belajar lebih banyak lagi!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar