“Sensasi Strada Triton untuk Konsumen Riau” plus 2 more

Minggu, 19 Juni 2011

“Sensasi Strada Triton untuk Konsumen Riau” plus 2 more


Sensasi Strada Triton untuk Konsumen Riau

Posted: 19 Jun 2011 12:54 PM PDT

RIAU, KOMPAS.com - Sebagai pemimpin pasar di kelas pikap dengan produk andalannya Strada Triton, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors terus mempertahankan prestasinya itu dengan cara yang unik. ATPM Mitsubishi di Indonesia itu menggelar "Strada Triton Test Drive & Driving Experiance with Hirosi Masuoka" yang dilakukan di dua daerah, Balikpapan (Kalimantan Timur) 15-16 Juni dan Pekanbaru, Riau (18-19 Juni).

Di dua daerah itu disediakan dua trek dengan desain berbeda. Seperti di Riau yang diikuti Kompas.com, lintasan pertama berjarak 300 meter bernuasa off-road adventure lengkap dengan berbagai hendicap, mulai jalan menanjang dan menurun terjal untuk menguji tenaga, bergelombang guna merasakan suspensi dan genangan air.

Satunya lagi, trek berjarak 2 km bertanah mirip lintasan reli. Di sini, para undangan dari pelanggan (konsumen), perorangan maupun fleet (pertambangan dan perkebunan) diajak merasakan sensasi berkendara dan ketangguhan sesungguhnya dari Strada Triton bersama sang pereli legendaris Paris Dakar Masuoka.

Dipilihnya Balikpapan dan Pekanbaru, menurut Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran KTB karena kontribusi kedua daerah tersebut dalam penjualan Strada Triton sangat besar. "Dari penjualan nasional, Pekanbaru menyumbang sekitar 40 persen, sedang Balikpapan lebih besar lagi, yakni 50 persen," ungkap Rizwan disela-sela acara test drive itu.

Pemakai Strada Triton di kedua daerah ini, lanjut Rizawan sangat lengkap. Ada perorangan, perusahaan, perkebunan dan palm oil. "Tepat buat kami memberi pengalaman merasakan performa pikap bersama pereli legendaris Masuoka," papar Rizwan yang ikut jadi penumpang dikendarai pereli asal Jepang.

Tak kurang dari 200 undangan, baik perorangan maupun dari berbagai kalangan (perusahaan perkebunan dan pertambangan) diajak bermanuver menaklukkan berbagai tikungan dengan kecepatan tinggi naik Strada Triton GLS yang dikemudikan Masuoka. Serunya, lintasan licin akibat guyuran hujan, sehingga selain performa, juga kestabilan mobil bisa dirasakan.

Selepas test ride, undangan bisa menyetir sendiri menggunakan Strada Triton HD-X bermesin 4M40 2.8 liter diesel SOHC mengarungi medan off-road. Di sini tak cuma tenaga, kelincahan D-Cab diuji saat menanjak langsung menikung tajam.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Uji Adrenalin di Yamaha Racing Coaster

Posted: 19 Jun 2011 11:20 AM PDT

BANDUNG, KOMPAS.com - Di antara berbagai jenis hiburan yang terdapat di Trans Studio Theme Park, Bandung, Jawa Barat, yang diresmikan kemarin (18/6), ada Yamaha Racing Coaster (YRC). Permainan ini yang diinvestasi oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) tak lain untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumennya.

YRC ini menguji adrenalin dengan akselerasi sampai 120 km per jam cuma dalam waktu 3,5 detik! Mirip Ferrari atau tunggangan M1 milik Jorge Lorenzo di ajang MotoGP. Kereta itu meluncur pada ketinggian 50 meter di atas tanah dan membelok dengan sambil menurun dengan sudut kemiringan 90 derajat.

"Ini merupakan bagian dalam meningkatkan brand awareness sekaligus mempertahankan kepemilikan pelanggan Yamaha," ujar Eko Prabowo, General Manager Promotion and Motorsport YMKI kepada Kompas.com, semalam (18/6/2011). Yamaha, lanjut Eko, ingin memuaskan konsumen dan publik umum dengan permainan yang satu-satunya di Indonesia. Bagi pecinta tim Yamaha di ajang MotoGP bisa melihat langsung aksesoris Jorge Lorenza.

Memang, di arena YRC dipajang beberapa ikon tim Yamaha Factory Racing seperti motor M1, lengkap dengan baju balap dan helm sang juara dunia Jorge Lorenzo di ajang MotoGP musim 2010.

Untuk bisa menikmati permainan itu, YMKI memberikan 120 tiket bagi yang membeli semua model Yamaha di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, hingga berakhirnya perhelatan.

Saat peresmian, tercatat 200 konsumen Xeon beserta keluarga datang ke YRC, kata Eko. Sekedar catatan, harga tiket masuk ke Trans Studio Theme Park Bandung, Jawa Barat Rp150.000 per orang pada hari kerja dan Rp200.000 (akhir pekan).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Honda Serius Pasarkan Motor CBU

Posted: 19 Jun 2011 10:27 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Keseriusan PT Astra Honda Motor (AHM) memasarkan dua produk yang diimpor utuh (completely built up), yakni skutik PCX dan jenis sport CBR 250R ditunjukkan dengan meningkatkan jaringan dan pelayanannya. Bila sebelumnya AHM hanya menunjuk 200 dealer resmi, kini jumlahnya ditambah menjadi dua kali lipat menjadi 400 lokasi.

Sigit Kumala, Senior General Manager Sales Division AHM mengatakan, setiap hari makin banyak permintaan unit CBU Honda di Indonesia. "Penambahan outlet ini dilakukan di seluruh Provinsi di Indonesia. Tambahan layanan kini masuk ke setiap kota kecil di daerah," jelas Sigit kepada Kompas.com, semalam (18/6/2011).

Kedua model ini, lanjut Sigit, punya teknologi asupan bahan bakar injeksi. Karenanya,untuk mendukung pelayanan maksimal, perlu investasi khusus untuk perlengkapan servis dan pelatihan teknisi agar dealer wajib memiliki teknisi yang bisa mengoperasikannya dengan baik.

"Kami inginkan meningkatkan layanan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ke depan, tak menutup kemungkinan jumlah dealer yang bertanggung jawab pada produk CBU lebih banyak lagi," tutup Sigit.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar