“Parkir Lepas Tangan! (Bagian 2)” plus 2 more

Rabu, 08 Juni 2011

“Parkir Lepas Tangan! (Bagian 2)” plus 2 more


Parkir Lepas Tangan! (Bagian 2)

Posted: 08 Jun 2011 09:40 AM PDT

KOMPAS.com — Setelah ruang parkir dipastikan dan mobil pun merekomendasikannya, biasanya pengemudi menghentikan mobil. Kendati tidak perlu memutar setir, pengemudi tetap harus memantau kondisi sekitarnya, termasuk mengoperasikan transmisi, pedal rem, dan gas.

Perintah yang muncul secara berurutan setelah memastikan tempat parkir adalah sebagai berikut. Bila posisi belum pas, maka muncul perintah atau informasi: 

♦ Please drive further forward to use parking assistance

Jika pengemudi telah menentukan sisi yang dipilih, maka akan muncul tulisan:

♦ To park, please set indicator

Setelah perintah tersebut diikuti dengan mengaktifkan tuas sein (lampu indikator belok), perintah berikutnya adalah:

♦ Engage reverse gear and remove hands form the steering wheel
.

Di layar monitor pun akan muncul gambar setir disilang. Setelah perintah diikuti (transmisi digeser ke posisi mundur atau "R" dan pedal gas ditekan), akan muncul perintah: 

♦ Carefully reverse and brake manually

Setelah mundur, setir berputar sendiri. Pengemudi masih harus memantau jarak dengan obyek di belakangnya. Pada layar monitor akan terlihat jarak bemper belakang dan obyek di belakang mobil. Nah, bila pengemudi merasa jarak dengan mobil di belakang sudah cukup, maka rem harus dioperasikan. Perintah yang muncul selanjutnya adalah:

♦ Carefully drive forward and brake manually.

Pengemudi harus menekan pedal gas. Setir akan berputar sendiri. Bila sudah dekat dengan mobil di depan dan dipastikan jaraknya aman, maka muncul lagi perintah: 

♦ Parking completed, please secure the vehicle!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Parkir Lepas Tangan! (Bagian 1)

Posted: 08 Jun 2011 09:26 AM PDT

KOMPAS.com — Kalau Anda menggunakan mobil semewah dan berpenampilan seperti BMW 650iC ini ke kantor, mal, atau hotel, sangat besar peluang diberi kemudahan parkir! Tak perlu repot parkir berdesakan di tempat yang sempit dengan bantuan teriakan juru parkir, atau bisa jadi memanfaatkan fasilitas valet bila ke mal.

Nah, lantas apakah Parking Assistance masih bermanfaat bagi pemilik mobil sekelas BMW 650iC ini? Sudah pasti bermanfaat. Pasalnya, mobil ini tidak cocok menggunakan sopir. Harus dikemudikan sendiri oleh pemilik. Nah, kalau kebetulan diberi tempat parkir yang gampang, sang pemilik tentu saja tidak perlu memanfaatkan fitur yang satu ini.

Cara kerja
Parking Assistance membantu dan menyenangkan bagi mereka yang kesulitan parkir, apalagi bila juru parkir tidak ada. Kendati demikian, fitur ini hanya bisa digunakan untuk parkir paralel. Hebatnya, pembantu parkir ini lebih aman dibanding parkir cara manual karena pengemudi bisa mengontrol obyek di sekilingnya. Di samping itu, prosesnya lebih cepat. Bahkan, celah antara bodi mobil dan dinding samping 50 cm.  

Sembari berjalan pada kecepatan 35 km/jam, dengan mengaktifkan atau menekan tombol "P" bergambar ikon radar (paling kanan), mobil ini akan mencari dan menentukan sendiri ruang untuk parkir, apakah di sisi kanan atau di kiri.

Kalau tombol Parking Assitance diaktifkan, maka di layar monitor juga muncul indikator yang menandakan bahwa sistem bekerja.

Celah yang dibutuhkan harus 1,20 m lebih besar dari total panjang mobil tersebut. Panjang total mobil ini 4,820 m. Untuk itu, mobil harus mencari ruang berukuran 5,020 m.  (Bersambung)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Hyundai Kebanjiran Pesanan dari Jepang

Posted: 08 Jun 2011 09:09 AM PDT

SEOUL, KOMPAS.com — Bencana alam di Jepang yang telah merusak mata rantai komponen industri otomotifnya membuat sejumlah merek mengalihkan sumber pasokan ke luar negeri. Produsen komponen terbesar di Korea Selatan, Hyundai Mobis Company (MBC), paling beruntung karena kebanjiran order dari prinsipal mobil Jepang, Mitsubishi dan Subaru.

MBC menyatakan bahwa pihaknya telah menerima pesanan berupa bohlam lampu (depan-belakang) senilai 233 juta dollar AS atau Rp1,89 triliun dari kedua pabrikan mobil itu. Anak perusahaan Hyundai Motor Group ini membagi order dalam dua bagian, yakni bohlam lampu depan (headlight) senilai 200 juta dollar AS untuk Mitsubishi Motors, dan bohlam lampu belakang dengan nilai 33 juta dollar AS untuk Subaru (Fuji Heavy Industries) yang akan disuplai mulai semester kedua tahun ini.

Di luar Mitsubishi dan Subaru, MBC juga memasok bohlam untuk merek lain, termasuk, BMW, Volkswagen, dan Chrysler Group. Selain itu, komponen produksi Korea Selatan (Korsel) menjadi kandidat utama menggantikan suplai yang putus karena memiliki kualitas dan lebih ekonomis. Apalagi penguatan yen terhadap dollar AS terus menekan habis margin keuntungan prinsipal otomotif, hal itu membuat mereka tak punya pilihan lain.

"Jepang dan merek mobil lain terus mengalihkan pasokan komponen ke Korsel supaya lebih hemat dan memperbanyak lokasi pemasok (multi sourching)," ujar seorang analis dari NH Investment &Securities, seperti dilansir Reuters, Selasa (7/6/2011).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar